Review Gone Home: Mendobrak Industri Game!

Reading time:
August 20, 2013

Kesimpulan

Gone Home berhasil membuktikan diri sebagai salah satu seri game unik yang menarik untuk dijajal. Ia seolah menjadi sebuah bukti konkrit bahwa sebuah video game tidak harus menawarkan lusinan aksi sinematik nan destruktif untuk dapat dinikmati. Bagaimana jalinan kata-kata dan cerita cukup untuk membuat seorang gamer duduk manis di layar kaca dan berakhir mendapatkan pengalaman dan sensasi gameplay menggugah yang luar biasa.
Gone Home berhasil membuktikan diri sebagai salah satu seri game unik yang menarik untuk dijajal. Ia seolah menjadi sebuah bukti konkrit bahwa sebuah video game tidak harus menawarkan lusinan aksi sinematik nan destruktif untuk dapat dinikmati. Bagaimana jalinan kata-kata dan cerita cukup untuk membuat seorang gamer duduk manis di layar kaca dan berakhir mendapatkan pengalaman dan sensasi gameplay menggugah yang luar biasa.

Bagaimana sebuah video game dibangun tanpa mengusung sisi aksi sama sekali? Sebuah konsep yang hampir tidak masuk akal jika dipikirkan dengan akal sehat. Hampir semua franchise populer di industri game saat ini bahkan menjual kekerasan secara eksplisit sebagai komoditi utama, sebagai magnet yang menarik jutaan gamer untuk mencicipinya. Namun apa yang dilakukan oleh Gone Home ini seolah menabrak semua asoisasi tersebut. Pertama, ia hadir dengan konflik realistis yang mungkin terjadi di keluarga sekitar kita. Kedua, ia menciptakan atmosfer kekuatan cerita yang luar biasa, mampu membuat Anda menyelam dalam pikiran dan konflik yang dialami oleh sang karakter utama – Kaitlin. Ketiga? Semua ini dicapai dengan hanya sekedar membaca clue dan beragam surat yang ada. Luar biasa! Penempatan visualisasi dan audio yang mumpuni juga menjadi kekuatan tersendiri.

Lantas apakah game ini hadir tanpa kekurangan? Ada beberapa hal yang pantas menjadi catatan. Desain rumah yang terlalu “kompleks” memang agak sedikit mencederai kesan realistis yang berusaha dikejar Gone Home. Alih-alih rumah tinggal, Anda justru terkesan tengah terjebak dalam sebuah villa horror yang tidak Anda kenal. Terlepas dari fakta bahwa Anda merupakan anggota keluarga Greenbriar, beberapa elemen di dalam rumah terkesan kurang kuat mendukung hal tersebut. Fokus yang terlalu ekseksif pada sosok Samantha juga seolah menutup potensi besar yang sebenarnya dapat ditarik dari konflik antar  kedua orang tua Kaitlin dan “sosok” pendukung lain yang seharusnya, menurut pandangan kami, memiliki porsi cerita  lebih besar.

Walaupun demikian, terlepas dari kekurangan yang ada, Gone Home berhasil membuktikan diri sebagai salah satu seri game unik yang menarik untuk dijajal. Ia seolah menjadi sebuah bukti konkrit bahwa sebuah video game tidak harus menawarkan lusinan aksi sinematik nan destruktif untuk dapat dinikmati. Bagaimana jalinan kata-kata dan cerita cukup untuk membuat seorang gamer duduk manis di layar kaca dan berakhir mendapatkan pengalaman dan sensasi gameplay menggugah yang luar biasa. Sayangnya, hal ini mungkin hanya akan berlaku bagi beberapa gamer.

Kelebihan

Setiap clue ditawarkan dalam format dan detail yang pantas untuk diacungi jempol.
Setiap clue ditawarkan dalam format dan detail yang pantas untuk diacungi jempol.
  • Visualisasi mumpuni
  • Kualitas audio dan voice acts yang menawan
  • Gameplay unik
  • Jalinan cerita realistis
  • Atmosfer intens sejak awal permainan
  • Beragam clue yang dibangun detail jempolan

Kekurangan

Fokus yang kentara pada sosok Samatha seorang menihilkan signifikansi konflik potensial yang terjadi antara orang tua Kaitlin.
Fokus yang kentara pada sosok Samatha seorang menihilkan signifikansi konflik potensial yang terjadi antara orang tua Kaitlin.
  • Exposure yang minim pada sosok Kaitlin sendiri
  • Fokus pada Samantha mengaburkan potensi cerita lainnya

Cocok untuk gamer: yang memang mengutamakan cerita, mengerti bahasa Inggris, mencari gameplay yang unik, open-minded.

Tidak cocok untuk gamer: pencinta action yang berat, tidak terlalu paham bahasa Inggris, tidak senang membaca, sulit mencari benang merah cerita sendiri.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…