Menjajal The Elder Scrolls Online – Beta: Serupa tapi Tak Sama!

Reading time:
March 4, 2014
The Elder Scrolls Online - JagatPlay (2)

Sebuah dunia super luas dengan kebebasan aksi yang hampir mutlak, ada segudang alasan untuk jatuh cinta, tenggelam, dan akhirnya tidak bisa lari dari setiap dunia dan petualangan yang ditawarkan oleh franchise andalan Bethesda – Elder Scrolls. Eksis untuk waktu yang cukup  lama, kehadiran Elder Scrolls V: Skyrim yang meluncur tiga tahun yang lalu menjadi ajang pembuktian yang paling mumpuni. Memperkenalkan franchise ini untuk generasi yang lebih muda, Skyrim berhasil menjaring basis fans yang lebih kuat, apalagi dengan kekuatan mod di versi PC yang terus memperpanjang usianya. Namun dengan dunia yang begitu luas, Elder Scrolls tidak pernah memberikan kesempatan untuk mencicipinya bersama-sama dengan gamer lain. Mimpi yang sudah lama muncul di benak fansnya ini, akhirnya terbayarkan lewat sebuah judul berbeda – The Elder Scrolls Online (TESO).

Sejak pertama kali pengenalannya, The Elder Scrolls Online memang menjadi salah satu proyek MMORPG yang cukup diantisipasi. Bagaimana tidak? Seolah menjadi pemenuh mimpi dan harapan sebagian besar penggemarnya, TESO memang membuka kesempatan untuk mencicipi dunia Elder Scrolls yang lebih optimal, apalagi setelah konfimasi setting Tamriel sebagai dunia utama. Berpetualangan bersama dengan gamer lain, dengan mekanik gameplay yang terlihat serupa di beberapa teaser dan screenshot awal, TESO memancing rasa penasaran. Untungnya, setelah ikut dalam pendaftaran masa beta untuk waktu yang cukup lama, kesempatan untuk mencicipi game ini akhirnya tiba. Sebuah undangan untuk mengunduh game berukuran 30 GB ini akhirnya hadir.

Pertanyaan penting saat ini tentu saja berkisar tentang kesamaan antara pengalaman Elder Scrolls Online dan versi offline. Mengapa? Karena sebagian dari kita jatuh cinta pada mekanik Skyrim, misalnya, dari sisi kebebasan beraksi, konsekuensi, hingga dunia luas yang bisa dieksplorasi sejak awal permainan. Semua elemen yang sebenarnya boleh terbilang, bertolak belakang dengan apa yang biasanya ditawarkan oleh sebuah MMORPG mainsteam. Oleh karena itu, akan sangat menarik untuk melihat bagaimana Zenimax akan mengintegrasikan dua identitas yang berbeda ini ke dalam satu proyek yang sama. Ini juga menjadi penting, mengingat TESO akan didistribusikan dengan sistem langganan bulanan.

Lantas, seperti apa kesan pertama yang ditawarkan oleh masa beta ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang serupa tetapi tidak sama? Here is our first impression..

Serupa Tapi Tak Sama

Atmosfer Elder Scrolls sebenarnya sudah mengalir kuat sejak awal, dari kesempatan menciptakan tampilan karakter dengan bebas. Anda juga harus memilih satu dari tiga faksi, sembilan ras, dan empat kelas untuk menciptakan karakter unik Anda sendiri.
Atmosfer Elder Scrolls sebenarnya sudah mengalir kuat sejak awal, dari kesempatan menciptakan tampilan karakter dengan bebas. Anda juga harus memilih satu dari tiga faksi, sembilan ras, dan empat kelas untuk menciptakan karakter unik Anda sendiri.

Setidaknya TESO sudah berhasil mengeksekusi satu fitur utama dengan sangat baik, dan cukup untuk mereprensentasikan atmosfer Elder Scrolls yang selama ini kita kenal sejak Anda pertama kali memainkannya. Diberikan sebuah latar belakang cerita pendek yang menjadi dasar dari perjalanan Anda, Anda langsung akan disuguhi dengan layar untuk membuat karakter utama Anda. Kesempatan untuk membuka karakter lebih banyak terbuka setelah Anda memilih satu dari tiga faksi utama: The Ebonheart Pact, The Aldemeri Dominion, dan The Daggerfall Convenant, yang masing-masing memuat tiga rasa berbeda di dalamnya. Setiap ras ini tidak hanya tampil unik dari segi penampilan, tetapi juga menawarkan perk-perk khusus yang berbeda satu sama lain.

Salah satu yang cukup unik dari TESO adalah fakta bahwa Anda tidak lagi punya kebebasan terlalu mutlak untuk mengembangkan “job” utama karakter Anda, karena pilihan tersebut sudah disuguhkan sejak awal permainan. Disebut sebagai “Class”, Anda bisa memilih pekerjaan sebagai Dragon Knight, Templar, Nightblade, dan Sorcerer yang pastinya, berpengaruh secara signifikan pada mekanik gameplay yang ditawarkan. Nightblade contohnya, adalah kelas yang lebih berfokus pada permainan stealth dan Dragon Knight tampil lebih tanky. Pastikan dahulu kelas yang Anda pilih akan diperkuat yang ditawarkan oleh ras Anda. Kombinasi keduanya akan membuat TESO lebih mudah dikuasai.

Setiap ras tentu menawarkan perk yang berbeda-beda, sementara kelas akan menentukan skill seperti apa yang bisa Anda gunakan natninya.
Setiap ras tentu menawarkan perk yang berbeda-beda, sementara kelas akan menentukan skill seperti apa yang bisa Anda gunakan natninya.
Anda juga akan disuguhkan dengan user-interface yang akan terasa sangat familiar.
Anda juga akan disuguhkan dengan user-interface yang akan terasa sangat familiar.

Selesai membuat karakter? Maka Anda sudah siap memulai petualangan pertama Anda di TESO, setelah melewati sebuah fase tutorial  yang diintegrasikan dengan pondasi cerita yang ada. Perlahan namun pasti, Anda mulai bisa melihat bahwa The Elder Scrolls Online memang menawarkan atmosfer yang serupa dengan Elder Scrolls Online yang selama ini kita kenal, namun tidak lantas sama persis. Secara kasat mata, ia seolah mewakili apa yang Anda inginkan.

Tidak perlu jauh membahas mekanik pertarungan atau kebebasan seperti apa yang ia tawarkan, kesan ini sendiri sudah mengalir dari pemilihan user-interface yang sangat mirip dengan Skyrim selama ini Anda kenal. Dengan bar hitam sama yang bisa Anda temuka di bagian atas layar, kecil kemungkinan Anda akan tersesat selama menjalani perjalanan terbaru Anda ini. Bar hitam ini akan membantu Anda menemukan landmark-landmark menarik yang bisa dieksplorasi dalam range tertentu, penyedia quest, dan tentu saja – tempat yang harus Anda tuju untuk menyelesaikan objektif yang ada. User-interface selain bar magicka, health, atau stamina dengan warna-warna signature mereka masing-masing juga tetap dipertahankan. Tidak akan membingungkan bagi yang belum pernah mencicipi Elder Scrolls, dan terasa familiar untuk Anda yang sudah pernah mencicipi Skyrim sebelumnya.

Mengusung identitas khas Elder Scrolls selama ini, Anda bisa bermain dari kacamata orang pertama dengan mekanisme kontrol yang tidak banyak berbeda. Bar magicka, health, dan stamina juga baru akan muncul jika berkurang atau bertambah, membuat UI tetap meinimalis.
Mengusung identitas khas Elder Scrolls selama ini, Anda bisa bermain dari kacamata orang pertama dengan mekanisme kontrol yang tidak banyak berbeda. Bar magicka, health, dan stamina juga baru akan muncul jika berkurang atau bertambah, membuat UI tetap meinimalis.
Untuk Anda yang lebih senang dengan sudut pandang orang ketiga, TESO juga menyediakan opsi tersebut.
Untuk Anda yang lebih senang dengan sudut pandang orang ketiga, TESO juga menyediakan opsi tersebut.

Momen paling krusial tentu saja hadir dari kesempatan mencicipi mekanik pertarungan yang ada. Karena seperti yang kita tahu, Elder Scrolls memang punya identitas berbeda yang cukup kuat di sektor yang satu ini. Seperti halnya Elder Scrolls yang selama ini Anda kenal, sisi aksi yang bisa dieksekusi dengan cara yang sama di TESO. Anda bisa menggunakan tombol klik kiri untuk menyerang, kanan untuk bertahan, dan keduanya untuk mencegah musuh mengeluarkan serangan spesial mereka. Bar health, stamina, atau magicka akan muncul di layar begitu Anda melakukan sesuatu yang mempengaruhi jumlah ketiga bar ini, sehingga membantu kesan user-interface yang senantiasa minimalis.

Yang membuatnya berbeda, TESO mengintegrasikan mekanik dasar Elder Scrolls ini dengan mekanik konvesional sebuah game MMORPG. Jadi tidak lagi hanya bertarung dengan menggunakan skill dasar Anda ini, Anda juga akan diperkuat dengan serangkaian skill aktif lain yang bisa dieksekusi dengan menggunakan sejumlah magicka atau stamina. Seperti game MMO lainnya, semua shorcut skill ini bisa disematkan di tombol angka utama dan beberapa tombol keyboard yang lain. Jadi tidak hanya sekedar menyerang, secara konsisten menekan skill aktif untuk menghasilkan damage besar dan mengkombinasikan serangan yang menurut Anda lebih destruktif, ternyata juga menjadi pemandangan umum dari TESO sendiri. Tidak perlu takut kehabisan, karena ketiga bar utama Anda ini juga akan beregenerasi seiring dengan waktu, selama Anda tidak terlibat dalam pertarungan.

Mengadaptasikan mekanik gameplay MMO konvensional, Anda juga akan diperkuat skill aktif yang bisa diakses lewat shorcut tertentu.
Mengadaptasikan mekanik gameplay MMO konvensional, Anda juga akan diperkuat skill aktif yang bisa diakses lewat shorcut tertentu.
Sangat disayangkan,, game ini seoalh tidak mengusung efek collision sama sekali. Semua serangan yang ada tidak terasa signifikan dan destruktif.
Sangat disayangkan,, game ini seoalh tidak mengusung efek collision sama sekali. Semua serangan yang ada tidak terasa signifikan dan destruktif.

Ciri khas Elder Scrolls yang lain adalah sudut pandang permainan yang bisa digonta-ganti sesuai dengan kenyamanan Anda, sebuah fitur yang juga diterapkan di TESO ini. Dengan menggunakan scroll mouse, Anda bisa mengatur tingkat zoom tertinggi – yang biasanya memungkinkan Anda melihat tampilan karakter Anda dari sudut pandang orang ketiga, hingga yang terendah – yang membuat Anda “menikmati” Tamriel dari perspektif orang pertama. Keduanya memang tidak memberikan keuntungan apapun, selain preferensi kenyamanan Anda sendiri. Sayang seribu sayang, masih ada kekurangan di mekanik pertarungan ini. Kelemahan terbesar mungkin terasa di efek collision, yang sama sekali tidak terasa di ESO. Ini berarti, sekeras apapun serangan yang Anda lontarkan, baik fisik maupun magic, hampir tidak ada sensasi visual atau audio yang membuat serangan ini memang terlihat mengenai yang musuh atau menghasilkan damage yang besar. Semua serangan ini seolah terlihat melayang ringan begitu saja, menembus setiap musuh tanpa efek apapun.

Pertanyaan berikutnya yang tentu memancing rasa penasaran yang sama tentu hadir dengan mekanik eksplorasi seperti apa yang ditawarkan oleh TESO ini. Karena seperti yang kita tahu, kebebasan untuk menjelajahi wilayah dan bertemu dengan begitu banyak hal acak yang bisa terjadi adalah salah satu kelebihan dari Elder Scrolls. Anda tidak pernah tahu apa yang Anda temui, apa yang bisa Anda dapatkan, dan seberapa signifikan setiap karakter yang Anda temukan selama menjalani proses tersebut. Sayangnya, konsep seperti ini tampaknya tidak akan mudah diterapkan di sebuah game MMO. Anda memang bebas menjelajahi wilayah yang boleh terbilang cukup terbatas untuk mendapatkan beragam resource yang ada, namun quest tampil begitu jelas dan lugas di TESO.

Sayangnya, untuk Anda yang mencintai
Sayangnya, untuk Anda yang mencintai “kebebasan” yang menjadi kekuatan ES selama ini, format TESO sebagai MMO tampaknya tidak memungkinkan hal tersebut diterapkan.
Pada akhirnya, Anda harus bergerak dari satu quest ke quest lainnya.
Pada akhirnya, Anda harus bergerak dari satu quest ke quest lainnya.

 

Anda tidak akan bisa menjelajahi luasnya Tamriel sejak awal permainan dengan hanya sekedar bermodalkan rasa penasaran ala Elder Scrolls offline. Seperti halnya sebuah game MMO, TESO akan menawarkan main mission dan side mission yang harus diselesaikan sebelum Anda bisa beranjak bergerak menuju ke wilayah baru. Tampil sederhana, hampir semua wilayah landmark yang bisa Anda lihat di peta akan menawarkan misi-misi ini. Dengan bantuan indikator di bagian atas yang secara jelas memberitahukan kemana Anda harus bergerak, dengan misi-misi yang masih berkisar pada upaya untuk mencari, mengumpulkan, atau sekedar menyelamatkan seseorang, TESO memang cukup terasa seperti sebuah MMO generic. Anda tidak lagi punya kesempatan untuk sekedar berpetualang acak dan melakukan apapun yang Anda inginkan, bahkan sekedar mencari letak ujung dunia TESO ini. Semuanya berjalan secara sistematis, bertahap, layaknya sebuah game MMO. Tentu sangat disayangkan.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…