25 GB Data Assassin’s Creed Unity Hanya Untuk Cahaya?

Reading time:
October 16, 2014
ac unity story10

Waktu rilis yang kian mendekat, dan Ubisoft masih tutup mulut tentang spesifikasi PC seperti apa yang harus dipersiapkan oleh gamer untuk dapat menikmati seri Assassin’s Creed generasi terbarunya – Unity secara optimal. Terlepas dari hype yang tetap bertahan kuat, Unity justru sempat memancing kontroversi minggu lalu setelah komentar mengenai usaha untuk menyamaratakan kualitas versi Playstation 4 dan Xbox One, terlepas dari fakta bahwa konsol Sony memang lebih kuat di atas kertas. Setelah kritik pedas menerjang, Ubisoft membantah bahwa mereka sengaja melakukan hal tersebut dan menyebut bahwa kualitas 900p 30fps yang ia usung belum final. Namun kita selalu bisa mengandalkan dunia maya untuk mencari sumber-sumber informasi menarik terkait game yang kita inginkan. Yang terbaru hadir dari siaran podcast media gaming ternama – Giantbomb.

Dalam acara yang disiarkan tanggal 14 Oktober 2014 kemarin, kru Bombcast mendapatkan sebuah email yang diklaim berasal dari “orang dalam” Ubisoft yang tengah mengembangkan Assassin’s Creed Unity. Cek ulang yang dilakukan ke beberapa developer yang lain menjadi konfirmasi tidak langsung mengenai sosok sumber informasi yang masih dirahasiakan ini. Lewat pernyataan tidak resmi mereka, “orang dalam” Ubisoft ini memberikan sedikit insight betapa sulitnya mengembangkan Assassin’s Creed Unity untuk Playstation 4 dan Xbox One.

Ia mengeluh bahwa mengejar kualitas 900p Assassin’s Creed Unity untuk Playstation 4 dan Xbox One adalah pekerjaan yang sangat sulit. Ia menyebut bahwa 9 bulan yang lalu, game ini hanya bisa berjalan maksimal di 9fps untuk kedua platform, karena keinginan untuk mengejar kualitas visual. Assassin’s Creed Unity ia klaim mendapatkan proses optimalisasi gila-gilaan untuk bisa berjalan di sebuah konsol yang berusia sangat muda.

Sumber informasi yang mengklaim dirinya merupakan
Sumber informasi yang mengklaim dirinya merupakan “orang dalam” Ubisoft menyebut bahwa AC: Unity memuat lebih dari 50 GB data. Menariknya lagi? Ia mengaku bahwa setengah dari data tersebut “hanya” digunakan untuk data tata cahaya yang ada.

Dengan jumlah konten, ribuan NPC yang Anda temui, Unity mencapai kualitas game generasi terbaru yang belum pernah dicapai sebelumnya. Menariknya lagi? “Orang dalam” Ubisoft ini juga membandingkan Unity dengan game baru racikan Monolith – Shadow of Mordor. Ia mengakui bahwa Mordor memang berhasil menawarkan mekanik gameplay yang inovatif, namun kualitas grafisnya masih belum bisa menandingi Unity.

Ia juga berkomentar bahwa salah satu kekuatan Assassin’s Creed Unity terletak pada teknologi tata cahaya dunia yang ia tawarkan. Mendorong kualitas visualisasi yang benar-benar memesona, kedalaman dan efek cahaya yang ia tawarkan diklaim sesuatu yang belum pernah Anda lihat dan temukan di game manapun sebelumnya, bahkan mampu mengalahkan game eksklusif milik Sony – Infamous: Second Son. “Orang dalam” ini juga memberikan sedikit insight tentang ukuran game yang ada. Ia menyebut bahwa Assassin’s Creed Unity dibangun dengan jumlah data sekitar 50 GB. Yang lebih mengejutkan? Ia mengaku, lebih dari setengah data tersebut – 25 GB dialokasikan hanya untuk data tata cahaya yang menjadi kekuatan Unity ini.

Lantas, seberapa valid klaim email “orang dalam” ini? Tidak ada yang bisa membuktikan hingga Ubisoft sendiri angkat bicara dan mengeluarkan komentar resmi terkait hal ini. Untuk sementara, menjadi sesuatu yang bijak untuk melihatnya sebagai sebuah “rumor” belaka. Benar atau tidak? Waktu yang akan membuktikan.

Oh yeah Ubisoft, can we get the PC official requirements for AC: Unity, please? 4 weeks and counting down..

Source: NeoGaf

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…