Review Mouse Gaming Thermaltake Black Element: Kustomisasi Untuk Beragam Genre!

Thermaltake Ttesports Black Element 58
Mouse Gaming Thermaltake Black Element

Bagi mereka yang awam dan asing dengan seluk beluk daya tarik yang ditawarkan oleh industri game, video game dilihat sebagai kesatuan dengan ciri-ciri dan identitas yang serupa. Mereka hanya merupakan instrumen untuk menghasilkan rasa senang untuk waktu tertentu. Namun bagi para gamer, dengan beragam genre yang ada, video game didesain dengan karakteristik dan kebutuhan khusus tertentu, apalagi mereka yang berkesempatan untuk menjajalnya di platform PC. Di ruang inilah, para produsen dengan produk peripheral gaming memainkan perannya.

Sebagian produk hadir dengan kesederhanaan, hanya menawarkan fungsi konvensional yang kemudian dibalut dengan desain yang elegan, sementara yang lain disuntikkan dengan beragam fungsi kustomisasi yang membuatnya adaptif untuk berbagai kebutuhan. Thermaltake membawa jajaran produk mouse gaming TteSports-nya ke meja redaksi kami lewat produk Black Element-nya. Kesan pertama yang dihadirkan memang terhitung menarik, bahkan cukup untuk membuat kami menjadikannya sebagai ujung tombak untuk menikmati beragam pengalaman gaming di berbagai genre.

Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh peripheral yang satu ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai mouse gaming dengan kustomisasi untuk beragam genre?

Desain dan Fitur

Thermaltake Ttesports Black Element 15
Tidak hanya terlihat menawan lewat warna hitam elegan yang ia usung, desainnya yang ambidextrous juga membuatnya dapat diandalkan oleh mereka yang bertangan kiri.

Dibalut dengan warna hitam yang elegan berbungkuskan bahan plastik yang nyaman, mouse gaming Thermaltake  Black Element ini hadir dengan desain yang tidak hanya tampil menarik di mata, tetapi juga dapat diandalkan. Dengan logo naga yang tampil garang di bagian belakang peripheral ini, kesan kini kian menguat. Thermaltake sendiri menyuntikkan beberapa tombol yang dapat diakses dengan jari-jari pendukung Anda ketika memaksimalkan Black Element ini dalam genggaman. Pilihan bahan karet yang ada juga akan memastikan Anda mendapatkan grip yang maksimal, memberikan kenyamanan walaupun digunakan dalam waktu yang lama. Setidaknya memastikan telapak tangan Anda tidak berkeringat secara berlebih ketika menjajal game-game kesayangan dari beragai genre.

Thermaltake Ttesports Black Element 62
Sang naga yang menyala garang di bagian belakang mouse.
Thermaltake Ttesports Black Element 6
Bahan karet yang digunakan akan memastikan Anda akan nyaman menggenggam mouse ini untuk waktu yang cukup lama.
Thermaltake Ttesports Black Element 14
Ada berbagai tombol yang bisa diakses dengan hanya menggerakkan jari-jari Anda.

Tidak hanya berhadapan dengan tiga tombol utama yang memang dibutuhkan untuk melakukan navigasi dasar ketika menggunakan beragam aktivitas komputasi, Thermaltake juga menyuntikkan beberapa tombol ekstra shorcut untuk mengakses fungsi tertentu secara instan. Dua tombol di tengah dapat digunakan untuk meninggikan dan menurunkan sensivitas mouse dengan cepat, sementara dua tombol di bagian sisi kiri dan kanan yang diposisikan sedikit ke depan dapat digunakan untuk mengakses fungsi back-forward. Di sisi kosmetik, mouse ini juga diperkuat dengan lampu LED di tiga posisi utama, yang tentu saja dapat dikustomisasi.

Lantas, fitur apa saja yang diklaim mampu dihadirkan oleh Thermaltake Black Element yang satu ini?

Spesifikasi

  • Interface: USB
  • Operational system: Windows®7/Vista/XP
  • Number of Macro Keys: 9
  • Sensor engine: 6500 dpi
  • Sensor Type: Laser
  • Cable length: 1.8m braided
  • Body dimension (LxWxH): 123.8 x 66.7x 41.6mm

Fitur

  • Made for MMO or RTS games
  • Weight In Design
  • Gold-Plated USB Connectors
  • Pause Break Lighting System
  • Rubber Coating Finish
  • Graphical User Interface
  • I28KB On-board Memory
  • 6500 DPI Laser Engine
  • Up to 5 colors

Thermaltake Black Element, Seberapa Nyaman?

Thermaltake Ttesports Black Element 46
Thermaltake Black Element, Seberapa Nyaman?

Pemilihan bahan karet tentu saja menjadi jaminan awal bahwa tangan Anda akan beristirahat dengan nyaman di mouse yang satu ini. Tidak hanya memastikan grip yang lebih nyaman, bahan ini juga akan mencegah keringat berlebih kita terlibat dalam permainan yang bisa saja memakan waktu hingga berjam-jam. Kenyamanan ini kian didukung dengan bentuknya yang memang proporsional, apalagi Anda yang memang seringkali memanfaatkan palm grip sebagai gaya menggunakan mouse yang utama. Permasalahan utama mungkin ada pada posisi tombol di sisi kanan yang harus diakui terhitung sulit untuk diakses. Agak sedikit memaksa jari manis tangan Anda untuk bergerak jauh ke depan dan terasa cukup canggung.

Thermaltake Ttesports Black Element 27
Walaupun secara garis besar nyaman untuk digunakan, tombol di bagian sisi kanan Black Element ini terlihat canggung dan sulit untuk diakses.
Thermaltake Ttesports Black Element 7
Tidak hanya desain proporsional yang membuatnya menarik, tetapi juga kesempatan untuk mengkustomisasi fungsi setiap tombol yang ada.

Thermaltake juga menyuntikkan desain ambidextrous untuk Black Element ini, membuatnya tidak hanya bisa diandalkan untuk gamer yang menggunakan tangan kanan, tetapi juga tangan kiri. Ini tentu saja menjadi desain yang menarik, mengingat begitu banyak mouse kompetitor di luar sana yang mengusung bentuk yang terhitung menganaktirikan gamer tangan kiri. Sementara untuk Anda yang terhitung sensitif pada berat, Black Element ini juga memungkinkan Anda untuk mengatur berat terbaik, tentu saja sesuai dengan preferensi pribadi Anda masing-masing. Ini bisa menjadi elemen penentu yang bagi beberapa gamer. Lantas apa sebenarnya nilai jual mouse gaming yang satu ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah kesempatan untuk melakukan kustomisasi sesuai dengan preferensi pribadi Anda masing-masing. Bagian yang akan kita bahas di bagian selanjutnya.

Anda tidak bisa menyebut sebuah peripheral sebagai perangkat gaming jika ia tidak mampu membuktikan diri di dalam fungsi utama yang seharusnya mampu ia taklukkan dengan mudah – gaming. Kami sendiri memutuskan untuk menjajal Thermaltake Black Element ini di empat genre utama: Neverwinter untuk MMORPG, Bioshock Infinite untuk FPS, Company of Heroes 2 (Beta Test) untuk RTS, dan tentu saja – DOTA 2 untuk MOBA. Bentuknya yang proporsional memang menjamin kenyamanan ketika Anda berjuang di di dalam dunia digital yang akan menyita berjam-jam waktu Anda, namun fitur kustmosasinya lah yang membuat Thermaltake Black Element ini tampil luar biasa.

Thermaltake Ttesports Black Element 65
Kami menjajal mouse ini di empat gerne utama; Neverwinter untuk MMORPG, Bioshcok infinite untuk FPS, COH 2 Beta untuk RTS, dan DOTA 2 untuk MOBA.
Thermaltake Ttesports Black Element 66
Dengan kemampuannya yang adapatif lewat kesempatan untuk mengkustomisasi sesuai dengan preferensi pribadi, mouse ini dapat dengan mudah menaklukkan setiap genre yang ada. Bahkan yang sekompleks DOTA 2 sekalipun.

Dengan kemampuan untuk menyuntikkan fungsi makro dan mengatur sensitivitas dalam lima profile yang berbeda, mouse ini memang didesain untuk beradaptasi dengan beragam tantangan yang ditawarkan, yang tentu saja direpresentasikan oleh beragam genre ini. Memainkan Neverwinter yang tentu saja membutuhkan kombinasi tombol yang jauh lebih kompleks dibandingkan genre yang lainnya, fitur makro Black Element akan memudahkan Anda mengakses kombinasi skill dengan lebih efektif. Fungsi ini juga dapat diterapkan di DOTA 2 dan COH 2 yang memang membutuhkan skema micro management yang lebih spesifik, apalagi kita Anda membentuk kelompok atau sekedar mengatur unit yang ada. Sementara untuk game yang lebih sederhana seperti FPS, Anda bisa mengandalkan Black Element ini untuk sensivitas yang lebih presisi. Tidak perlu diragukan lagi, ia mampu menangani semua genre ini dengan sangat baik, apalagi ketika Anda membutuhkan kombinasi kompleks untuk game seperti MMORPG, RTS, dan MOBA.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…