Menjajal Destiny BETA: Kesan Pertama yang Menggoda!

Reading time:
July 21, 2014

Pada Dasarnya, Sebuah MMOFPS!

Mengapa memaksakan Destiny sebagai game yang butuh koneksi internet konsisten? Ini tentu menjadi pertanyaan terbesar.
Mengapa memaksakan Destiny sebagai game yang butuh koneksi internet konsisten? Ini tentu menjadi pertanyaan terbesar.

Keberatan, reaksi ini sempat dilontarkan oleh tidak sedikit gamer yang menantikan Destiny setelah kepastian bahwa ia menuntut koneksi internet secara konsisten untuk dimainkan. Ini tentu saja bertolak belakang dengan klaim Bungie dan Activision sebelumnya yang sempat membicarakan kemungkinan bahwa game ini dapat diselesaikan sendiri tanpa dukungan pemain yang lain. Pernyataan seperti ini tentu saja mengesankan bahwa Destiny adalah sebuah game FPS single player layaknya Borderlands atau Call of Duty, mungkin. Namun dari versi Beta yang dirilis ini, sangat tidak berlebihan untuk lebih mengkategorikan Destiny lebih sebagai sebuah game MMOFPS daripada single player. Mengapa? Kita akan membahasnya lebih dalam.

Ada variasi kelas dan ras yang bisa Anda modifikasi untuk karakter utama Anda.
Ada variasi kelas dan ras yang bisa Anda modifikasi untuk karakter utama Anda.
Perjalanan Anda akan ditemani sebuah drone kecil bernama Ghost, yang suaranya diisi oleh si Tyrion Lannister sendiri - Peter Dinklage.
Perjalanan Anda akan ditemani sebuah drone kecil bernama Ghost, yang suaranya diisi oleh si Tyrion Lannister sendiri – Peter Dinklage.

Memulai Destiny, Anda akan diminta untuk menciptakan karakter unik Anda sendiri, yang tentu saja terbagi lewat kelas dan ras yang berbeda. Kelas yang terbagi menjadi tiga: Titan, Hunter, dan Warlock masing-masing hadir dengan gaya bermain dan pilihan skill yang berbeda satu sama lain. Modifikasi untuk wajah atau tubuh karakternya sendiri tidak sebebas game-game MMO yang selama ini mungkin Anda temukan, hanya sekedar memilih satu dari beragam preset yang ada, sekaligus beberapa modifikasi warna untuk personalisasi yang lebih efektif. Berangkat dari halaman utama ini, Anda akan siap untuk berpetualang di luasnya tata surya sebagai anggota The Guardian terbaru. Tentu saja dipandu oleh sebuah drone kecil bernama Ghost yang suaranya diisi oleh Peter Dinklage, yang juga dikenal lewat peran ikoniknya sebagai Tyrion Lannister di Game of Thrones.

Memadukan FPS dan RPG di satu genre yang sama, cita rasa gameplay Destiny memang mirip dengan Borderlands.
Memadukan FPS dan RPG di satu genre yang sama, cita rasa gameplay Destiny memang mirip dengan Borderlands.
Sementara sisi RPG nya diisi dengan level, skill karakter, dan beragam equipment yang bisa diakses. Sayangnya untuk urusan loot, ia tidak sebanyak Borderlands.
Sementara sisi RPG nya diisi dengan level, skill karakter, dan beragam equipment yang bisa diakses. Sayangnya untuk urusan loot, ia tidak sebanyak Borderlands.

Mirip dengan Borderlands, ini mungkin kata pertama yang seringkali dilontarkan oleh gamer ketika Bungie Studios memperlihatkan gameplay Destiny untuk pertama kalinya ke dunia. Benar saja, integrasi dua genre yang berbeda – FPS dan RPG untuk Destiny memang menghasilkan mekanik gameplay yang serupa. Anda akan menyerang dengan menggunakan senjata utama Anda dari kacamata orang pertama seperti layaknya game FPS, lengkap dengan sedikit recoil dan limitasi peluru yang bisa diakses. Selain senjata utama, setiap karakter juga akan diperkuat dengan satu senjata spesial berdasarkan kelas dan satu senjata berat yang destruktif. Sementara di sisi RPG, selain sistem damage yang diproyeksikan dengan angka, karakter Anda juga bisa mengalami kenaikan level dan mengakses variasi skill baru. Variasi equipment yang bisa diusung juga ditawarkan dalam jumlah yang cukup banyak, walaupun tidak bisa menandingi jumlah loot dari Borderlands. Anda juga bisa berubah menjadi kelas spesifik yang lebih kuat, namun sayangnya konten tersebut masih dibatasi di versi beta ini.

Tidak hanya skill yang bisa di-upgrade, equipment juga bisa mendapatkan perlakuan yang sama setelah digunakan untuk periode waktu tertentu.
Tidak hanya skill yang bisa di-upgrade, equipment juga bisa mendapatkan perlakuan yang sama setelah digunakan untuk periode waktu tertentu.
Progress cerita terbagi atas beragam misi yang diakses secara terpisah. Sayangnya, hal ini berimplikasi pada pengulangan landscape, terlepas dari eksplorasi lebih luas ke area baru setiap misi teranyar diperkenalkan.
Progress cerita terbagi atas beragam misi yang diakses secara terpisah. Sayangnya, hal ini berimplikasi pada pengulangan landscape, terlepas dari eksplorasi lebih luas ke area baru setiap misi teranyar diperkenalkan.

Satu yang menarik adalah fakta bahwa perjalanan Anda untuk menyusuri tata surya ternyata terbagi ke dalam misi-misi kecil dan bukannya satu petualangan besar yang meminta Anda untuk secara konsisten bergerak dan mengeksplorasi beragam wilayah baru. Apa maksudnya? Bahwa beberapa misi di versi beta ini secara konsisten meminta Anda untuk mengulang satu wilayah yang sama, namun dengan objektif yang baru. Seiring dengan semakin seringnya Anda menjalankan misi-misi ini, Anda akan terus bertemu dengan landscape yang sama dan mengembangkan perasaan familiar dengannya. Walaupun secara konsisten dihadapkan pada area baru untuk mengeksekusi misi, namun tidak terasa signifikan. Satu-satunya cara untuk menikmati landscape yang benar-benar baru hanyalah bergerak menuju ke planet atau bulan yang baru, menyelesaikan serangkaian misi baru yang muncul di sana.

Sayangnya, terlepas dari klaim bahwa Destiny akan memungkinkan Anda untuk memiliki pesawat luar angkasa untuk mengeksplorasi semesta, versi beta ini memperlihatkan bahwa opsi ini masih sebatas kosmetik dan berhubungan langsung dengan cerita yang ditawarkan. Posisi pesawat yang muncul setiap kali Anda memutuskan untuk berangkat ke orbit ini hanya memberikan gambaran bahwa Anda siap untuk melakukan perjalanan ke area lain, tanpa ada kesempatan untuk mengendalikan pesawat ini sendiri. Sejauh ini, satu-satunya kendaraan yang bisa Anda kendalikan hanyalah Bike, sebuah hoverbike yang bisa Anda summon dalam peta untuk bergerak super cepat ke tempat yang Anda inginkan, tanpa kemampuan serang sama sekali. Ia sekedar sebuah alat transportasi tanpa senjata.

Hoverbike!!
Hoverbike!!
Anda bisa bertemu dengan player lain yang tengah sibuk  menjalankan misinya sendiri.
Anda bisa bertemu dengan player lain yang tengah sibuk menjalankan misinya sendiri.

Dari semua hal yang kami buka di atas, sebagian besar dari Anda mungkin langsung menyimpulkan bahwa Destiny memenuhi semua kriteria untuk sebuah game FPS single player. Lantas mengapa ia membutuhkan koneksi internet secara konsisten? Karena pada dasarnya, ia pantas disebut sebagai sebuah game MMOFPS. Dengan membuka profile Anda ke public, Anda bisa bertemu dengan pemain lain ketika menjalani misi yang ada, secara langsung dan acak. Bukan sesuatu yang mengherankan jika Anda bisa melihatnya tengah bertempur dengan monster lain di area di depan Anda, dan Anda bisa langsung memutuskan untuk ikut membantu atau tidak, atau lebih memilih sibuk menyelesaikan misi Anda sendiri.

Anda bisa membentuk Fireteam sendiri dan berpetualang bersama.
Anda bisa membentuk Fireteam sendiri dan berpetualang bersama.
Misi kooperatif yang ada hampir mustahil diselesaikan seorang diri karena tingkat kesulitan yang ditawarkan.
Misi kooperatif yang ada hampir mustahil diselesaikan seorang diri karena tingkat kesulitan yang ditawarkan.

Anda juga bisa membangun tim bersama yang disebut Fireteam dengan mekanisme yang cukup mudah dengan player yang baru Anda temui. Game ini memang memfasilitasi permainan secara solo, namun akan lebih maksimal jika dinikmati bersama dengan player yang lain. Apalagi misi-misi kooperatif seperti Devil’s Lair yang ada di masa beta menunjukkan tingkat kesulitan yang tidak bisa dipandang sebelah mata dan mustahil untuk ditaklukkan sendiri. Menariknya lagi? Fireteam Anda punya kemungkinan bertemu dengan Fireteam lain dan bertempur bersama, melawan musuh yang jauh lebih besar dan mematikan. Saling bahu-membahu dengan orang asing yang belum pernah Anda temui di dunia nyata sebelumnya adalah sensasi Destiny yang sebenarnya. Tingkat kesulitan yang ditawarkan, terutama dari boss-boss yang ada, menuntut kerjasama yang solid.

Berita buruk untuk Anda yang tidak memiliki koneksi internet stabil.
Berita buruk untuk Anda yang tidak memiliki koneksi internet stabil.

Namun sayangnya, tuntutan ini berujung pada masalah lain yang cukup disayangkan. Destiny akan secara otomatis menendang Anda keluar dari permainan begitu menemukan bahwa koneksi internet yang Anda milik tidak lagi memadamai atau tewas total. Berita buruknya? Mereka mungkin menyimpan jumlah exp atau equipment yang berhasil Anda peroleh, namun tidak data perjalanan Anda sebelum koneksi internet Anda bermasalah. Hasilnya? Anda harus mengulang misi tersebut dari awal, menjalankan semua objektif tersebut kembali hingga misi secara resmi dinyatakan berakhir. Bayangkan mimpi buruk seperti apa yang harus dilalui gamer dengan koneksi internet yang tidak stabil. Anda bisa terjebak di satu misi yang sama, sampai internet Anda cukup stabil membawa Anda hingga akhir misi.

PvP Sebagai Misi Terpisah

PvP ditawarkan sebagai mode terpisah bernama - Crucible.
PvP ditawarkan sebagai mode terpisah bernama – Crucible.

Ketika pertama kali diperkenalkan kepada publik, konsep multiplayer yang dibicarakan Bungie memang sedikit terhitung ambigu, mengisyaratkan bahwa besar kemungkinan bahwa mode multiplayer kooperatif dan kompetitif mungkin akan terlebur dalam satu arena yang sama. Ini berarti, ketika Anda terhubung dengan satu Fireteam, Anda bisa memutuskan untuk ikut bergabung dengan Fireteam lain atau menyerang dan mengambil resource yang mereka dapatkan. Namun kehadiran versi beta ini sekaligus menjadi konfirmasi bahwa bukan konsep seperti ini yang diusung oleh Destiny. Multiplayer memang lebih diarahkan untuk mode kooperatif, sementara mode kompetitif ditawarkan sebagai sebuah mode yang berbeda. PvP dipisah menjadi format tersendiri.

Disebut sebagai Crucible, mode kompetitif yang diperlihatkan sebagai planet terpisah ini akan membawa Anda pada mode pertempuran antara dua tim beranggotakan 6 orang. Sejauh ini, mode yang tersedia hanyalah Control – sebuah mode kombinasi antara Domination dan Team Deathmatch yang mungkin terasa familiar bagi sebagian besar dari Anda yang sudah mencicipi franchise game FPS yang lain. Anda hanya harus bertempur memperebutkan wilayah yang ada dan memastikan jumlah poin yang meningkat secara signifikan. Tim dengan point yang mencapai level tertentu akan dipilih sebagai pemenang.

Gabungan antara Domination dan Team Deathmatch, mode Control ini menuntut Anda mengumpulkan koin dengan menguasai daerah tertentu.
Gabungan antara Domination dan Team Deathmatch, mode Control ini menuntut Anda mengumpulkan koin dengan menguasai daerah tertentu.
Bagian terbaiknya? Anda akan menggunakan karakter unik yang Anda ciptakan di mode cerita, dari senjata, armor, hingga skill yang sudah dipilih.
Bagian terbaiknya? Anda akan menggunakan karakter unik yang Anda ciptakan di mode cerita, dari senjata, armor, hingga skill yang sudah dipilih.
Tidak hanya itu saja, semua experience points dan item yang Anda dapaktan juga berpengaruh pada progress karakter Anda di mode cerita.
Tidak hanya itu saja, semua experience points dan item yang Anda dapaktan juga berpengaruh pada progress karakter Anda di mode cerita.
Kendaraan yang bisa digunakan untuk ekstra serangan juga dihadirkan di sini.
Kendaraan yang bisa digunakan untuk ekstra serangan juga dihadirkan di sini.

Lantas, jika mode familiar seperti ini yang ditawarkan, apa yang membuat mode kompetitif Destiny ini tampil berbeda? Ada banyak hal yang membuat Crucible ini menarik. Pertama, adalah fakta bahwa Anda bisa membawa semua reward status yang Anda dapatkan dalam pertempuran ke mode petualangan utama, termasuk jumlah uang dan presentase experience yang berhasil disimpulkan. Hal ini secara membuat kedua mode ini – kooperatif dan kompetitif ini terintegrasi dengan baik. Keunikan yang lain? Bahwa Anda benar-benar membawa karakter utama Anda dalam pertempuran, ini berarti Anda akan bertempur dengan senjata, armor, dan pilihan skill yang Anda pilih sendiri di mode cerita. Di sisi lain, ammo untuk senjata spesial dan berat menjadi komoditas langka yang harus diperebutkan.

Dengan sistem seperti ini, Bungie tentu saja dituntut untuk menghadirkan variasi senjata dan armor yang berimbang satu sama lain, terlepas dari tingkat kelangkaannya.
Dengan sistem seperti ini, Bungie tentu saja dituntut untuk menghadirkan variasi senjata dan armor yang berimbang satu sama lain, terlepas dari tingkat kelangkaannya.

Keberanian untuk mengusung sistem kompetitif FPS dimana Anda bertempur menggunakan karakter unik Anda sendiri tentu saja menjadi hal yang pantas untuk diacungi jempol dari Bungie Studios. Apa pasal? Karena ini berarti, Bungie dituntut untuk mengembangkan variasi senjata yang seimbang satu sama lain, terlepas seberapa langkanya senjata yang akan digunakan. Akan menghancurkan mode yang satu ini, jika misalnya, salah satu player mendapatkan senjata atau armor yang terlalu overpowered dan mustahil untuk ditundukkan. Butuh ekstra kerja keras untuk memastikan hal ini tidak terjadi.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…