Respawn Jelaskan Alasan 35 GB File Audio Titanfall

Reading time:
March 12, 2014
Titanfall JagatPlay (145)

Apa yang Anda harapkan ketika mendengar game yang tengah Anda antisipasi saat ini ternyata membutuhkan storage yang sangat besar? Sebagian besar dari kita tentu saja akan mengambil sikap sangat memaklumi dan berharap bahwa kebutuhan akan kapasitas sebesar itu akan terbayarkan dengan kualitas gameplay yang ada. Karena seperti kebiasaan pada umumnya, kebutuhan seperti ini biasanya berisikan file-file tekstur dan efek yang tentu saja – relevan dengan peralihan generasi industri game saat ini. Namun hal ini ternyata tidak terjadi di Titanfall versi PC. Hampir 70% dari total kebutuhan data 50 GB yang ia usung ternyata berisi file audio saja. Apa yang sebenarnya terjadi? Respawn akhirnya memberikan sedikit gambaran.

Dalam wawancaranya dengan Eurogamer, kepala engineer Respawn – Richard Baker mengakui bahwa Titanfall versi PC memang menyuntikkan sekitar 35 GB file audio di dalamnya. Namun di saat yang sama, ia juga mengungkapkan justifikasi dari kebijakan yang mereka ambil ini. Baker menegaskan bahwa 35 GB file audio yang tidak mengalami kompresi ini semata-mata untuk membantu gamer PC dengan spesifikasi lebih rendah untuk dapat menikmati Titanfall dengan lebih optimal.

Respawn menjelaskan bahwa keputusan menyuntikkan 35 GB file audio ke Titanfall versi PC semata-mata untuk membantu gamer dengan spesifikasi yang rendah. File audio yang tidak dikompress berarti menihilkan kebutuhan CPU untuk melakukan proses decompress, yang membuatnya bisa lebih difokuskan untuk
Respawn menjelaskan bahwa keputusan menyuntikkan 35 GB file audio ke Titanfall versi PC semata-mata untuk membantu gamer dengan spesifikasi yang rendah. File audio yang tidak dikompress berarti menihilkan kebutuhan CPU untuk melakukan proses decompress, yang membuatnya bisa lebih difokuskan untuk “menjalankan” Titanfall.

Dengan menyuntikkan file mentah audio seperti ini, CPU tidak akan dibebani dengan pekerjaan melakukan decompress file audio yang menurut Baker, bisa saja memakan satu core sendiri. Dengan logika CPU hanya bertugas menangani game, Titanfall akan berjalan lebih lancar di PC yang lebih lambat. Hal ini memang terbukti dengan kebutuhan spesifikasi minimal yang memang tidak seberat game-game dengan identitas “next-gen” yang lain.

Apakah ini termasuk alasan yang valid untuk “membenarkan” aksi 35 GB untuk file audio ini? Sayangnya bagi kami, yang sudah mencicipi Titanfall sendiri, tetap tidak bisa masuk dalam logika. Mengapa? Karena jika Respawn berangkat dari pertimbangan ini, mereka sebenarnya bisa menyiasati kebutuhan audio ini dengan memberikan opsi hanya meng-install bahasa yang Anda mengerti tanpa perlu memaksakan instalasi bahasa yang lain. Ini tentu akan membantu gamer menghemat jauh lebih banyak storage bagi gamer PC. Mereka seolah lupa bahwa ada gamer PC di luar sana yang juga harus berjuang dengan terbatasnya ruang data mereka.

Optimize it more, Respawn, please!

Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 23, 2021 - 0

Review Death Stranding – Director’s Cut: Paket Baru Definisi Tinggi!

Antara Anda benar-benar menyukainya atau benar-benar membenci apa yang ia…
September 22, 2021 - 0

Review Kena – Bridge of Spirits: Kena Sihir Fantasi Elok!

Menarik adalah kata yang tepat untuk menjelaskan pilihan game-game yang…
September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…