10 Kesalahan Terbesar Franchise Call of Duty!

Reading time:
May 22, 2014
10-kesalahan-terbesar-cod

Call of Duty, Anda mungkin tidak berhak menyebut diri Anda sebagai seorang gamer jika tidak pernah mendengar nama franchise andalan Activision ini sama sekali sepanjang hidup Anda. Di awal kehadirannya, Call of Duty merupakan pesaing besar dari Medal of Honor – franchise FPS yang berfokus untuk mereka ulang beragam momen epik selama perang dunia kedua. Dramatisasi dan representasi atmosfer diproyeksikan dengan begitu baik dan menjadikan keduanya sebagai seri game FPS yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Namun citra Call of Duty sendiri berubah di tahun 2007. Eksekusi konsep yang baik dan popularitas yang luar biasa melemparkan eksistensi Call of Duty 4: Modern Warfare sebagai tonggak baru dunia FPS. Awal dari dominasi nama Call of Duty.

Modern Warfare mengubah cara genre FPS bekerja. Kesuksesan yang luar biasa dengan akumulasi pendapatan hingga milyaran USD mendorong banyak kompetitor untuk meniru formula gameplay yang sama. Dimana alih-alih menawarkan mekanik gameplay yang segar dan menantang, prioritas utama adalah menghasilkan pengalaman perang dramatis ala film Hollywood ber-budget tinggi. Perang dunia penuh ledakan besar dan teknologi canggih kini tampaknya menjadi tren yang sulit dihindari. Namun sayangnya, dengan satu seri yang dirilis setiap tahunnya, Call of Duty kini menjadi lelucon dan sumber kritik. Banyak gamer yang sempat merasakan luar biasanya Modern Warfare, mulai melihatnya sebagai franchise monoton dan membosankan. Walaupun di sisi lain, kualitas penjualannya sama sekali tidak mengendur.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan Call of Duty? Mengapa respon positif yang meluncur beberapa tahun yang lalu kini berubah menjadi aura skeptis yang mengalir kentara? JagatPlay sendiri melihat ada 10 masalah besar yang membuat Call of Duty tidak lagi tampil semenarik di masa lalu. Apa saja?

10. Citra Fans

call of duty

Dengan basis fans yang menguat, ada satu kecenderungan sterotype gamer Call of Duty yang mungkin membuatnya tidak terlihat terlalu menarik di pasar luar, apalagi bagi gamer yang menganggap diri merekas endiri sebagai gamer FPS yang hardcore. Basis fans Call of Duty seringkali diasosiasikan dengan anak-anak di bawah umur atau remaja yang sering mengumpat di dunia maya. Citra ini semakin buruk ketika di salah satu event multiplayer kompetitif besar, para gamer pro yang menekuni franchise ini ternyata juga memperlihatkan kecenderungan perilaku yang sama.  Stereotype ini juga memengaruhi citra Call of Duty itu sendiri.

9. Multiplayer

cod multiplayer

Ketika sebagian besar game FPS kompetitif mulai berjuang untuk menawarkan pengalaman berperang dalma skala yang jauh lebih luas, Call of Duty masih mempertahankan elemen gameplay sejak era Modern Warfare pertama – pertempuran jarak dekat dalam skala map yang kecil. Ketika Battlefield 4 memungkinkan Anda untuk menggunakan kendaraan seperti tank dan pesawat, Titanfall dengan mecha, dan Planetside 2 yang membutuhkan koordinasi tim yang kompleks, sisi multiplayer Call of Duty lebih terasa personal. Elemen kerjasama tidak terlalu esensial, dan sebagian besar hal yang Anda butuhkan hanyalah berlari dan menembak siapapun yang Anda temui. Menyenangkan memang, namun bertahan dengan format ini selama 7 tahun terakhir? Mereka butuh sesuatu yang berbeda.

8. Tanpa Cross-over

reznov

Apa yang membuat proyek perdana – Call of Duty: Black Ops dinilai sebagai salah satu seri Call of Duty yang cukup memenuhi ekspektasi? Selain tema yang terhitung unik, hampir sebagian besar gamer, seperti halnya kami, penasaran dengan eksistensi karakter Reznov di dalamnya. Karakter badass dari Call of Duty 5: World at War ini memang meninggalkan kesan yang cukup mendalam untuk mereka yang sudah mencicipi seri perang lawas tersebut. Namun sayangnya, elemen crossover seperti ini tidak lagi diterapkan Activision di seri-seri Call of Duty selanjutnya. Setiap seri seolah berdiri sendiri-sendiri, tanpa ada benang merah yang bisa ditarik.

7. Dramatisasi yang Monoton

Call of Duty - Ghosts (4)

 

Apa yang belum Anda lihat di seri Call of Duty selama tujuh tahun terakhir ini? Ketika Modern Warfare pertama kali dirilis, sebagian besar dari kita takjub dengan dramatisasi yang ditawarkan oleh game FPS yang satu ini. Menyelamatkan teman dalam slow motion, misi sniper, hingga beragam event mengejutkan dilemparkan di sana. Namun setelah tujuh tahun eksistensinya, Activision boleh dibilang tidak punya lagi banyak opsi untuk menciptakan dramatisasi yang sama mengejutkannya. Ledakan Besar? Sudah. Misil dari Drone? Sudah. Perang luar angkasa? Sudah. Menyelamatkan teman dalam efek slow motion? Sudah. Perang dunia besar-besaran? Sudah. Bom atom? Sudah. Mereka butuh dramatisasi yang lebih kuat.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…