Ikuti Keinginan Gamer – EA Hapuskan Kebijakan “Online Pass”

Reading time:
May 16, 2013

ea logo

Uang memang menjadi ujung tombak yang menggerakkan sebuah industri, begitu juga dengan yang terjadi di industri game. Terlepas dari bentuk bisnis yang memang mendasarkan diri pada kreativitas ide, game tetaplah sebuah bisnis – dimana keuntungan selalu menjadi hasil akhir yang diperhitungkan. Untuk memastikan roda ekonomi terus berputar, tidak sedikit publisher yang akhirnya kehilangan akal dan menempuh berbagai kebijakan tidak populer untuk mendulang keuntungan ekstra dari franchise yang mereka usung. Berita buruknya? Kebijakan-kebijakan ini justru lebih sering merugikan para gamer sebagai konsumen. Salah satu yang paling kontroversial? Tentu saja sistem “Online Pass” yang sempat didengungkan oleh EA.

Konsep Online Pass memaksa gamer untuk mengeluarkan uang ekstra untuk mengakses beragam fitur dan konten online di dalam sebuah game. Parahnya lagi, satu user biasanya hanya diberikan satu online pass untuk setiap game yang mereka beli, sehingga konsep seperti ini menjadi mimpi buruk bagi gamer game bekas. Tentu saja, gamer bereaksi keras terhadap pemaksaan fitur. Reaksi negatif pun meluncur dan meluas, setidaknya cukup kuat untuk akhirnya mengubah sudut pandang EA yang terkenal keras kepala. Lewat mulut sang director of Corporate Communications – John Reseburg, EA akhirnya meninggalkan dan menghapuskan kebijakan Online Pass dari semua game yang akan dirilis EA di maa depan. Reseburg menyatakan bahwa EA sadar bahwa banyak gamer yang tidak senang dengan fitur ini dan feedback yang diberikan mendorong keputusan ini.

online pass
Goodbye Online-Pass..

Mengejutkan memang, namun kerasnya kritik suara gamer tampaknya juga mampu membuat publisher sebesar EA bertekuk lutut dan mendengar. So EA, can you throw away all DRM-only concept, too?

Load Comments

PC Games

September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…
August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…
August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…

PlayStation

September 1, 2022 - 0

Wawancara dengan Shaun Escayg dan Matthew Gallant (The Last of Us Part I)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Shuan Escayg dan Matthew Gallant terkait…
August 31, 2022 - 0

Review The Last of Us Part I: Lebih Indah, Lebih Emosional!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Last of Us Part…
August 26, 2022 - 0

Review Soul Hackers 2: Kumpul Iblis, Selamatkan Dunia!

Bagaimana dengan pengalaman yang ditawarkan oleh Soul Hackers 2 ini?…
August 25, 2022 - 0

Review Playstation Plus Tier Baru: Ambil EXTRA, Abaikan DELUXE!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Playstation Plus Tier Baru ini?…

Nintendo

September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…