Killer Instinct Akan Usung Sistem Beli Karakter

Reading time:
June 13, 2013
killer instinct

Dari semua game yang diperkenalkan Microsoft di ajang E3 2013 kemarin, nama Killer Instinct memang menjadi kejutan tersendiri. Bagaimana tidak? Franchise game fighting yang begitu populer di masa lalu ini akhirnya dihidupkan kembali oleh Double Helix setelah vakum dan tidak pernah menunjukkan batang hidungnya sama sekali, bahkan dalam batas rumor sekalipun. Hadir eksklusif untuk Microsoft Xbox One, teaser awal yang dirilis memang memperlihatkan visualisasi karakter ikonik dan efek serangan yang memanjakan mata. Namun berbeda dengan sebagian besar game fighting yang pernah dirilis di pasar konsol sebelumnya, Microsoft menyuntikkan strategi pemasaran baru untuk game yang satu ini. Anda akan diminta untuk mengeluarkan uang untuk membeli setiap karakter yang ada.

Killer Instinct akan ditawarkan sebagai sebuah game fighting Free to Play, yang memungkinkan gamer Xbox One untuk memainkan game ini secara online tanpa biaya apapun. Masalahnya? Microsoft hanya akan memberikan satu karakter untuk digunakan – Jago. Untuk dapat memainkan karakter yang lain, Anda harus membayar ekstra uang untuk membeli setiap karakter yang ada. Double Helix sendiri baru mengkonfirmasikan sekitar enam karakter: Jago, Sabrewulf, Glacius, Fulgore, Spinal, dan Cinder. Mereka juga akan menawarkan paket karakter lengkap dengan harga setara sebuah game baru Xbox One. Killer Instinct sendiri akan dirilis bersamaan dengan peluncuran Xbox One pada November mendatang.

killer instinct1
Dirilis sebagai game Free to Play, Killer Instinct akan mengusung mekanisme yang belum pernah dilakukan oleh game fighting sebelumnya. Anda akan diminta untuk membeli karakter yang ingin Anda gunakan, setiap darinya. Microsoft sendiri belum memberikan detail berapa harga yang dipatok untuk setiap karakter.

Konsep beli karakter seperti ini memang bukan lagi hal asing di beberapa game MOBA yang sempat ditawarkan di PC, namun Killer Instinct menjadi pertama yang menerapkannya di sebuah game fighting. Sebagai genre yang menitikberatkan pada atmosfer kompetitif, akses terbatas untuk karakter yang bisa digunakan tentu saja berpotensi berpengaruh pada kemampuan game untuk tampil berimbang, terlepas dari statusnya sebagai sebuah game free to play. Satu harapan kami: semoga tidak ada developer dan publisher game fighting lain yang tertarik untuk menganut konsep yang sama.

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…