Preview Final Fantasy XIV – ARR: Dunia Fantasi yang Adiktif!

Reading time:
April 22, 2014
ff xiv arr logo

Tidak hanya sekedar menawarkan game-game JRPG single player untuk franchise raksasanya, Square Enix juga memosisikan Final Fantasy sebagai sebuah proyek MMO yang selalu menarik untuk diantisipasi. Kesuksesan seri Final Fantasy XI di masa lalu menjadi bukti yang paling nyata, tidak hanya karena kualitas visual yang memesona, tetapi juga mekanik gameplay dasar yang unik dibandingkan game MMO populer di kala itu. Square Enix sendiri sempat berusaha mengulang kesuksesan yang sama lewat seri terbaru – Final Fantasy XIV yang dirilis tahun 2010 silam. Namun sayangnya, seri ini justru berujung blunder yang mematikan.

Terus dikritik karena kualitas yang tidak bisa memenuhi standar, Square Enix akhirnya memutuskan untuk menarik Final Fantasy XIV dari peredaran dan membuat segala sesuatunya dari awal kembali. Mereka merombak engine visual, dunia, serta beragam mekanik gameplay dasar untuk membuat segala sesuatunya tampil jauh lebih menarik. Proyek ini akhirnya dinamakan sebagai Final Fantasy XIV: A Realm Reborn. Untuk memastikan hal yang sama tidak terulang, Square Enix meluncurkan beberapa masa test alpha dan beta, dengan terus mendulang respon positif. Untuk memastikan kesinambungan dari seri gagal sebelumnya, mereka bahkan menyuntikkan sedikit elemen cerita yang begitu “khas” Final Fantasy.

Setelah penantian yang begitu lama, kesempatan untuk menjajal MMO ini akhirnya hadir. Sempat dirilis di Playstation 3 dan PC sejak Agustus 2013 yang lalu, April 2014 menjadi bulan awal rilis untuk versi Playstation 4. Di tengah minimnya game berkualitas yang benar-benar bisa dinikmati, FF XIV: ARR menjadi proyek yang sangat diantisipasi. Lantas, bagaimana impresi pertama yang ia tawarkan?

Kesan Pertama

Luar biasa manis, ini mungkin kata pertama yang terlontar dari mulut Anda ketika melihat Final Fantasy XIV: ARR ini secara langsung. Anda yang sudah cukup kenal dengan franchise JRPG yang satu ini akan melihat beragam elemen visual yang familiar dengan cita rasa Final Fantasy yang begitu kuat. Desain lingkungan, kota, dunia, monster, hingga karakter unik yang bisa Anda ciptakan benar-benar mewakili semua hal yang sempat membuat Anda jatuh cinta. Dengan beragam kelas dan job yang bisa dilakukan, ada begitu banyak kesempatan untuk menciptakan petualangan karakter Final Fantasy yang Anda inginkan sebebas mungkin. Menariknya lagi, FF XIV: ARR juga memuat satu cerita utama – tak ubahnya sebuah game JRPG single player.

Dari sisi mekanik gameplay, Anda masih akan bertemu dengan gaya MMORPG mainstream yang akan menuntut Anda lebih banyak melontarkan skill untuk menghasilkan damage yang lebih mematikan. Tidak perlu terlalu peduli dengan resource untuk mengaksesnya, satu-satunya halangan yang Anda temukan hanyalah waktu cooldown masing-masing skill. Kombinasi serangan serta kebutuhan untuk memahami peran di dalam tim ketika terlibat dalam misi bersama akan menjadi kunci jawaban untuk bertahan hidup. Pengalaman yang ditawarkan juga tidak monoton mengingat ada begitu banyak hal yang bisa Anda lakukan dan tidak selalu berputar tentang quest-quest yang hanya meminta Anda membunuh musuh dalam jumlah tertentu atau berjumpa dan berbicara dengan karakter NPC khusus. Ada varian yang lebih banyak.

Salah satu nilai jual yang luar biasa juga terletak pada masifnya FF XIV: ARR sebagai sebuah MMO. Tidak terkurung pada konsep bahwa Anda harus memainkan karakter Anda dengan hanya satu cara dan menyempurnakan hal tersebut, karakter Anda bisa berkembang dengan dinamis. Satu karakter tidak memiliki batasan untuk menggunakan job tertentu, dengan sistem leveling yang juga bergantung pada job yang Anda gunakan. Anda diberikan opsi terbuka untuk menentukan job seperti apa yang Anda inginkan, spesialisasi peran dalam tim dan guild, hingga kombinasi serangan yang Anda butuhkan untuk memaksimalkan gaya bermain yang Anda inginkan.

Kesan pertama yang ditawarkan memang menarik, cukup untuk membuat kami jatuh cinta dan teradiksi selama periode liburan panjang akhir minggu kemarin. Untuk 15 jam pertama permainan, terlepas dari begitu banyak hal yang belum kami lakukan (sekaligus menjadi penahan proses review), FF XIV: ARR melemparkan segudang alasan untuk membuktikan diri sebagai sebuah game MMORPG yang memang pantas mengusung sistem langganan bulanan.

Final Fantasy XIV - ARR JagatPlay (1) Final Fantasy XIV - ARR JagatPlay (2) Final Fantasy XIV - ARR JagatPlay (4) Final Fantasy XIV - ARR JagatPlay (6) Final Fantasy XIV - ARR JagatPlay (10) Final Fantasy XIV - ARR JagatPlay (14) Final Fantasy XIV - ARR JagatPlay (29) Final Fantasy XIV - ARR JagatPlay (33) Final Fantasy XIV - ARR JagatPlay (35) Final Fantasy XIV - ARR JagatPlay (45) Final Fantasy XIV - ARR JagatPlay (66) Final Fantasy XIV - ARR JagatPlay (76) Final Fantasy XIV - ARR JagatPlay (95)
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…