Dituduh Rencanakan Perang Nuklir, Developer Game Dilaporkan ke Polisi

Gamer yang sudah begitu familiar dengan betapa fiktifnya konten yang ditawarkan oleh industri game tentu tidak akan lagi terkejut dengan serangkaian hasil proses kreatif yang ditelurkan, dari yang masih terhitung rasional hingga yang tidak bisa lagi dicerna dengan akal sehat. Beragam skenario akhir dunia menjadi salah satu formula yang paling efektif untuk membangun cerita. Kita harus berhadapan dengan megalomania, bocornya virus berbahaya, meteor, invasi makhluk asing, hingga perang nuklir. Namun bagi mereka yang awam, konsep seperti ini ternyata bisa memicu kesalahpahaman, apalagi jika Anda merupakan seorang developer game. Hal inilah yang terjadi dengan pengembang perangkat lunak – Henry Smith.
Developer asal Inggris ini terpaksa harus berhadapan dengan pihak berwajib setelah mendapatkan laporan akan aktivitas “berbahaya” yang tengah ia lakukan. Tidak main-main, ia dituduh tengah merencanakan sebuah perang nuklir antara Amerika Serikat dan Russia.

Bagaimana bisa? Ternyata berasal dari sesuatu yang sangat sepele. Desain rancang awal game Smith – Global Thermonuclear War yang akan mensimulasikan dampak bomb atom antar negara yang mengalami konflik via Google Map terpampang jelas di papan tulis rumahnya. Sayangnya, gambar rancang ini ternyata dilihat oleh sang agen perumahan yang salah mengartikan gambar ini sebagai rencana jahat Smith. Seperti yang bisa diduga, agen perumahannya langsung melaporkan masalah ini ke polisi.
Untungnya, pihak kepolisian Bristol cukup cerdas untuk tidak menanggapi terlalu serius laporan yang satu ini. Tentu saja akan sangat mengherankan jika seorang pekerja biasa yang tinggal di pinggiran kota Bristol punya akses hulu ledak nuklr dan merencanakan perang bom atom antar negara-negara raksasa di dunia.
Some people..










