Review Swing Copters: %!@#*&%#@^!!!

Reading time:
August 26, 2014
swing copters

Tidak bisa lagi diprediksi, kalimat yang satu ini tampaknya tepat untuk menggambarkan kondisi industri game saat ini. Bagaimana tidak? Terlepas dari beberapa franchise raksasa yang terus mempertahankan domniasi genre mainstream lewat tingkat penjualan yang selalu fantastis, gamer terlihat “haus” untuk menikmati game yang jauh lebih unik, bahkan jika bisa, bergerak di luar nalar. Fenomena inilah yang menjelaskan popularitas game-game seperti Surgeon Simulator dan Goat Simulator di industri game saat ini. Sementara di pasar mobile yang lebih banyak dikuasai casual gamer, fenomean ini terjadi dengan satu nama “Flappy Bird”.

Secara desain, Flappy Bird memang tidak banyak berbeda dengan sebagian besar game mobile lain yang diciptakan untuk sekedar menghabiskan waktu. Secara visual dan audio, ia sama sekali tidak menjual. Namun apa yang terjadi? Game yang diracik oleh developer asal Vietnam – Dong Nguyen ini ternyata meledak di pasaran, menjadi salah satu game yang paling diincar di platform Android dan iOS beberapa bulan yang lalu. Namun kontroversi ternyata menyeret sang developer ke dalam sebuah konflik moral. Takut bahwa gamenya justru akan membuat terlalu banyak orang teradiksi, Dong Nguyen memutuskan untuk menarik Flappy Bird dari pasaran terlepas dari popularitas yang masih cukup tinggi di kala itu. Namun ia kini kembali dengan sebuah judul game baru – Swing Copters.

Lantas, pesona seperti apa yang ditawarkan oleh game yang satu ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang “%!@#*&%#@^!” ? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Flappy Bird “Vertikal”

Jika bisa disimpulkan dengan 1 kata, Swing Copters bisa disamakan dengan
Jika bisa disimpulkan dengan 1 kata, Swing Copters bisa disamakan dengan “Flappy Bird” vertikal.

Jika ada satu kata yang bisa diguanakn untuk mendefinisikan keseluruhan gameplay yang ditawarkan oleh Swing Copters, maka “Flappy Bird Vertikal” tampaknya menjadi kalimat yang paling tepat. Seperti proyek game sebelumnya, Swing Copters juga meminta Anda untuk melewati celah rintangan yang ada tanpa batas. Untuk setiap satu rintangan yang terlewati, Anda akan mendapatkan satu ekstra point. Tidak ada akhir game, tujuan utama memainkan Swing Copters hanya didorong oleh dua motif utama: rasa penasaran dan tentu saja kebanggaaan ketika membandingkan skor dengan teman yang lain di fitur Leaderboards. Selebihnya? Anda akan berhadapan dengan gameplay repetitif yang tidak memberikan celah pada kesalahan sekecil apapun.

Yang membuat Swing Copters berbeda dengan Flappy Bird adalah tingkat laku sang karakter utama – si helikopter kecil ini. Jika di Flappy Bird, gravitasi mendorong si burung jatuh dan Anda harus memastikannya tetap melayang di sudut dan ketinggian yang tepat, maka Swing Copters menawarkan tantangan yang berbeda. Sang helikopter ini akan secara konsisten terus bergerak ke satu arah yang sama, hingga Anda melakukan tap dan memerintahnya untuk berubah haluan. Dengan sedikit animasi perpindahan arah, perhitungan menjadi sesuatu yang esensial. Anda harus memasitkan si helikopter tidak bergerak di luar haluan yang dibutuhkan dengan secara aktif memosisikannya di arah yang tepat. Secara aktif melakukan tapping justru bisa berujung mimpi buruk. Yang dibutuhkan hanyalah timing yang tepat.

Berbeda dengan Flappy BIrd yang bergerak jatuh karena gravitasi, helikopter mini di Swing Copters ini akan terus bergerak ke kiri dan kanan secara konsisten sampai Anda meminta mereka berubah haluan dengan melakukan tapping.
Berbeda dengan Flappy BIrd yang bergerak jatuh karena gravitasi, helikopter mini di Swing Copters ini akan terus bergerak ke kiri dan kanan secara konsisten sampai Anda meminta mereka berubah haluan dengan melakukan tapping.
Di awal rilisnya, hampir mustahil untuk menikmati game ini karena cacat desain di sisi gameplay. Untungnya, keluhan gamer ini akhir mendorong Dong Nguyen melakukan update besar-besaran, mengubah sedikit desain level dan gerakan yang lebih responsif.
Di awal rilisnya, hampir mustahil untuk menikmati game ini karena cacat desain di sisi gameplay. Untungnya, keluhan gamer ini akhir mendorong Dong Nguyen melakukan update besar-besaran, mengubah sedikit desain level dan gerakan yang lebih responsif.

Di awal rilisnya, Swing Copters adalah sebuah mimpi buruk, yang justru terlihat seperti sebuah game yang mengalami cacat desain yang fatal. Bagaimana tidak? Dengan ekstra tantangan dua pendulum yang mengayun aktif di kedua sisi, celah yang sempit antara tiap penghalanga dan antar baris penghalang satu sama lain, membuatnya terlihat mustahil untuk diselesaikan. Bahkan untuk mencapai skor 1-2 poin saja, Anda bisa menghabiskan waktu lebih dari 30 menit. Review negatif mengalir di halaman Google Play Swing Copters, yang semuanya berujung pada keluhan yang sama. Bahwa game ini terlalu sulit dari sisi desain, sulit dinikmati, dan sekedar menawarkan rasa frustrasi. Dong Nguyen tampaknya mendengar keluhan ini dan langsung mengeluarkan update terbaru beberapa jam sebelum review ini ditulis. Beberapa perubahan signifikan kini membuat Swing Copters ini menjadi jauh lebih bisa dinikmati.

Daripada di seri awal, update terbaru membuat game ini menjadi jauh lebih bisa dinikmati.
Daripada di seri awal, update terbaru membuat game ini menjadi jauh lebih bisa dinikmati.

Mempertinggi bar halangan pertama untuk membantu gamer mendapatkan timing yang lebih baik, memperluas lebar jarak “gerbang” yang harus dilewati, kontrol yang jauh lebih repsonsif ketika Anda meminta sang helikopter mini berubah haluan, serta gerak pendulum yang lebih lambat tidak lagi membuat Swing Copters terlihat sebagai sebuah game yang mustahil. Perjuangan untuk menjadi yang terbaik kini lebih didasarkan pada kecekatan dan kecermatan unituk menentukan timing bergerak, bukan lagi sekedar karena desain yang menihilkan semua usaha Anda.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 27, 2021 - 0

Review House of Ashes: Selangkah Lebih Baik!

Ambisius adalah kata yang tepat untuk menjelaskan apa yang tengah…
October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…