Review Injustice – Gods Among Us: Pertarungan Epik Penuh Kehancuran!

Reading time:
April 24, 2013

Meramu sebuah game fighting yang berimbang tetapi juga mampu menghadirkan identitas uniknya sendiri memang bukan pekerjaan mudah. Kompleksitas ini kian menguat ketika developer berusaha mengadaptasikan karakter dan dunia yang tidak mereka ciptakan sendiri. Capcom boleh terhitung sebagai salah satu developer yang paling berhasil melakukan hal ini lewat serangkaian game fighting crossover yang mereka ciptakan. Hal yang serupa pernah dijajal oleh Netherrealm Studios lewat Mortal Kombat VS DC Universe, namun gagal di pasaran. Kesan Mortal Kombat yang terlalu kental dan dipaksakan di  karakter superhero DC yang ada membuatnya mendapatkan kritik yang cukup pedas. Seolah untuk menebus kesalahan fatal ini, Netherrealm menjajal kembali kesempatan ini lewat seri terbaru – Injustice: Gods Among Us.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah memiliki sedikit gambaran akan apa yang ditawarkan oleh game yang satu ini. Tidak hanya sekedar memperlihatkan kualitas visual yang pantas untuk diacungi jempol, Netherrealm juga menciptakan desain karakter dan dunia DC yang memesona. Sebagian besar superhero dan villain ini dibekali dengan desain armor baru yang terlihat futuristik dengan stage pertarungan yang juga merepresentasikan hal tersebut. Menariknya lagi, Netherrealm juga menyuntikkannya dengan basis plot yang terhitung kuat untuk menjadi pondasinya.

Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Injustice – Gods Among Us ini? Apa yang membuat kami menyebutnya sebagai game yang menawarkan pertarungan epik penuh kehancuran?

Plot

Usaha Justice League untuk mencegah kehancuran yang bisa dihasilkan Joker justru membawa mereka ke sebuah dimensi yang berbeda.

Salah satu yang membuat Injustice: Gods Among Us tampil berbeda dibandingkan dengan sebagian besar game fighting yang lain adalah fakta bahwa Netherrealm Studios menyuntikkannya dengan sebuah plot dasar yang dibangun dengan sangat rapi. Walaupun terkesan klise dan serupa dengan gaya film animasi Justice League yang bertebaran di dunia maya, namun ia tetap menjadi basis yang pantas untuk diacungi jempol.

Brutal dan tidak bisa diprediksi, ada alasan kuat mengapa Joker menjadi salah satu villain paling menakutkan di dunia DC. Mendapatkan bom atom dan berencana untuk menghancurkan Metropolis dengannya, Joker hanya tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan rencana gilanya yang satu ini. Bertempur dengan villain yang lain, Justice League hampir berhasil menggagalkannya, namun sebuah fenomena aneh terjadi. Beberapa superhero yang berdekatan dengan sosok Joker tiba-tiba lenyap begitu saja. Mereka terlempar ke dalam sebuah ruang dimensi lain yang jauh berbeda. Sebuah dimensi yang akan menjadi mimpi buruk bagi mereka.

Bertemu dengan Metropolis yang sudah luluh lantak, Justice League bertemu dengan sebuah dimensi dimana Superman hadir sebagai penguasa tunggal. Yang baik pun menjadi jahat, begitu pula sebaliknya.
Satu-satunya harapan terletak pada pundak Batman dimensi ini yang membangun sebuah kelompok pemberontak bernama Insurgency.

Rencana Joker untuk menghancurkan Metropolis mungkin digagalkan dengan fenomena ini, namun Batman, Wonder Woman, Green Lantern, Green Arrow, dan Aquaman terdampar di sebuah Metropolis yang jauh berbeda – sebuah kota megah yang kini hanya tinggal puing-puing. Terpencar dan diburu oleh kelompok yang menyebut diri mereka sebagai “One Earth Goverment”, para tokoh Justice League ini pun harus mencari jawaban atas misteri apa yang sebenarnya terjadi. Hal ini kian diperparah setelah mereka menemukan bahwa “klon” mereka di Metropolis yang hancur ini ternyata menjadi pihak yang memburu mereka.

Misteri ini pun terkuak setelah Aquaman kembali ke Atlantis dan menemukan jawaban atas latar belakang dari dunia yang mereka singgahi ini. Kejadian serupa yang sempat terjadi di Metroplis mereka ternyata juga terjadi di Metropolis dimensi ini, hanya saja dengan output yang berbeda. Jika di dunia mereka, aksi Joker berhasil dihentikan, di dunia ini Joker berhasil meratakan Metropolis dan membunuh jutaan penghuninya. Tidak hanya itu saja, lewat tipu muslihat yang ia lakukan, Joker juga berhasil meracuni pikiran Superman untuk membunuh wanita yang ia cintai – Lois Lane dan anaknya dengan tangannya sendiri. Penuh penyesalan dan rasa duka yang mendalam, mental Superman pun hancur berkeping-keping. Ia akhirnya membunuh Joker dengan tangannya sendiri. Tidak hanya itu saja, Superman pun memburu semua villain yang ada, membasmi mereka selamanya, dan akhirnya membangun dunia baru di bawah pimpinannya – One Earth Government.

Dari usaha untuk melindungi dunia, One Earth Goverment menjadi mesin “kegilaan” Superman.
Rasa duka dan sedih yang mendalam, membuat Superman begitu rapuh dan tidak terhentikan.

Dari sebuah rasa sesal dan duka yang tidak bisa terhapuskan, Superman tumbuh menjadi diktator yang menyeramkan. Tidak hanya berjuang untuk menciptakan dunia yang lebih damai, ia juga tidak segan untuk membunuh siapapun – teman ataupun lawan yang berani menentang perintahnya. Green Arrow dan Shazam menjadi salah satu korbannya. Para anggota Justice League yang lain pun tidak memiliki banyak alternatif selain mengikuti perintah Superman atau mati. Oleh karena itu, satu-satunya tumpuan harapan kini terletak di pundak Justice League yang terdampar ini. Dibantu oleh kelompok pemberontak – Insurgency yang berada di bawah pimpinan Batman, usaha untuk merobohkan kepimpinan diktator Superman pun dimulai. Banyak lawan yang kini berubah menjadi teman dan sebaliknya.

Lantas mampukah Superman ditundukkan? Mampukan Justice League dunia lain ini membantu Batman dan Insurgency untuk membantu dunia meraih kembali kebebasan? Pengorbanan seperti apa saja yang harus ditempuh? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan mode Story dari Injustice: Gods Among Us ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…

PlayStation

April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…
March 9, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Housemarque (RETURNAL)!

Housemarque dan rilis konsol terbaru Playstation memang jadi kombinasi tidak…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…