Review Enemy Front: Di Bawah Standar!

Reading time:
June 19, 2014
Enemy Front jagatplay (1)

Perang modern dan bahkan mulai memasuki tema futuristik, tren yang satu ini memang sulit untuk dihapuskan dari genre FPS setidaknya hingga beberapa waktu ke depan. Berusaha mengekor pencapaian fenomenal yang berhasil ditorehkan oleh Call of Duty 4: Modern Warfare beberapa tahun lalu, banyak developer yang mulai menawarkan atmosfer perang yang sama – dimana setting perang modern dikombinasikan dengan segudang dramatisasi untuk menghasilkan efek Hollywood yang lebih kentara. Menarik di awal-awal rilis memang, namun mulai terasa terlalu terkeksploitasi di tahun-tahun terakhir ini. Berita buruknya lagi? Mereka yang merindukan perang dengan setting yang lebih klasik terpaksa harus gigit jari karena timeline yang tidak ada lagi dianggap populer. Namun, harapan selalu ada.

Ketakutan ini memang cukup beralasan jika melihat langkah franchise seperti Medal of Honor dan Call of Juarez yang sempat tergoda untuk menjual hal yang sama, terlepas dari identitas FPS unik yang sudah begitu kuat di masa lalu. Activision sendiri memang sempat berusaha menawarkan sedikit variasi lewat Call of Duty 5: World at War setelah Modern Warfare, yang sayangnya, juga tidak dilanjutkan dengan seri baru yang lebih menarik. Lantas, apakah ini berarti kita tidak akan lagi melihat game FPS bertema perang dunia di masa depan? Untungnya, bulan Juni 2014 ini menawarkan tiga buah game sekaligus untuk mengobati kerinduan tersebut – Sniper Elite 3, Valiant Hearts, dan satu-satunya game FPS – Enemy Front. Harapan lebih besar tentu saja ditujukan kepada nama yang terakhir ini, apalagi setelah antisipasi yang cukup tinggi di kalangan gamer.

Lantas apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Enemy Front ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang berada di bawah standar? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Kembali ke cita rasa FPS klasik, Enemy Front membawa Anda kembali ke tema perang dunia kedua.
Kembali ke cita rasa FPS klasik, Enemy Front membawa Anda kembali ke tema perang dunia kedua.

Selamat datang kembali di era perang dunia kedua, ketika pasukan Nazi dari Jerman bergerak tak ubahnya gelombang besar raksasa yang tidak tertahankan, menyapu satu per satu daratan Eropa yang bebas, termasuk Polandia di dalamnya. Tidak lagi kuat melihat penderitaan yang disebabkan oleh perang ini, seorang wartawan memutuskan untuk ikut mengangkat senjata dan bertempur mempertaruhkan nyawanya, membuka takbir kekejaman dan kejahatan perang yang sudah dilakukan Nazi di Eropa. Seperti yang bisa diprediksi, Andalah si wartawan “gila” ini.

Anda berperan sebagai Hawkins - seorang wartawan asal Amerika Serikat yang memutuskan ikut berperang melawan Nazi bersama pasukan pemberontak.
Anda berperan sebagai Hawkins – seorang wartawan asal Amerika Serikat yang memutuskan ikut berperang melawan Nazi bersama pasukan pemberontak.
Perang melawan Nazi ini akan mengambil setting yang jarang dieksploitasi di industri game sebelumnya - Polandia dan Norwegia, misalnya.
Perang melawan Nazi ini akan mengambil setting yang jarang dieksploitasi di industri game sebelumnya – Polandia dan Norwegia, misalnya.

Anda akan berperan sebagai seorang kuli tinta asal Amerika Serikat bernama Robert Hawkins, yang terjebak di Polandia. Melihat invasi besar-besaran yang terus menimbulkan korban jiwa, Hawkins akhirnya memutuskan untuk mengganti penanya dengan senjata api, berusaha menghasilkan perubahan nyata secara langsung. Pengalamannya di militer Perancis di masa lalu membuat ia tidak canggung untuk berpartisipasi secara aktif. Tidak perlu menunggu lama, ia menjadi salah satu kekuatan utama gerakan pemberontakan, menghambat kekuasaan Nazi di Warsawa. Tidak hanya di Polandia saja, Anda juga akan menemukan perjalanan Hawkins yang lain dalam beragam aksi lain, dalam plot yang bergerak maju dan mundur.

Perang seperti apa yang harus dihadapi oleh Hawkins? Anda bisa menjawab pertanyaan ini dengan memainkan Enemy Front.
Perang seperti apa yang harus dihadapi oleh Hawkins? Anda bisa menjawab pertanyaan ini dengan memainkan Enemy Front.

Lantas, perang seperti apa yang harus dicapai oleh Hawkins? Mampukah ia membantu kelompok pemberontak menangkal invasi Nazi? Jawaban dari pertanyaan bisa Anda jawab dengan memainkan Enemy Front ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…