Review CM Storm Resonar: Untuk Gamer Pencinta Bass!

Reading time:
August 30, 2014
CM Storm Resonar
CM Storm Resonar

Seringkali diremehkan dan dilihat sebagai sebuah elemen yang tidak terlalu signifikan untuk menghadirkan pengalaman bermain yang lebih optimal, audio sebenarnya memainkan peranan yang yang jauh lebih krusial. Percakapan yang lebih jernih dan jelas, musik yang mengalun tepat, hingga efek suara yang menggelegar akan membantu menciptakan atmosfer permainan yang seharusnya. Untuk mencapai hal tersebut, perangkat audio yang mumpuni tentu saja sangat dibutuhkan, bahkan ketika yang Anda butuhkan hanyalah sekedar kesunyian ketika mencicipi game-game horror. Kualitas inilah yang berusaha ditawarkan oleh Cooler Master lewat produk headphone mereka – CM Storm Resonar.

Desain dan Fitur

Berbeda dengan peripheral audio gaming lain yang biasanya mengambil bentuk headset super besar, CM Storm mengambil desain sebuah in-ear headphone.
Berbeda dengan peripheral audio gaming lain yang biasanya mengambil bentuk headset super besar, CM Storm mengambil desain sebuah in-ear headphone.
Bahan alumium yang digunakan menjamin hasil akhir audio yang lebih baik dan tentu saja, build yang lebih tahan lama.
Bahan alumium yang digunakan menjamin hasil akhir audio yang lebih baik dan tentu saja, build yang lebih tahan lama.
Harus diakui, secara kasat mata, headphone ini memang tidak menawarkan sisi kosmetik yang memperlihatkan identitas gamingnya dengan kuat.
Harus diakui, secara kasat mata, headphone ini memang tidak menawarkan sisi kosmetik yang memperlihatkan identitas gamingnya dengan kuat.

Apa yang Anda pikirkan ketika membicarakan sebuah perangkat audio yang didesain untuk gaming? Hampir sebagian besar dari pikiran kita mungkin akan langsung tertuju pada headset berukuran besar, dengan serangkaian fitur kosmetik yang kentara. Namun tidak dengan CM Storm Resonar ini. Ia hadir sebagai sebuah in-ear headphones yang tetap ditujukan untuk memastikan pengalaman gaming Anda terasa optimal. Secara kasat mata, hampir tidak ada sisi kosmetik yang memperkuat identitas headsetnya sebagai sebuah perangkat gaming, namun tetap mampu memperlihatkan kesan sebuah produk bernilai tinggi.

Pondasi utama CM Storm Resonar dibangun dengan menggunakan bahan alumunium untuk menciptakan kualitas audio yang lebih optimal, sekaligus memastikan ia mampu bertahan untuk waktu yang cukup lama. Desain yang proporsional didukung dengan ukuran dan bahan karet penutup yang pantas untuk diacungi jempol, CM Storm Resonar akan meminimalisir semua suara yang muncul dari lingkungan luar dan memaksimalkan semua suara yang muncul dari driver. Namun ingat, seperti halnya in-ear headphone pada umumnya, telinga Anda akan butuh waktu beradaptasi sebelum bisa merasa nyaman menggunakan CM Storm Resonar. Apalagi jika Anda termasuk gamer yang tidak pernah menggunakan headphone dengan varian seperti ini sebelumnya. Namun tenang saja, CM Storm Resonar juga menyertakan tiga variasi ukuran bantal telinga untuk kebutuhan telinga Anda.

Seperti in-ear headphone pada umumnya, butuh waktu untuk beradaptasi untuk memastikan pengalaman yang lebih nyaman.
Seperti in-ear headphone pada umumnya, butuh waktu untuk beradaptasi untuk memastikan pengalaman yang lebih nyaman.
Dengan tipe kabel pipih seperti ini, Anda tidak lagi perlu dipusingkan dengan kejadian kabel kusut, yang memang harus diakui, menjengkelkan.
Dengan tipe kabel pipih seperti ini, Anda tidak lagi perlu dipusingkan dengan kejadian kabel kusut, yang memang harus diakui, menjengkelkan.

Sebutkan satu masalah klasik yang hampir selalu terjadi ketika Anda menggunakan headphone, apalagi ketika mobile? Benar sekali, kabel kusut yang selalu terjadi tanpa alasan yang jelas. Untungnya, hal ini tidak akan pernah terjadi di CM Storm Resonar ini. Desain kabel pipih yang ia suntikkan tidak hanya menambah nilai estetika, tetapi juga memastikan Anda tidak akan lagi berhadapan dengan kasus kabel kusut yang menyebalkan. Dengan pouch yang juga disertakan di dalam paket penjualan, Anda bisa menggunakan CM Storm Resonar ini untuk memperkuat PC Anda atau perangkat mobile ketika Anda tengah beraktivitas di luar ruangan.

Keputusan untuk menjadikan jack 3.5mm sebagai konektor utama memang menihilkan hadirnya dukungan perangkat lunak yang memungkinkan user untuk memodifikasi beberapa elemen suara yang ada, walaupun demikian keputusan ini justru tampil begitu tepat untuk CM Storm Resonar ini. Mengapa? Karena ia mampu menjamah semua perangkat gaming yang ada di pasaran, tanpa harus terperangkap pada identitas sebagai peripheral untuk PC semata. Dengan gamepad Nintendo Wii U dan DualShock 4 yang sudah menyematkan port jack 3.5mm yang bisa diakses dengan mudah, CM Storm Resonar bisa diandalkan untuk memaksimalkan audio yang keluar dari game-game konsol tersebut. Bahkan, ia akan mampu menawarkan atmosfer gameplay yang jauh lebih baik daripada sekedar mengandalkan suara yang keluar dari layar televisi Anda.

Dengan konektor jack 3.5mm yang ia usung, CM Storm Resonar juga bisa diandalkan di platform gaming selain PC, seperti Nintendo Wii U dan Playstation 4 yang sudah menyertakan port  3.5mm di kontroler mereka.
Dengan konektor jack 3.5mm yang ia usung, CM Storm Resonar juga bisa diandalkan di platform gaming selain PC, seperti Nintendo Wii U dan Playstation 4 yang sudah menyertakan port 3.5mm di kontroler mereka.

Salah satu keunggulan lain dari CM Storm Resonar dan desain in-ear headphone-nya adalah kepastian bahwa Anda tidak akan mengganggu kenyamanan orang lain di ruang publik, terlepas dari betapa tingginya volume suara yang Anda anggap paling nyaman. Ini menjadikannya sebagai ujung tombak yang bisa digunakan dalam beragam situasi, baik dari sekedar menikmati musik di kendaraan umum hingga bermain game kesukaan Anda di tengah malam, tanpa perlu mengganggu orang lain sama sekali. Anda bisa menikmati aktivitas kesukaan Anda tanpa lagi terhalang apapun.

Lantas seperti apa spesifikasi teknis yang ditawarkan oleh CM Storm Resonar ini?

  • Driver: 8mm driver
  • Frequency Response: 20Hz-20KHz
  • Impedance: 20Ω
  • Connector: 3.5mm headphone jack
  • Cable Length: 1.3m
Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…