Review Saint Seiya – Brave Soldiers: Pemuas Dahaga Para Fans!

Reading time:
November 19, 2013
Saint Seiya Brave Soldiers (48)

Proses adaptasi anime-anime populer menjadi video game memang bukan lagi proses yang terhitung “unik” di industri game, bahkan menjadi tren yang tidak bisa dilewatkan di setiap generasi gaming yang lahir. Beragam genre berbeda juga dilahirkan dari proses yang satu ini, Musou yang memungkinkan Anda untuk menghancurkan ribuan musuh dalam satu kali pertarungan. Namun daya tarik utama yang seringkali ditawarkan oleh para publisher dan developer? Tidak lain dan tidak bukan, adalah genre fighting. Dengan konsep anime yang sebagian besar memang menjual aspek yang satu ini, gaya berbeda yang dibawa para developer game memang menawarkan sensasi berbeda yang bahkan lebih baik. Sinematik dan interaktif di saat yang sama? Penggemar anime dan gamer mana yang dapat menolak pesona yang satu ini.

Salah satu bukti yang paling nyata dari keberhasilan formula yang satu ini? Lihat saja bagaimana setiap proyek Naruto Ultimate Ninja Storm yang diluncurkan Namco Bandai selalu berhasil menarik animo gamer yang cukup  masif. Visualisasi definisi tinggi yang dipermak jauh lebih hidup dan sinematik selalu menawarkan kualitas yang melampaui antisipasi gamer sendiri. Tidak berlebihan rasanya jika antisipasi serupa ditelurkan untuk game fighting terbaru yang diadaptasikan dari salah satu seri anime klasik yang mungkin tidak akan asing lagi – Saint Seiya. Pertempuran dalam mitologi Yunani ini kini mendapatkan perlakuan yang sama seperti apa yang diterapkan di seri populer Naruto.

Lantas seperti apa sensasi yang dihasilkan? Mengapa kami menyebutnya sebagai pemuas dahaga para fans?

Plot

Seperti di seri animenya, Saint Seiya: Brave Soldiers memuat mengadaptasi cerita dari seri animenya sendiri.
Seperti di seri animenya, Saint Seiya: Brave Soldiers memuat mengadaptasi cerita dari seri animenya sendiri.

Tinju Meteor Pegasus! Sebagian besar gamer yang tumbuh besar di era tahun 1990-an tentu saja sudah tidak asing lagi dengan nama jurus yang satu ini. Saint Seiya memang terhitung sebagai salah satu anime pertama yang diadaptasikan untuk televisi Indonesia dan menjadi popularitas super tinggi. Pertempuran antara ksatria yang epik dipadukan dengan identitas karakter yang tidak pernah cukup kuat untuk menyelesaikan setiap rintangan dengan mudah menjadi salah satu “daya tarik” anime klasik yang satu ini. Kini kesempatan untuk menjajalnya secara interaktif lahir lewat Saint Seiya: Brave Soldiers!

Tiga skenario utama menjadi roda penggerak mode cerita: Sanctuary, Poseidon, dan tentu saja - Hades.
Tiga skenario utama menjadi roda penggerak mode cerita: Sanctuary, Poseidon, dan tentu saja – Hades.
Persis seperti animenya, Brave Soldiers menawarkan skenario pertarungan yang tetap sama, terutama menyangkuat siapa berhadapan dengan siapa.
Persis seperti animenya, Brave Soldiers menawarkan skenario pertarungan yang tetap sama, terutama menyangkuat siapa berhadapan dengan siapa.
Semuanya tetap berfokus untuk menyelamatkan putri Saori ini.
Semuanya tetap berfokus untuk menyelamatkan putri Saori ini.

Saint Seiya: Brave Soldiers sendiri membawa tiga titik cerita utama yang memang mendefinisikan sepak terjang anime ini secara keseluruhan. Anda akan membawa cerita Seiya, Shiryu, Hyoga, Shun, dan Ikki sejak kiprah mereka sebagai ksatria perunggu yang tengah berjuang melewati 12 Kstaria Emas di Sanctuary. Usaha untuk menyelamatkan Athena tersebut berlanjut hingga dua plot point besar lainnya di keseluruhan seri: Poseidon dan tentu saja – Hades. Sebagai sebuah game fighting, progress cerita tentu saja diselesaikan dengan menempuh pertempuran dari satu chapter ke chapter lainnya. Semuanya berjalan sesuai dengan jalur cerita sesuai dengan anime.

Jadi untuk Anda yang sudah mengikuti anime ini hingga akhir, Anda tampaknya sudah dapat menebak dengan jelas ke mana arah pertempuran ini akan berjalan, dan siapa yang akan berhadapan melawan siapa. Benar sekali, ini akan menjadi tiga chapter dimana Anda akan disibukkan dengan usaha untuk menyelamatkan Putri Saori yang tampaknya tidak pernah punya tenaga untuk melindungi dirinya sendiri. Lame..

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…