Dev. Hatred Tegaskan Game Mereka Bukan Simulator!

Reading time:
October 23, 2014
Hatred the game (2)

Kontroversi dengan begitu banyak reaksi negatif yang mengemuka, developer asal PolandiaDestructive Creations tampaknya memang sudah mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan hal ini ketika mengumumkan game perdana mereka – Hatred. Bagaimana tidak? Mereka memutuskan untuk membawa isu sensitif ke ranah yang lebih “gila” dan bahkan menjadikanya sebagai nilai jual utama. Hatred akan meminta Anda berperan sebagai seorang psikopat tanpa motif jelas yang hanya memiliki sekedar rasa benci. Misi utamanya? Membantai orang-orang tidak bersalah dengan rentetan peluru senapan mesin, bahkan juga dengan gaya eksekusi sinematik yang brutal. Walaupun banyak media dan gamer yang “mengutuk” game ini, developer Hatred tetap tidak bergeming. Mereka menjelaskan sikap mereka.

Dalam wawancaranya dengan situs gaming – Gamona.de, Jaroslaw Zielinski dari Destructive Creations menjelaskan latar belakang dan sikap mereka terkait Hatred. Satu yang pasti, mereka tidak akan menarik diri hanya karena reaksi negatif yang muncul di industri game. Mengaku terinspirasi dari seri original Postal, mereka menegaskan bahwa Hatred tidak didesain untuk membenarkan pembunuhan atas orang sipil. Namun memang konsep utama game ini adalah membunuh, dan mereka tidak ingin “membungkus”-nya dengan nilai moral semua. Tidak banyak berbeda dengan GTA yang karakter utamanya membunuh karena serakah, karakter utama di Hatred beraksi karena motif rasa benci. Itu saja, jelas Zielinski.

Developer game Hatred menegaskan bahwa sebagian besar game saat ini berfokus pada gameplay yang meminta Anda untuk membunuh orang lain. Hatred hanya hadir dengan konsep yang lebih
Developer game Hatred menegaskan bahwa sebagian besar game saat ini berfokus pada gameplay yang meminta Anda untuk membunuh orang lain. Hatred hanya hadir dengan konsep yang lebih “jujur”

Menanggapi ketakutan bahwa Hatred akan membuat citra gamer terlihat sebagai orang yang cinta kekerasan, Zielinski menyebut bahwa pandangan seperti ini terlalu berlebihan. Ia menyebut bahwa sebagian besar game saat ini semuanya berfokus pada membunuh orang lain. Yang mereka lakukan di Hatred, hanya menyajikannya secara sederhana dan jujur. Ia juga yakin, dengan bukti yang sudah ada, bahwa kontroversi tidak akan membuat industri game tewas begitu saja. Ia juga menegaskan bahwa Hatred bukanlah sebuah game simulator pembunuhan, tetapi sebuah game arcade yang didesain untuk bersenang-senang. Selain Postal, ia juga mengaku terinspirasi dari film-fim Hollywood seperti Rampage dan Natural Born Killers.

Beberapa saran memang sempat mengemuka, meminta Destructive Creations untuk mengubah tema game ini menjadi sekedar “pembantaian” Zombie, namun Zielinski menolak menyanggupi permintaan tersebut. Ia secara jujur mengaku bahwa jika tema ini diubah, orang-orang mungkin tidak akan pernah mendengar nama Hatred sebelumnya. Sebagai sebuah tim developer kecil dengan dana yang sangat terbatas, kontroversi menjadi sarana marketing yang begitu efektif untuk mempopulerkan game ini ke seluruh dunia. Berhadapan dengan “media” Amerika yang sensitif setelah  beragam kasus penembakan di area publik dan ancaman terhadap itu, Zielinski secara tegas menegaskan bahwa kasus seperti ini tidak pernah terjadi di Polandia dan tidak menginspirasi mereka sama sekali.

Mereka tidak ingin gamer berusaha mengenal, memahami, atau melakukan justifikasi terhadap aksi sang karakter utama.
Mereka tidak ingin gamer berusaha mengenal, memahami, atau melakukan justifikasi terhadap aksi sang karakter utama.

Di wawancara yang sama pula, Zielinski menegaskan bahwa terlepas dari tujuh buah misi yang harus Anda selesaikan di Hatred, Anda tidak akan pernah punya kesempatan untuk mengenal sosok karakter utamanya lebih dalam. Mereka tetap ingin mempertahankan sosoknya sebagai seorang pembunuh psikopat yang misterius. Ia tidak ingin gamer berusaha memahami, mengerti, bersimpati, atau bahkan berusaha melakukan justifikasi atas apa yang ia lakukan. Ia hanya ingin gamer melihatnya sebagai seorang “senjata pemusnah massal” tanpa jiwa dan bersenang-senang dengannya. Ia tidak ingin karakter utama ini dilihat sebagai seorang yang terlalu manusiawi.

Hatred sendiri akan dirilis tahun 2015 mendatang, sementara eksklusif untuk PC.

Bagiamana dengan Anda sendiri? Apakah penjelasan yang dilemparkan oleh developer ini kian membuat Anda menantikan game yang satu ini? Atau Anda tetap melihatnya sebagai sebuah game “simulator” pembunuhan massal yang menjijikkan?

Source: Gamona

 

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…