Review Thermaltake Tt eSPORTS Knucker: Dapat Diandalkan!

Reading time:

The Ultimate Point: The Silentness!

Thermaltake Knucker 12
Menawarkan sensasi yang serupa dengan sebuah keyboard mekanikal, Knucker datang dengan sebuah kelebihan lain – bunyi tuts yang jauh lebih sunyi.

Penggunaan teknologi pumbler switch yang dipilih oleh Thermaltake memang menjadikannya sebagai keyboard gaming yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gaming Anda, apalagi jika datang dari genre yang membutuhkan kecepatan dan akurasi gerakan tangan. Ia memang menawarkan fungsi yang lebih maksimal daripada sekedar keyboard konvensional, namun tetap datang dengan sensasi yang serupa dengan sebuah keyboard mekanikal. Walaupun tidak menawarkan fitur dalam tingkat yang sama, namun pemilihan switch ini menawarkan satu keuntungan lain yang seringkali dikeluhkan oleh para pemilik keyboard mekanikal – suara yang bising.

Para pemilik keyboard mekanikal tentu saja tahu dengan pasti bahwa kebisingan selalu menjadi masalah yang sulit untuk terselesaikan. Terlepas dari freedbacknya yang responsif dan lebih cepat di kala gaming, mekanikal menghasilkan bunyi tuts yang mungkin terasa mengganggu bagi beberapa kelompok gamer. Plunger switch menjadi sebuah solusi yang menarik untuk dilirik. Menawarkan sensasi yang serupa dengan keyboard mekanikal namun tetap mempertahankan kesunyian ketika digunakan? Inilah salah satu pesona Thermaltake Knucker. Untuk urusan performa sendiri, kesunyian yang dihasilkan Knucker ini tetap akan memenuhi kebutuhan dasar gaming Anda tanpa terkecuali.

Kesimpulan

Thermaltake Knucker 34
Namun terlepas dari kelemahannya ini, Knucker tetap dapat dikategorikan sebagai sebuah keyboard gaming yang dapat diandalkan. Ia menawarkan kenyamanan, feedback yang cepat, dan akurasi yang cukup untuk menaklukkan setiap genre gaming yang dilemparkan padanya. Knucker membuktikan diri bahwa ia dapat diandalkan.

Sebagai sebuah produk yang lahir dari jajaran produk gamingnya – Tt eSPORTS, Thermaltake memang memastikan Knucker tampil sebagai sebuah keyboard yang dapat diandalkan. Desain yang elegan dengan naga merah yang menyala terang di bagian bawah menghasilkan identitas unik yang membuatnya dapat dikenali dengan cepat. Pemilihan ukuran tuts dan jarak yang tepat juga membuatnya nyaman digunakan tidak hanya untuk gaming, tetapi juga kegiatan komputasi yang lain. Pemilihan plunger switch menawarkan sensasi yang lebih baik daripada sekedar keyboard konvesional, bahkan hampir serupa dengan sensasi yang ditawarkan oleh sebuah keyboard mekanikal. Walaupun tidak hingga batas yang sama, namun plunger switch menawarkan keunggulan yang lain – tuts yang lebih sunyi.

Walaupun mengusung nama gaming di dalamnya, Knucker memiliki beberapa kelemahan yang boleh dibilang cukup fatal. Ketika keyboard kompetitor yang lain mulai menjadikan slot USB, shorcut untuk fungsi multimedia, macro key, dan kesempatan modifikasi fungsi sebagai salah satu nilai jual yang tidak dapat diganggu gugat, Knucker justru berlari kembali ke garis awal. Ia kembali dalam bentuk sederhana dan tidak menawarkan satupun fungsi tersebut. Hal ini tentu saja sangat disayangkan, mengingat kebutuhan gaming di PC yang makin lama makin kompleks, apalagi untuk MMO. Namun untuk Anda yang memang lebih menikmati genre yang lebih sederhana, atau bahkan memang tidak pernah tertarik untuk menggunakan makro, kelemahan Knucker ini tentu saja tidak akan menjadi masalah.

Namun terlepas dari kelemahannya ini, Knucker tetap dapat dikategorikan sebagai sebuah keyboard gaming yang dapat diandalkan. Ia menawarkan kenyamanan, feedback yang cepat, dan akurasi yang cukup untuk menaklukkan setiap genre gaming yang dilemparkan padanya. Namun sayangnya, ia tidak mampu tampil istimewa. Bagi Anda tidak pernah suka dengan suara keyboard mekanik yang seringkali dirasa mengganggu, tetapi berharap mendapatkan sensasi yang sama, Knucker menjadi alternatif pilihan yang menarik.

Thermaltake Tt eSPORTS Knucker ini sendiri dibanderol dengan range harga USD 45.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…