10 Pahlawan Nasional Indonesia Terbaik untuk Video Game!

Reading time:
August 18, 2014
featured-image

Selamat ulang tahun ke-69 Indonesia, selamat dirgahayu negara tercinta kita! Seperti yang tercantum di pembukaan Undang-Undang Dasar kita, kemerdekaan memang tidak pernah menjadi akhir perjuangan, melainkan awal dari begitu banyak kerja keras yang harus dilakukan untuk memastikan kita bisa bergerak ke arah yang lebih baik sebagai sebuah entitas yang sama. 69 tahun memang bukan usia yang muda, dan sepantasnya Nusantara mulai mengambil langkah yang lebih kuat untuk bisa menyejajarkan diri dengan negara-negara maju yang lain. Sudah merdeka kah kita? Ada begitu banyak masalah yang memang belum terselesaikan, namun tidak lantas menihilkan bahwa kita memang sudah merdeka, setidaknya memiliki kebebasan untuk menentukan nasib dan arah perjuangan kita yang baru.

Perjuangan tanpa henti selama berabad-abad dengan begitu banyak pengorbanan harta dan nyawa setidaknya memastikan bahwa kita, sebagai generasi muda yang baru, punya kesempatan untuk membangun nasib dan masa depan kita sendiri. Bersifat sporadis di awal dengan perjuangan untuk kepentingan lokal, perang melawan penjajah mulai menemukan bentuk yang lebih utuh di akhir, tidak hanya untuk sekedar mengibarkan bendera Merah Putih yang gagah di angkasa, tetapi juga mempertahankan posisinya. Perang sebelum dan sesudah kemerdekaan menjadi tonggak sejarah yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Lantas apa hubungannya dengan video game? Seperti yang kita tahu, industri game memang punya kecenderungan untuk mengadopsi momen-momen historis ikonik di dunia dan menawarkannya kembali sebagai sebuah pengalaman interaktif, tentu saja dengan ekstra dramatisasi di sana-sini. Walaupun sejarah Indonesia, terutama perjuangan untuk mencapai dan mempertahankan kemerdekaan, tidak dilihat sebagai momen penting dunia, namun ia memuat begitu banyak daya tarik yang sebenarnya, cocok untuk dijadikan sebagai bahan permainan virtual. Kekuatan utamanya terletak karakter para pejuang nasional ini sendiri. Mereka menunjukkan sikap patriotisme dan karakter yang bahkan mampu mengalahkan karakter fiktif karangan yang mungkin sering Anda temui di game-game FPS dan third person. Karakter nyata, kisah nyata, kepribadian nyata, dengan drama yang nyata pula.

Dari semua pahlawan nasional Indonesia yang ada, siapa yang saja yang sebenarnya pantas untuk dijadikan sebagai karakter video game bersama dengan perjuangan yang mereka kobarkan? JagatPlay memilih 10 di antaranya:

10. Pangeran Antasari

antasari

Kualitas kepemimpinan yang luar biasa memang predikat yang pantas disematkan untuk Pangeran Antasari. Pemimpin Kerajaan Banjar ini berhasil menyatukan beragam varian suku Banjar di bawah bendera yang sama untuk melawan sang penjajah Belanda. Dengan senjata yang sangat terbatas, ia berhasil membuat pasukan Belanda yang lebih mutakhir di sisi teknologi kewalahan. Menariknya lagi? Belanda bahkan berusaha memecah belah, dengan menawarkan uang hadiah super besar – 10.000 Gulden kepada siapapun yang berhasil menangkap dan membunuh Antasari. Namun perjuangan demi kepentingan bersama, loyalitas, dan rasa patriotik mengalir lebih kuat di rakyat Banjar. Tidak ada yang mau berkhianat. Cocok untuk video game? Di tengah nilai-nilai loyalitas yang menipis, kemampuan Antasari untuk menghasilkan rasa kepemimpinan yang membuat rakyat Banjar bersatu dan berjuang bersama adalah sebuah nilai yang seringkali ditawarkan di video game. Mampu menyatuhkan beragam suku yang berbeda di satu bendera yang sama, ia tampil tak ubahnya sosok Riou di Suikoden 2. Menariknya lagi? Tidak ada yang bahkan terpikirkan untuk mengkhianatinya.

9. Pattimura

pattimura

Seorang bangsawan yang turun tangan untuk memastikan rakyatnya tidak dicederai dan dirugikan oleh kekuatan lain, berapa banyak dari Anda yang mengira bahwa skenario ini ternyata bisa terjadi di dunia nyata? Terdengar seperti sebuah mimpi bahwa golongan yang seharusnya bisa hidup dengan nyaman tanpa masalah memilih untuk melepaskan segalanya dan berjuang demi masyarakat yang ia pimpin. Namun hal inilah yang dilakukan oleh Kapitan Pattimura. Berjuang melawan VOC, Pattimura bahkan berhasil membujuk kerajaan-kerajaan di sekitarnya untuk bersatu untuk mencapai tujuan yang sama. Skenario sama yang sering Anda temukan di game-game RPG dengan tokoh Raja sebagai sentral, seperti Albert dari Legend of Dragoon.

8. Cut Nyak Dhien

cut nyak dhien

Perang yang selalu melibatkan kekerasan fisik mungkin sesuatu yang seringkali diasoasikan dengan pria dan maskulinitas. Namun nyatanya, wanita juga berperan besar untuk kepentingan kemerdekaan Indonesia, bahkan melemparkan satu dua momen bersejarah yang mampu membuat pihak penjajah kalang kabut. Salah satu yang cukup terkenal adalah sosok Cut Nyak Dhien dari Aceh. Salah satu yang menarik dari sosok Cut Nyak Dhien adalah fakta bahwa ia juga merupakan sosok wanita yang secara konsisten mendukung perjuangan Teuku Umar – sang suami. Berbeda dengan perjuangan daerah lain yang berperang secara terbuka, Cut Nyak Dhien justru berusaha mempelajari lebih dalam Belanda dari dalam dengan berpura-pura berperan sebagai sekutu. Konspirasi ini berakhir pada serangan mengejutkan yang membuat Belanda kalang kabut. Sosok wanita kuat, seorang ibu yang melindungi tanah kelahirannya, berjuang untuk masa depan anaknyang lebih baik dengan senjata, tentu menjadi drama yang akan tampil fantastis dalam format video game yang interaktif.

7.  Sultan Hasanuddin

hasanuddin

Sosok luar biasa yang bahkan mampu membuat si lawan memberikan tribut julukan tersendiri padannya, inilah salah satu hal yang mendefinisikan perjuangan Sultan Hasanuddin dari Goa. Belanda menyebutnya sebagai De Haantjes van Het Oosten atau Ayam Jantan dari Timur dari sepak terjangnya yang berhasil merepotkan usaha Belanda menguasai Nusantara bagian timur. Anda yang sempat memainkan bervariasi video game tentu saja memahami bahwa salah satu format yang mengesankan bahwa sang karakter utama memiliki peran penting atau popularitas yang paling ditakuti adalah mereka yang mendapatkan julukan dari sang lawan utama. Masih ingatkah Anda dengan Demon of Razgriz dari Ace Combat 5: Unsung War? Atmosfer seperti inilah yang seharusnya ditawarkan Sultan Hasanuddin jika sepak terjangnya diadaptasikan menjadi video game.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…