Preview Metro Last Light: Lambang Supremasi Visualisasi PC!

Reading time:
May 16, 2013

 Metro Last Light 9

Mau diakui ataupun tidak, visualisasi memang menjadi salah satu elemen yang akan membentuk opini gamer tentang sebuah video game. Stimulus yang ditangkap oleh indera penglihatan akan menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum kita membentuk kesan pertama, yang mungkin akan menjadi dasar sebelum menilai performa game apapun yang tengah kita nikmati. Crysis mungkin menjadi salah satu franchise yang mencapai popularitas karena hal ini, namun nama game Metro 2033 menjadi standar tersendiri yang juga tidak kalah luar biasa. Setelah pujian dan kesuksesan seri pertamanya, 4A Games akhirnya merilis seri sekuel terbarunya – Metro Last Light.

Kesan Pertama

Jauh sebelum dirilis ke pasaran, 4A Games juga tampaknya sudah memberikan sinyal yang kuat bahwa Metro Last Light tetap akan mengusung salah satu identitas terkuat Metro 2033, yakni visualisasi. Hal ini juga kian diperkuat dengan system requierements yang menjadikan NVIDIA GTX Titan – VGA single GPU terkuat saat ini sebagai standar utama untuk mendapatkan pengalaman grafis secara maksimal. Untungnya, Jagat Play berkesempatan untuk menggunakan  VGA ini, disandingkan dengan test bed terkuat yang kami miliki untuk menjawab satu pertanyaan – sejauh mana 4A Games mendorong kemampuan grafis Metro Last Light ini?

Benar saja, dengan semua efek yang hidup dan “mentok kanan”, Metro Last Light hanya dapat berjalan dalam framerate maksimal 25-30 fps, bahkan turun jauh lebih rendah ketika dihadapkan dengan lingkungan yang ramai. Berbeda dengan Crysis 3 yang menitikberatkan pada detail karakter yang terlihat memanjakan mata, Metro Last Light justru terkesan kurang mampu mengolah animasi gerak dan model karakter yang natural. Walaupun demikian, kualitas visualisasi ini sendiri tercermin kuat lewat kemampuan menghadirkan kualitas detail, efek cahaya, dan atmosfer untuk dunia post-apocalyptic yang tengah Anda jelajahi ini. Tidak perlu diragukan lagi, Metro Last Light mendorong PC saat ini hingga batas maksimal, bahkan cukup untuk menundukkanya. Lambang supremasi sementara ini? Tidak berlebihan rasanya.

Lantas bagaimana dengan sisi gameplay-nya sendiri? Berhadapan dengan para mutant dan juga para pasukan bersenjata, Anda selalu memiliki kebebasan untuk bermain secara stealth ataupun frontal untuk menyelesaikan setiap chapter yang ada. Sistem jual – beli juga tetap dipertahankan dengan kesempatan untuk memodifikasi tiga senjata utama Anda untuk membuatnya lebih kuat dan dapat diandalkan. Sementara untuk mekaniknya sendiri? Tipikal sebuah game FPS. Anda hanya harus memasitkan diri untuk selamat selama bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Kegelapan memang menjadi musuh terbesar, dan karenanya pulalah, Anda juga akan dibekali dengan berbagai perlengkapan ekstra untuk tetap bertahan hidup.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review dan menyelami dunia Metro Last Light yang kelam, izinkan kami menyediakan segudang screenshot fresh from oven di bawah ini untuk memberikan sedikit gambaran tentang kualitas visualisasi seperti apa yang membuat kami menyebutnya sebagai lambang supremasi visualisasi PC. Semua gambar ini diambil dengan setting paling optimal dan berjalan di kisaran 25-30 fps. Beberapa konten dewasa juga disaring untuk membuat preview ini dapat dinikmati untuk lingkup umur yang lebih luas.

PS: Klik Gambar untuk Memperbesar

Metro Last Light 7 Metro Last Light 41 Metro Last Light 105 Metro Last Light 81

 

Metro Last Light 65 Metro Last Light 152 Metro Last Light 88 Metro Last Light 123 Metro Last Light 126 Metro Last Light 191
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…