Battlefield: Hardline Terinspirasi dari Film Batman

Reading time:
October 14, 2014
Battlefield-Hardline-Gameplay-_5

Mendengar feedback yang muncul setelah masa beta yang berjalan cukup lama, EA dan developer yang melambung namanya karena game survival horror – Dead Space, Visceral Games akhirnya memutuskan untuk menunda rilis Battlefield Hardline. Sempat direncanakan akan meluncur bulan Oktober 2014 ini, Hardline “ditenda” ke jendela rilis awal tahun 2015 mendatang. Kebijakan ini tentu saja cukup aneh, mengingat untuk pertama kalinya, EA tidak akan melemparkan kompetitor apapun untuk bersaing dengan franchise FPS andalan Activision – Call of Duty tahun ini. Namun langkah ini dianggap perlu untuk memastikan Hardline tampil optimal. Satu yang menjadi fokus? Mode single player yang ada.

General Manager Visceral – Steve Papoutsis tampaknya sangat mengerti bahwa Hardline adalah sebuah seri yang berbeda dibandingkan dengan seri-seri Battlefield selama ini. Tema petempuran antara polisi dan perampok yang ia usung ternyata terinspirasi dari banyak film aksi serupa di masa lalu. Salah satunya? Adegan perampokan bank fenomenal yang dilakukan Joker di The Dark Knight dari Nolan. Tidak hanya Batman, ia juga senang dengan Pulp Fiction, Die Hard, dan Heat. Inilah yang menjadi inspirasi utama Hardline. Visceral sendiri mengaku sangat tertarik untuk mengeksplorasi tema ini lebih jauh.

Visceral mengaku The Dark Knight dari Nolan merupakan salah satu inspirasi kuat untuk Battlefield Hardline.
Visceral mengaku The Dark Knight dari Nolan merupakan salah satu inspirasi kuat untuk Battlefield Hardline.

Lantas, apakah inspirasi ini akan terlihat jelas di versi video gamenya nanti? Satu-satunya cara untuk membuktikan hanyalah dengan menjajal game ini nantinya di awal tahun 2015 mendatang. Battlefield Hardline rencananya akan meluncur untuk Playstation 3, Playstation 4, Xbox 360, Xbox One, dan tentu saja – PC.

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…