Review Army of Two – The Devil’s Cartel: Monoton dan Hambar!

Reading time:
April 10, 2013

Monoton dan Hambar!

Army of Two The Devil Cartel 90
Mengusung mekanik sebuah game third person shooter yang murni, Army of Two – The Devil’s Cartel boleh terbilang tidak menawarkan hal baru yang membuat pengalaman ini lebih menyegarkan. Rasa monoton dan hambar justru lebih kentara.

Apa yang sebenarnya bisa Anda harapkan dari sebuah game third person shooter yang memang terkenal karena identitas sisi aksinya yang terhitung murni? Minim, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Gears of War: Judgement dengan jelas memberikan sebuah contoh bagaimana sebuah game action yang hanya sekedar meminta Anda selamat dan bergerak dari satu titik ke titik lainnya mampu menampilkan pengalaman bermain yang menantang dan sekaligus, menyenangkan. Hanya dengan sebuah mode baru, gamer dipaksa untuk meninggalkan zona nyaman dan menjajal banyak hal baru untuk sebuah franchise yang memang sebenarnya berpotensi untuk tumbuh menjadi game yang membosankan. Formula yang sayangnya terlewatkan, atau mungkin tidak pernah terpikirkan oleh Visceral Montreal ketika mengembangkan game Army of Two – The Devil’s Cartel ini. Mereka mendefiniskan kata “murni” terlalu gamblang.

Army of Two The Devil Cartel 113
Yang harus Anda lakukan untuk menyelesaikan game ini? Memunculkan mental “Trigger-happy”. Menembak apapun yang bergerak, berlindung, dan memastikan diri menuju ke tujuan.
Army of Two The Devil Cartel 60
Membunuh secara melee untuk mendapatkan animasi yang “sedikit” lebih brutal.

Sebagai sebuah game third person murni, Army of Two – The Devil’s Cartel hanya menuntut Anda untuk memaksimalkan tiga senjata utama Anda untuk menghancurkan setiap musuh yang terus datang entah dari mana, dan tentu saja, bergerak menuju ke titik tujuan yang ada. Anda akan dibekali dengan sistem cover dan kemungkinan untuk berpindah dari satu tempat berlindung ke tempat berlindung lainnya dengan cepat. That’s it! Mekanisme seperti inilah yang akan Anda temukan di sepanjang permainan Army of Two terbaru ini. Menembak dan membasmi semua musuh yang berada di area, berlindung, menembak lagi, bergerak ke area selanjutnya, menembak, berlindung, dan seterusnya. Variasi musuh yang ada juga begitu minim, mengandalkan kuantitas musuh untuk mempersulit Anda. Anda juga akan bertemu dengan Brute – tipe musuh yang lebih alot namun tidak menawarkan tantangan apapun. Satu hal yang harus mental Anda siapkan hanyalah mental “trigger-happy” untuk menyelesaikan game yang satu ini.

Keunikan pada gameplay ditawarkan dari beberapa fitur pendukung yang ada. Ada T.W.O Vision – sebuah mode yang akan membuka akses UI untuk menentukan jalur gerak terbaik yang bisa Anda tempuh untuk sekedar bertahan atau menyerang gempuran pasukan La Guadana yang ada. Berhasil mengumpulkan point yang didapatkan dari setiap aksi dalam jumlah yang cukup, Anda juga berkesempatan untuk mengakses mode Overkill untuk memberikan damage yang jauh lebih destruktif. Selama mengakses mode ini, Anda tak ubahnya seorang Terminator. Anda tidak dapat dilukai dengan serangan apapun, mampu memuntahkan peluru sebanyak yang Anda inginkan, dan tentu saja menghancurkan begitu banyak benda dengan sangat mudah. Overkill akan menjadi sarana menyerang dan bertahan yang efektif, apalagi jika Anda terdesak oleh jumlah pasukan musuh yang memang harus diakui, seolah tidak pernah ada habisnya. Lewat kedua mode ini, dipadukan beragam senjata yang ada, Visceral berusaha membuat Army of Two – The Devil’s Cartel bersinar.

Army of Two The Devil Cartel 79
T.W.O Vision akan memberikan alternatif jalan yang bisa Anda pilih untuk mencapai keuntungan strategis tertentu.
Army of Two The Devil Cartel 59
Mengumpulkan poin yang cukup, maka Anda dapat mengakses mode Overkill yang akan membuat Anda tak ubahnya seorang Terminator.

Game ini disebut sebagai “Army of Two” karena konsepnya yang memang menjadikan pertempuran dan kerjasama antara dua karakter utamanya sebagai salah satu nilai jual yang tidak dapat diganggu gugat. Jika Anda memainkannya sendiri, maka Anda akan berperan sebagai Alpha dengan Bravo yang dikendalikan oleh AI. Untuk sebuah AI, Bravo memang tampil tidak terlalu mengecewakan. Ia tidak hanya mampu menetralisir serangan dan membantu Anda ketika tengah terkapar, Bravo juga mampu mendukung setiap aksi yang Anda inginkan. Bagian terbaiknya? Anda juga bisa memberikan perintah kepada Bravo lewat d-pad untuk memastikannya mengambil tindakan yang Anda inginkan. Walaupun demikian, mekanisme ini sendiri memiliki begitu banyak kelemahan. Kami beberapa kali bertemu dengan glitch yang membuat AI tidak bergerak di satu tempat dan membuat Anda tidak bisa bergerak ke tempat selanjutnya hanya karena hal bodoh seperti ini. Alhasil? Kami harus menyia-nyiakan setidaknya dua granat untuk memancing respon menghindar AI dan membuatnya kembali “aktif”. Anda juga tidak akan bisa bermain secara stealth karena Bravo akan menembak musuh apapun yang ia lihat di depan mata, membuat perang terbuka menjadi hal yang tidak terelakkan. Kehadiran dua karakter ini juga membuat Anda terkadang harus memilih salah satu dari dua jalan yang disediakan dengan tantangan yang berbeda pula. Pilihan ini tidak berpengaruh apapun pada plot yang ada, lebih sekedar sebuah alternatif jalan belaka.

Army of Two The Devil Cartel 89
Seperti namanya “Army of Two”, ini permainan ini akan bersikar pada kerjasama antara Alpha dan Bravo, yang untungnya, memiliki AI yang dapat diandalkan.
Army of Two The Devil Cartel 101
Sayangnya, masih ada beberapa glitch yang mengganggu. Contohnya? Setelah bingung melihat Bravo yang tidak memperlihatkan batang hidungnya dan membuat kami tidak bisa bergerak ke area selanjutnya, kami pun secara aktif mencarinya. Alhasil? Untuk alasan yang tidak masuk akal, ia menjadi patung di gurun ini.
Army of Two The Devil Cartel 31
Anda juga diberi kesempatan untuk berbagi tugas dan memilih alternatif jalan yang ada.
Army of Two The Devil Cartel 25
Ada kesempatan untuk melakukan kustomisasi tampilan, namun sama sekali tidak berkontribusi pada pengalaman bermain yang ada.

Lantas apa yang sebenarnya membuat Army of Two: The Devil’s Cartel tampil begitu monoton dan hambar? Karena memang ia tidak menawarkan elemen yang cukup kuat untuk menghasilkan pengalaman bermain yang akan membuat Anda betah memainkannya selama berjam-jam. Mekanisme sederhana tanpa inovasi, gameplay yang repetitif, desain lingkungan yang hambar, musuh yang sama sekali tidak menantang, cerita yang tidak terasa kuat, dan kurangnya dramatisasi membuat pengalaman Anda akan terasa sangat monoton. Sepanjang permainan, Anda hanya perlu menembak, berlindung, memilih jalan, menembak, berlindung, mencapai tujuan, menembak lagi, dan seterusnya. Lame.. Anda memang berkesempatan untuk mengkustomisasi tampilan dan senjata yang tengah dikenakan oleh karakter utama Anda, namun harus diakui, tidak menghasilkan pengalaman berbeda yang signifikan setelah melakukannya.

Split-Screen Multiplayer yang Tetap Dipertahankan

 

Army of Two The Devil Cartel 121
Mode multiplayer kooperatif split-screen yang tetap dipertahankan.

Salah satu pesona Army of Two di masa lalu adalah kesempatan bagi Anda untuk menjajal game ini bersama dengan teman Anda, secara offline, dengan mode klasik split-screen. Mode yang untungnya tetap dipertahankan di seri terbaru – Devil’s Cartel yang satu ini. Walaupun kami sendiri sempat berharap mereka akan mengusung sistem split-screen ala seri LEGO yang lebih dinamis dan nyaman, The Devil’s Cartel ternyata lebih memilih bertahan dengan format klasik, dengan memotong layar menjadi dua bagian secara horizontal. Untungnya untuk layar yang besar, potongan setiap Player masih akan cukup untuk memastikan Anda mendapatkan sudut pandang yang nyaman. Namun lagi-lagi ada sebuah masalah besar.

Memainkan game Army of Two: The Devil’s Cartel secara solo untuk sekedar melakukan review, kami memutuskan untuk mencoba mode split-screen yang ada sembari berharap bawah sang player kedua akan langsung dapat ikut bertempur bersama dalam misi terakhir yang tengah kami perjuangkan. Namun apa yang terjadi? Tidak seperti mode split-screen ala arcade yang memungkinkan Anda tinggal menekan tombol Start dan bergabung, Anda ternyata harus memulai kembali petualangan ini dari awal untuk dapat menjajalnya. Benar sekali Anda harus memulainya kembali dari chapter pertama untuk dapat memaksimalkan split-screen ini. Ini tentu saja menjadi bencana jika Anda sudah bermain cukup jauh dan ternyata memiliki teman yang ingin ikut bergabung ke dalamnya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…