Review Logitech G502 – Proteus Core: Beradaptasi dengan Kebutuhan Anda!

Reading time:
June 6, 2014
Logitech G502 - Proteus Core
Logitech G502 – Proteus Core

Memilih sebuah perangkat gaming yang sesuai dengan kebutuhan gaming kita memang bukan perkara yang mudah. Sebagai produk yang tujuan utamanya menawarkan kenyamanan paling optimal untuk sebuah aktivitas yang bisa dilakukan selama berjam-jam tanpa henti, peripheral gaming memang menjadi elemen yang sangat krusial. Masalahnya, tidak semua produk ini akan mampu memfasilitasi apa yang Anda inginkan, dengan beragam kelemahan yang tentu menjadi bahan pertimbangan untuk memilih satu di antara varian yang ada. Di sebagian besar skenario, Anda yang harus beradaptasi dengan keterbatasan peripheral ini. Namun di Logitech G502 – Proteus Core, berkebalikan. Teknologi yang disuntikkan oleh Logitech membuat mouse ini mampu beradaptasi dengan kebutuhan gaming Anda.

Desain dan Fitur

Kesan yang elegan dan balutan warna hitam dan desain yang terlihat futuristik di bagian depan, Logitech G502 - Proteus Core memperlihatkan identitasnya sebagai peripheral gaming dengan kuat.
Kesan yang elegan dan balutan warna hitam dan desain yang terlihat futuristik di bagian depan, Logitech G502 – Proteus Core memperlihatkan identitasnya sebagai peripheral gaming dengan kuat.

Secara kasat mata, gamer manapun yang melihat wujud fisik Logitech G502 – Proteus Core akan dengan mudah menetapkannya sebagai sebuah peripheral gaming. Desain oval dengan sedikit ekstra thumb rest di bagian kanan memang memperlihatkan bahwa desainnya dibangun dengan fokus untuk menawarkan kenyamanan, di luar sisi kosmetik yang juga terasa kentara. Tidak ada logo atau beragam pola yang “membanjiri” mouse ini, hanya warna hitam legam nan elegan yang membalut keseluruhan mouse berbahan dasar plastik dengan karet di kedua sisi ini. Sebuah logo dengan huruf G besar berada di bagian sisi kiri.

Seperti sebagian besar mouse gaming saat ini, Logitech G502 – Proteus Core juga menyematkan begitu banyak ekstra tombol selain tiga tombol fungsi utama yang tentu saja harus dimiliki oleh sebuah mouse, gaming ataupun tidak. Di sisi kiri, ia hadir dengan 5 tombol berbeda yang masing-masing darinya tentu saja menawarkan fungsi yang berbeda satu sama lain. Dua tombol sebagai jalan pintas untuk mengakse fungsi back dan forwarda, dan ekstra tombol lainnya untuk mengatur sensitivitas. Lampu LED yang disuntikkan juga tidak berlebihan untuk menawarkan sisi kosmetik, dengan satu di bagian logo dan lainnya sebagai indikator tingkat sensivitas yang tengah Anda gunakan. Di tengah juga dimuat satu tombol untuk mengubah sifat scroll wheel ke dalam dua mode yang berbeda.

Dari sisi kosmetik, ia memang tidak menawarkan banyak pernak-pernik, selain lampu LED di logo utama dan indikator sensitivitas.
Dari sisi kosmetik, ia memang tidak menawarkan banyak pernak-pernik, selain lampu LED di logo utama dan indikator sensitivitas.
Beragam tombol ekstra di bagian kiri untuk mengakses beragam fungsi secara instan.
Beragam tombol ekstra di bagian kiri untuk mengakses beragam fungsi secara instan.
Dua tombol kecil ekstra disematkan di bagian tengah.
Dua tombol kecil ekstra disematkan di bagian tengah.

Lantas, spesifikasi lengkap seperti apa yang diusung oleh Logitech G502 – Proteus Core ini?

  • Resolution: 200 -12.000 dpi
  • Max. Acceleration: >40G
  • Max. Speed: >300 ips
  • USB data format: 16 bits/ axis
  • USB report rate: 1000 Mz (1 ms)
  • Microprocessor: 32 bit
  • Buttons Durability: 20 million clicks
  • Feet Durability: 250 kilometers
  • Weight: 168 grams (with cable)
  • Length: 132mm
  • Width: 75mm
  • Height: 40mm

Logitech G502 – Proteus Core, Seberapa Nyaman?

Logitech G502 - Proteus Core, Seberapa Nyaman?
Logitech G502 – Proteus Core, Seberapa Nyaman?

Untuk sebuah mouse gaming, Logitech G502 – Proteus Core tidak lantas sekedar menawarkan fungsi tanpa menawarkan kenyamanan yang pantas untuk dilirik. Untuk gamer yang  menjadikan tangan kanan mereka sebagai tangan utama, mouse yang satu ini menawarkan kenyamanan yang Anda butuhkan untuk mendapatkan grip yang lebih kuat. Bahan karet yang digunakan di kedua sisi menjamin hal tersebut, serta meminimalisir kesalahan gerak yang mungkin saja muncul karena keringat berlebih. Desain futuristik yang disematkan pada beragam tombol ekstra di bagian kiri tidak lantas membuat Logitech G502 – Proteus Core ini terasa canggung. Semua tombol ini bisa diakses dengan cukup mudah dan akurat. Permasalahan dari penempatan seperti ini hanya satu – ekstra celah yang tentu saja berpontesi menarik debu berlebih yang sulit untuk dibersihkan.

Lantas, apa yang membuat kami menyimpulkan Logitech G502 – Proteus Core sebagai sebuah mouse yang mampu beradaptasi dengan beragam kebutuhan gaming Anda? Kita tidak hanya membicarakan sensasi dan akurasi feedback yang Anda dapatkan setiap kali mengeksekusi perintah, tetapi juga pada fakta bahwa Logitech memastikan G502 ini memfasilitasi beragam jenis gamer yang tentu saja berbeda satu sama lain. Begitu banyak hal yang bisa Anda modifikasi di sini untuk mencapai hal tersebut, baik dari sisi perangkat kerasnya sendiri ataupun perangkat lunak pendukung. Logitech G502 – Proteus Core memberikan kebebasan untuk menentukan sendiri mouse gaming seperti apa yang Anda inginkan.

Kita membicarakan kemampuan sang sensor utama yang mampu menawarkan range sensivitas super luas, dari 200  – 12.000 dpi, dengan tingkat akurasi gerakan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dibagi ke dalam berbagai profile dan jenjang, dengan hanya menggunakan satu tombol sederhana yang ada, Anda bisa mengakses varian sensitivitas tersebut secara real-time. Anda membutuhkan gerak kamera yang responsif ketika bermain game-game FPS kompetitif dengan kecepatan yang tinggi? Logitech G502 – Proteus Core mampu memfasilitasi hal tersebut. Sensasi bahwa ia bisa diandalkan juga mengakar ketika Anda bermain game-game lain, seperti strategi, yang lebih membutuhkan sensitivitas lebih rendah. Mouse gaming ini menawarkan fleksibilitas tersebut.

Dengan dukungan range sensitivitas gerak dari 200 - 12.000 dpi, mouse ini bisa diandalkan untuk segala macam genre dan kebutuhan gaming.
Dengan dukungan range sensitivitas gerak dari 200 – 12.000 dpi, mouse ini bisa diandalkan untuk segala macam genre dan kebutuhan gaming.
Logitech G502 - Proteus Core juga menyediakan kesempatan memodifikasi berat dengan bentuk pemberat dan penempatan yang berpengaruh pada keseimbangan mouse itu sendiri.
Logitech G502 – Proteus Core juga menyediakan kesempatan memodifikasi berat dengan bentuk pemberat dan penempatan yang berpengaruh pada keseimbangan mouse itu sendiri.

Fleksibilitas juga ditawarkan untuk Anda yang cukup sensitif dengan masalah berat mouse. Elemen yang satu ini memang seringkali diasosiasikan dengan grip yang lebih kuat dan tentu saja gerak mouse yang dirasakan lebih akurat. Logitech G502 – Proteus Core menyediakan pemberat ekstra untuk Anda yang merasa bahwa mouse ini membutuhkan lebih banyak beban untuk dapat dinikmati secara optimal. Lewat sebuah cover di bawah mouse yang bisa dengan mudah dibuka dan dilepas, Anda bisa menyematkan 5 buah pemberat dengan bentuk dan tata letak yang unik, yang tentu saja berpengaruh pada keseimbangan mouse itu sendiri. Tidak hanya berat, Logitech G502 – Proteus Core juga menyediakan satu tombol di bagian tengah yang memungkinkan Anda untuk mengakses scroll wheel dalam dua format berbeda: Click to Click atau Hyper Fast. Click to click berfungsi tak ubahnya scroll wheel mouse pada umumnya, sementara Hyper Fast mengubah roda ini menjadi bebas hambatan sama sekali, memungkinkan Anda untuk memutarnya dalam kecepatan super tinggi.

Namun dari semua fitur yang ia tawarkan, kemampuan software lah yang menjadi salah satu kekuatan utama Logitech G502 – Proteus Core ini. Dengan user-interface yang sangat sederhana, Anda bisa melakukan tuning beragam fungsi yang Anda butuhkan untuk menaklukkan setiap genre game yang tengha Anda mainkan, dari MMO hingga FPS yang membutuhkan akurasi gerak super cepat. Lewat driver terintegrasi milik Logitech, Anda bisa mengatur tingkat sensitivitas yang Anda inginkan dan menyimpannya ke dalam salah satu profile yang ada. Tidak hanya itu saja, untuk “menyederhanakan” beragam fungsi kompleks yang Anda butuhkan ketika bermain game-game favorit, Logitech G502 – Proteus Core juga menyematkan fungsi makro untuk 11 tombol yang bisa Anda modifikasi fungsinya. Yang perlu Anda lakukan hanyalah memilih tombol mana yang Anda inginkan dan langsung membubuhkan kombinasi fungsi dan aksi yang Anda butuhkan. Sesederhana itu.

Driver dengan user-interface yang mudah akan memfasilitasi semua hal yang ingin Anda modifikasi, dari makro hingga range sensitivitas.
Driver dengan user-interface yang mudah akan memfasilitasi semua hal yang ingin Anda modifikasi, dari makro hingga range sensitivitas.
Menjajalnya di tiga game besar dari tiga genre berbeda - DOTA 2 untuk MOBA, Watch Dogs untuk action, dan Transistor untuk RPG, Logitech G502 - Proteus Core mampu melahap kesemuanya dengan mudah.
Menjajalnya di tiga game besar dari tiga genre berbeda – DOTA 2 untuk MOBA, Watch Dogs untuk action, dan Transistor untuk RPG, Logitech G502 – Proteus Core mampu melahap kesemuanya dengan mudah.

Tidak adil rasanya untuk menyebut Logitech G502 – Proteus Core sebagai peripheral gaming tanpa mengujinya langsung di fungsi yang seharusnya ia tampil luar biasa – gaming. Datang di saat yang tepat, kami menjadikannya sebagai senjata andalan untuk tiga buah game dengan pesona yang berbeda satu sama lain – DOTA 2 untuk MOBA, Watch Dogs untuk Action, dan Transistor untuk RPG. Untuk Watch Dogs dan Transistor yang tidak membutuhkan kecepatan respon gerak yang tinggi, tingkat sensivitas rendah milik Logitech G502 – Proteus Core sudah cukup untuk menawarkan yang Anda butuhkan. Pergerakan yang fluid, tanpa masalah, dan tentu saja – akurat. Sementara untuk game dengan aura kompetitif yang lebih kentara, kecepatan gerakan akan menentukan hidup dan mati karakter utama Anda. Bermain di sensitivitas yang lebih tinggi dengan perubahaan secara real-time, Logitech G502 – Proteus Core memastikan diri mampu menangani ketiga game dengan genre berbeda ini tanpa masalah.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 23, 2021 - 0

Review Death Stranding – Director’s Cut: Paket Baru Definisi Tinggi!

Antara Anda benar-benar menyukainya atau benar-benar membenci apa yang ia…
September 22, 2021 - 0

Review Kena – Bridge of Spirits: Kena Sihir Fantasi Elok!

Menarik adalah kata yang tepat untuk menjelaskan pilihan game-game yang…
September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…