Review Metal Gear Rising – Revengeance: Brutal dan Fun!

Reading time:
February 27, 2013

Kehilangan Sentuhan Kojima!

Metal Gear Rising Revengeance 1181
Memang sulit untuk tidak membandingkan keduanya, namun Metal Gear Rising: Revengeance harus diakui, kehilangan sentuhan Kojima.

Memang sulit rasanya untuk tidak membicarakan nama Kojima ketika membicarakan sebuah seri Metal Gear, terlepas dari absennya sang otak kreatif ini di balik proses pengerjaannya. Kojima memang sempat ingin menjadikan Rising sebagai salah satu proyek sampingannya, namun dengan padatnya jadwal untuk membangun engine generasi terbarunya – Fox Engine dan proyek kelanjutan untuk Metal Gear Solid, Kojima akhirnya melimpahkan proyek game hack dan slash ini kepada Platinum Games, tentu saja tetap dengan pengawasan sang empunya. Platinum Games memang harus diakui berhasil menciptakan sebuah game hack and slash yang luar biasa, namun tetap saja sulit untuk membuatnya lepas dari bayang-bayang Kojima. Gamer yang sudah begitu familiar dengan franchise ini akan secara otomatis akan memperbandingkan keduanya. Kesimpulannya? Game action ini benar-benar kehilangan sentuhan Kojima.

Metal Gear Rising Revengeance PART 2 8
Beberapa cut-scene memang berhasil dibangun dengan sangat dramatis, namun tidak didukung dengan atmosfer yang cukup kuat untuk membuat adrenalin Anda terpompa kencang.
Metal Gear Rising Revengeance 35
Percakapan Codec yang biasanya menggelitik pun kini terasa hambar, bahkan “garing”

Kualitas seperti apa yang identik dengan nama Kojima? Benar sekali, kita membicarakan cut-scene epik yang dibangun lewat sebuah visualisasi sinematik yang padat akan pesan, filosofi, bahkan cenderung berat. Pengambilan sudut kamera yang pas, penuh animasi gerak yang memanjakan mata, mendalam, tetapi terkadang juga mengandung humor yang akan membuat Anda terkikik sendiri. Platinum terlihat cukup berusaha keras untuk menyuntikkan “kesan Kojima” ke dalam Rising: Revengeance lewat beragam adegan dan setting yang terlihat sinematik, namun gagal membangun atmosfer yang serupa. Anda masih akan merasakan kekosongan Kojima di sana, sembari bergumam bagaimana game ini akan tampil jauh lebih sempurna jika ia juga ikut berperan menyediakan konten untuknya. Sosok karakter Raiden yang brutal memang tetap dipertahankan, namun sayangnya cukup tercederai dengan kepribadian “baru”nya yang terlihat lebih cerewet, banyak berbicara, dan kehilangan sisi coolnya yang kentara di MGS 4.

Metal Gear Rising Revengeance PART 2 20
Sunny Emmerich – anak dari Olga Gurlukovich (MGS 2) yang kini sudah semakin dewasa.
Metal Gear Rising Revengeance 99
Alih-alih lucu, kehadiran kotak persembunyian ala Snake seperti ini justru membuat Platinum terlihat memaksakan diri.

Platinum juga berusaha menyuntikkan beberapa elemen lawas seperti kembalinya karakter dari seri sebelumnya, penggunaan beberapa elemen identik dalam gameplay, hingga beberapa istilah yang menjadi latar belakang cerita Metal Gear selama ini. But it just never feels the same.. Metal Gear Rising: Revenge really lack Kojima’s existence!

Kesimpulan

Luar biasa brutal dan menyenangkan, inilah kesimpulan yang dapat diambil dari game hack and slash terbaru racikan Platinum Games yang satu ini. Terlepas dari perombakan ekstrim yang diambil dan membuatnya lepas dari kebiasaan game Metal Gear selama ini, Metal Gear Rising: Revengeance berhasil membuktikan diri sebagai sebuah seri game spin off yang tidak hanya mampu menawarkan pengalaman gameplay yang menyenangkan, tetapi juga adiktif.
Luar biasa brutal dan menyenangkan, inilah kesimpulan yang dapat diambil dari game hack and slash terbaru racikan Platinum Games yang satu ini. Terlepas dari perombakan ekstrim yang diambil dan membuatnya lepas dari kebiasaan game Metal Gear selama ini, Metal Gear Rising: Revengeance berhasil membuktikan diri sebagai sebuah seri game spin off yang tidak hanya mampu menawarkan pengalaman gameplay yang menyenangkan, tetapi juga adiktif.

Luar biasa brutal dan menyenangkan, inilah kesimpulan yang dapat diambil dari game hack and slash terbaru racikan Platinum Games yang satu ini. Terlepas dari perombakan ekstrim yang diambil dan membuatnya lepas dari kebiasaan game Metal Gear selama ini, Metal Gear Rising: Revengeance berhasil membuktikan diri sebagai sebuah seri game spin off yang tidak hanya mampu menawarkan pengalaman gameplay yang menyenangkan, tetapi juga adiktif. Memotong apapun yang Anda temukan, terlibat dalam pertempuran super cepat melawan beragam robot dan cyborg yang butuh strategi tertentu, menyaksikan pertarungan masif nan sinematik, dan kehadiran desain armor yang memesona, baik di sisi Raiden maupun Desperado memang pantas untuk diacungi jempol. Anda akan sangat menikmati pertempuran pedang cepat ini, apalagi mulai memotong tubuh musuh menjadi berkeping-keping lewat Zandatsu. Semuanya diperkuat dengan pemilihan background music yang pantas untuk diacungi jempol!

Apakah lantas game ini datang tanpa kekurangan? Sayangnya tidak. Sulit memang untuk tidak memperbandingkannya dengan seri-seri MGS terdahulu yang lahir dari tangan Kojima secara langsung. Platinum terkesan “memaksakan diri” untuk menciptakan sensasi yang sama, namun tidak berhasil. Keputusan untuk membuat karakter Raiden terlalu banyak berbicara juga membuat identitas karakternya yang dingin runtuh begitu saja. Ia terlalu cerewet untuk ukuran seorang ninja cyborg yang bisa membelah musuh apapun tanpa ampun. Walaupun datang dengan replayability tinggi, namun waktu gameplay yang singkat juga boleh menjadi kelemahan tersendiri. Lantas bagaimana dengan sisi tutorial yang tidak mengupas aspek gameplay secara keseluruhan, hingga membuat banyak gamer kebingungan? Alih-alih menyebutnya kelemahan, hal ini justru mendorong untuk lebih berani menjajal dan mengeksplorasi sisi bermain yang ada. Ia justru menjadi kekuatan tersendiri.

Berapa banyak dari Anda, penggemar setia Metal Gear Solid yang bersumpah untuk tidak akan pernah memainkan Rising karena nihilnya peran Kojima di sisi gameplay dan akar permainan yang jauh berbeda? Jika Anda termasuk salah satunya, keengganan untuk menjajal game ini akan menjadi kerugian dan bumerang bagi Anda sendiri. Platinum berhasil memosisikan Metal Gear Rising: Revengeance sebagai sebuah seri spin off yang luar biasa. Ia akan menjadi game action yang mudah untuk dinikmati bagi sebagian besar pencinta game action, bahkan untuk Anda yang sudah menggemari seri Metal Gear sejak dulu. It’s a super awesome action game, believe me!

Kelebihan

Metal Gear Rising Revengeance 1201
Gameplay serangan yang cepat dan brutal akan menuntut tangan Anda terus menari di atas kontroler.
  • Sisi pertempuran yang cepat dan brutal, tetapi juga strategis
  • Tutorial minim, memberikan kesempatan bagi gamer untuk mengeksplorasi gaya yang ada
  • Desain karakter dan robot yang ada
  • Adegan sinematik dan QTE yang memanjakan mata
  • Zandatsu!
  • Background music yang berhasil menciptakan atmosfer yang tepat
  • Replayability
  • Kesempatan untuk melakukan beragam upgrade

Kelemahan

Metal Gear Rising Revengeance PART 2 32
Ketika Kojima meramu cerita dengan filosofi yang berat, Rising: Revengeance justru jatuh pada konsep plot yang dangkal dan klise.
  • Waktu gameplay yang singkat
  • Karakter Raiden yang terlalu cerewet
  • Sisi plot yang terlalu klise
  • Minimnya sentuhan Kojima

Cocok untuk gamer: pecinta game action, hack and slash, Metal Gear Universe

Tidak cocok untuk gamer: penggerutu yang terus mengomentari betapa berbedanya game ini dengan Metal Gear Solid. It’s a spin-off, Deal with it!

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…