AMD dan NVIDIA Ribut Soal Watch Dogs PC

Reading time:
May 30, 2014
Watch Dogs - jagatplay (196)

Salah satu game terberat saat ini, kalimat yang satu ini memang pantas untuk dilayangkan kepada proyek teranyar dari Ubisoft – Watch Dogs. Walaupun tidak menawarkan kualitas visual yang sama persis dengan apa yang mereka janjikan via trailer E3 2012 yang lalu, Anda yang sempat membaca preview kami tentu saja mengerti bagaimana beratnya game ini dijalankan di PC. Anda harus memiliki VGA dengan VRAM setidaknya 3 GB untuk menjalankannya di kualitas visual terbaik, mencitrakan identitas sebuah game next-gen sendiri. Namun sayangnya, eksistensi Watch Dogs versi PC ini mengundang polemik tersendiri. Kita tidak tengah membicarakan ketidaksiapan uPlay menangani animo yang ada, tetapi persaingan antara dua produsen kartu grafis terbesar di dunia – NVIDIA dan AMD.

Tuduhan bahwa Ubisoft Montreal lebih condong membela NVIDIA di rilis Watch Dogs memang sempat mengemuka, setelah game ini memang tampil lebih stabil di kubu hijau tersebut. Penggunaan teknologi GameWorks dari NVIDIA yang membantu developer mengoptimalisasi game dari sisi visual, termasuk menyuntikkan efek partikel, cahaya, tekstur,  asap, dengan bantuan engineer dari NVIDIA dilihat AMD sebagai keberpihakan oleh pihak Ubisoft Montreal sendiri. Dalam wawancaranya dengan majalah Forbes, Robert Hallock dari AMD menyebutkan bahwa Gameworks menjadi ancaman besar bagi gamer dengan mencederai kinerja produk AMD hingga mengalami penurunan sebesar performa 40%. Tidak hanya itu saja, mereka juga menuduh Gameworks menghalangi developer untuk menerima masukan AMD terkait optimalisasi game code yang ada. Hasilnya? AMD kesulitan mengembangkan driver setelah rilis game. Sedangkan di sisi lain, ia menyebutkan bahwa kerjasama AMD dengan developer game biasanya berjalan transparan, dengan kode yang juga bisa dibagikan.

AMD menuduh kerjasama Gameworks antara NVIDIA dan Ubisoft Montreal adalah sebuah keberpihakan, mencederai performa produk AMD untuk menjalankan Watch Dogs dengan optimal. Sesuatu yang langsung dibantah keras oleh NVIDIA sendiri.
AMD menuduh kerjasama Gameworks antara NVIDIA dan Ubisoft Montreal adalah sebuah keberpihakan, mencederai performa produk AMD untuk menjalankan Watch Dogs dengan optimal. Sesuatu yang langsung dibantah keras oleh NVIDIA sendiri.

Tuduhan ini tentu saja memancing reaksi dari NVIDIA sendiri. Berbicara dengan di situs yang sama – Forbes, Director of Engineering NVIDIA – Cem Cebenoyan secara tegas membantah semua tuduhan dari AMD tersebut. Ia menyatakan bahwa developer tidak perlu menjadi partner resmi Gameworks untuk mendapatkan bantuan dari NVIDIA, menihilkan semua potensi keberpihakan. Terkait masalah Watch Dogs, Cebenoyan menyatakan bahwa ini hanya masalah kesigapan, dimana NVIDIA sudah bergerak lebih dulu membantu Ubisoft Montreal jauh bahkan sebelum Watch Dogs diumumkan kepada publik. Terkait masalah akses kode dan driver, Ia membantah bahwa NVIDIA membatasi akses AMD untuk mengoptimalkan hal tersebut dan menegaskan bahwa kebebasan menyerahkan kode sepenuhnya ada di tangan Ubisoft Montreal. Cebenoyan bahkan menyatakan bahwa AMD bebas memberi saran bagi Ubisoft untuk memastikan Watch Dogs berjalan lebih baik di teknologi andalan mereka tersebut. Tidak ada batasan.

Lantas siapa yang sebenarnya jujur dan berbohong tentang masalah ini? Satu yang pasti, konflik seperti ini tentu saja merugikan gamer PC secara keseluruhan, yang menginginkan pengalaman gaming yang sama di semua produk yang mereka pilih dan gunakan. Semoga saja tidak lagi terjadi lebih banyak kasus kontroversi ala Watch Dogs seperti ini di masa depan.

Source: Forbes

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…