Review Pro Evolution Soccer 2014: Evolusi Menuju Game Sepak Bola yang Lebih Baik

Reading time:
September 25, 2013

Lisensi: Butuh Usaha Ekstra dari Konami

Konami berhasil memperoleh banyak lisensi dari berbagai liga, kompetisi, dan klub di dunia sehingga jumlah liga dan kompetisi yang bisa dimainkan pun menjadi semakin banyak. Beberapa liga baru yang hadir di PES 2014 ini antara lain Liga Argentina dan Liga Chile. Selain itu, terdapat pula kompetisi baru dengan lisensi resmi seperti AFC Champions Cup dan Copa Sudamericana.

Nama- nama yang seharusnya sudah tidak asing bagi penggemar seri Pro Evolution Soccer ini tetap hadir di PES 2014.
Nama- nama yang seharusnya “sudah tidak asing” bagi penggemar seri Pro Evolution Soccer ini tetap hadir di PES 2014.
Walaupun jumlahnya bertambah, liga-liga tambahan yang ada di PES 2014 bukanlah liga populer di dunia sepak bola.
Walaupun jumlahnya bertambah, liga-liga tambahan yang ada di PES 2014 bukanlah liga populer di dunia sepak bola.

Sayangnya, penambahan lisensi tersebut terkesan tidak terlalu berarti dibandingkan dengan masih belum bisa didapatkannya lisensi untuk liga-liga besar. Mereka masih belum bisa mendapatkan lisensi resmi untuk Liga Inggris serta hampir seluruh tim yang ada didalamnya. Selain itu, Liga Jerman secara penuh juga masih belum bisa ditemukan.

Hal terkait lisensi lain yang cukup disayangkan adalah kekalahan Konami dalam memperebutkan lisensi stadion untuk PES 2014 ini. Mereka harus merelakan stadion-station ternama di Spanyol untuk absen dari edisi ini karena kekalahan mereka dari saingan mereka, EA dengan FIFA 14-nya. Untuk masalah lisensi ini, Konami harus benar-benar bekerla lebih keras lagi.

Komentator: Membosankan!

Sejak beberapa edisi sebelumnya, Konami selalu mempekerjakan duet Jon Champion dan Jim Beglin untuk menjadi komentator berbahasa Inggris di seri Pro Evolution Soccer. Keduanya memang merupakan komentator yang sudah cukup berpengalaman memandu pertandingan sepakbola. Sayangnya, setelah beberapa edisi, komentar yang diberikan keduanya kini terasa sangat membosankan!

Duet komentator yang sudah bertahun-tahun menemani pemain Pro Evolution Soccer ini masih dipertahankan Konami di PES 2014.
Duet komentator yang sudah bertahun-tahun menemani pemain Pro Evolution Soccer ini masih dipertahankan Konami di PES 2014.

Tidak banyak komentar-komentar baru dari keduanya yang hadir di PES 2014. Bisa dikatakan, hampir seluruh komentar yang ada di game ini merupakan komentar-komentar dari keduanya yang tentunya sudah sangat familiar bagi penggemar seri Pro Evolution Soccer. Walaupun tidak terlalu berpengaruh ke gameplay, menurut kami komentar-komentar lama tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi kenikmatan pemain dalam memainkan game ini.

Selain minimnya komentar baru dalam PES 2014 ini, timing komentar pun banyak yang tidak sesuai dengan timer pertandingan yang kita mainkan. Seringkali komentar terkait sisa waktu pertandingan hadir di saat yang salah, misalnya saat komentator mengatakan, “to the last 5 minutes” di saat timer menunjukkan menit 89. Selama kami memainkan game ini, kami sering menjumpai hal tersebut terjadi.

Sayangnya, karena keterbatasan kemampuan bahasa, kami tidak bisa memberikan penilaian pada komentator dengan bahasa lain.

Versi Console: Memberikan Pengalaman yang Jauh Berbeda

Selain mencoba versi PC dari PES 2014, kami juga sempat mencoba versi PS 3 dari game tersebut. Pengalaman yang kami dapatkan saat memainkan versi PS 3 dari PES 2014 ternyata jauh berbeda dengan ketika kami memainkan versi PC dari game tersebut.

Dibandingkan versi PS 3, PES 2014 di PC memiliki respon pergerakan yang lebih baik.
Dibandingkan versi PS 3, PES 2014 di PC memiliki respon pergerakan yang lebih baik. Anda dapat melakukan umpan dengan timing yang lebih akurat.

Kami merasa respon sistem terhadap input yang kami berikan sangatlah jauh dari apa yang kami dapatkan ketika memainkan game tersebut di PC. Hal itu, kurang lebih disebabkan karena buruknya frame rate yang kami dapatkan ketika memainkan game tersebut di PS 3. Selain itu, sistem kecerdasan buatan yang ada di versi PS 3 juga tidak memberikan respon yang sama seperti yang kami dapatkan di PC.

Satu hal yang bisa kami simpulkan dari pengalaman kami tersebut, bila Anda ingin mendapatkan sensasi memainkan PES 2014 yang sesungguhnya, Anda harus mencoba memainkan game tersebut di PC terlebih dahulu. Berdasarkan hal tersebut jugalah kami akhirnya memutuskan menggunakan versi PC dari game PES 2014 ini sebagai basis review kami.

Kesimpulan

pes2014 2013-09-24 01-39-31-43

Konsep “evolusi, sesuai dengan judul game, yang dihadirkan Konami untuk game baru ini, PES 2014, menurut kami berhasil membawa game tersebut melangkah ke arah yang lebih baik. Penggunaan Fox Engine untuk engine selain membawa tampilan visual yang lebih baik juga membawa animasi pergerakan yang lebih dinamis. Walaupun belum benar-benar optimal, langkah Konami membawa Fox Engine ke dunia Pro Evolution Soccer ini patut diacungi jempol. Dengan upaya yang lebih keras, bukan tidak mungkin Konami bisa menghadirkan banyak hal baru positif lain di edisi-edisi Pro Evolution Soccer mendatang dengan bantuan Fox Engine ini.

Sistem kecerdasan buatan yang diusung PES 2014 ini juga membawa nuansa berbeda bagi pemain. Sekalipun sistem tersebut belum sempurna dan memiliki sedikit kekurangan, sistem baru ini memungkinkan pemain untuk menjalankan strategi yang telah disusun dengan lebih baik. Kecerdasan buatan yang membantu mengontrol tim yang digunakan tidak lagi bergerak asal-asalan yang pada akhirnya menganggu skema serangan yang dibangun.

Satu hal positif lain yang ada di PES 2014 adalah kebebasan yang diberikan Konami untuk pemain memilih sendiri sistem kontrol dan player support yang ada di dalam game. Pemain bisa memilih menggunakan sistem kontrol baru yang disediakan Konami, untuk through pass dan shooting, atau tetap menggunakan kontrol lama yang mungkin lebih familiar bagi pemain edisi Pro Evolution Soccer sebelumnya.

pes2014 2013 09 20 22 08 43 93

Terlepas dari keunggulan yang berhasil dihadirkan Konami di PES 2014 tersebut, terdapat beberapa hal yang tampaknya masih perlu diperbaiki oleh raksasa game asal Jepang tersebut untuk edisi-edisi berikutnya. Komentator berpengalaman yang dipekerjakan Konami, Jon Champion dan Jim Beglin, harus mengganti sebagian besar kata-kata komentarnya bila Konami ingin memberikan pengalaman baru bagi para pemain Pro Evolution Soccer.

Lisensi juga kembali menjadi masalah bagi seri Pro Evolution Soccer. Walaupun tidak terlalu pada gameplay, kurangnya lisensi untuk liga-liga ternama dapat mengurangi kenikmatan pemain dalam menikmati game ini. Konami tentunya harus bekerja ekstra keras untuk mendapatkan lisensi-lisensi dari liga-liga ternama di dunia untuk edisi-edisi berikutnya dari game ini demi memuaskan para fans seri Pro Evolution Soccer.

Kelebihan:

  • Fox Engine
  • AI yang lebih responsif
  • Kebebasan memilih sistem kontrol dan player support sesuai gaya permainan

Kekurangan:

  • Komentator membosankan
  • Lisensi
  • Versi console menawarkan pengalaman yang jauh berbeda dari PC

Cocok untuk: penggemar sepak bola, fans seri Pro Evolution Soccer, pemain seri FIFA, gamer yang memiliki game controller

Tidak cocok untuk: orang yang tidak mengerti/menggemari sepak bola, gamer yang tidak memiliki game controller, gamer yang lebih suka menggunakan mouse dan keyboard untuk bermain game

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…