Developer Subnautica 2 Tanggapi Kritik Terkait Monster Predator
Unknown Worlds akan membenahi predator dan balancing Subnautica 2 sambil mempertahankan filosofi survival khas franchise ini selama Early Access.
Tidak bisa dipungkiri bahwa fase Early Access selalu menjadi ujian sesungguhnya bagi sebuah game yang baru rilis. Bukan hanya soal bug atau performa, tetapi juga bagaimana developer merespons kritik pemain terhadap fondasi gameplay yang mereka bangun. Tampaknya hal serupa juga sedang dihadapi oleh Unknown Worlds, lewat game Subnautica 2.
Setelah mencatat performa memuaskan dengan penjualan lebih dari satu juta copy dan jumlah pemain yang melampaui game pertamanya, Unknown Worlds akhirnya merilis surat terbuka kepada komunitas. Melalui pesan tersebut, studio ini menjelaskan tiga fokus utama yang akan menjadi prioritas pembenahan selama masa Early Access.

Fokus terbesar mereka tentu tertuju pada keseimbangan dan perilaku monster predator di sana. Banyak pemain mengeluhkan bahwa bertemu dengan predator tersebut terasa lebih menjengkelkan daripada menegangkan. Masalah utamanya terletak pada alat pertahanan yang dinilai kurang efektif, tidak jelas fungsinya, atau tidak memberikan kepuasan saat digunakan.
Menanggapi kritik tersebut, developer berjanji akan melakukan serangkaian penyesuaian secara bertahap melalui patch mendatang. Perubahan ini mencakup tingkat agresivitas makhluk, jarak deteksi, efektivitas flare, kemampuan Survival Tool, hingga interaksi predator dengan kendaraan dan base milik pemain.
Namun seperti yang sudah menjadi identitas seri ini sejak awal, Unknown Worlds tetap menegaskan bahwa Subnautica bukanlah game survival dengan fokus pada pertempuran. Penegasan itu merupakan jawaban terhadap salah satu permintaan terbesar komunitas, yaitu opsi untuk membunuh predator secara langsung. Developer menilai bahwa kekuatan franchise ini justru terletak pada rasa rentan, eksplorasi, dan perjuangan untuk bertahan hidup, bukan memburunya seperti pada game action lain.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pihak developer tidak berniat mengubah filosofi dasar Subnautica hanya demi memenuhi semua permintaan komunitas. Sebaliknya, mereka ingin memastikan bahwa setiap pertemuan dengan predator terasa adil, mudah dipahami, dan tetap menegangkan tanpa menghilangkan identitas unik game tersebut.
Fokus ketiga berkaitan dengan pendekatan Subnautica 2 terhadap Early Access itu sendiri. Studio tersebut menekankan bahwa proses ini bukan sekadar sarana mengumpulkan laporan bug, melainkan bentuk kolaborasi aktif dengan komunitas. Tidak semua saran akan diterapkan, tetapi mereka berkomitmen untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan menjelaskan alasan di balik setiap keputusan yang dibuat.
Dengan sejumlah patch yang dijanjikan hadir dalam beberapa minggu ke depan, tinggal dilihat apakah perubahan ini mampu membuat pengalaman bertahan hidup di bawah laut planet asing itu akan terasa lebih memuaskan tanpa mengorbankan karakter khas Subnautica.
Bagaimana menurut Anda mengenai pernyataan dari developer Subnautica 2 itu? Apakah Anda juga berpendapat Subnautica 2 sebaiknya tetap mempertahankan pendekatan survival tanpa combat, atau justru memberikan pemain kebebasan untuk melawan predator secara langsung?










