Review Asus Strix Claw: Kekuatan di Desain Ergonomis!

Reading time:
November 18, 2014
Asus Strix Claw
Asus Strix Claw

Sebagian besar dari Anda tentu saja mengenal brand raksasa – ASUS, yang produk perang kerasnya begitu bervariasi, dari komponen PC hingga notebook gaming dengan kemampuan yang tidak perlu diragukan lagi. Namun siapa yang menyangka bahwa ASUS juga tampaknya mulai tertarik untuk masuk ke dalam pasar peripheral gaming – di luar brand ROG – lewat rangkaian produk “Strix” yang ia miliki. Strix sendiri berarti burung hantu dalam bahasa klasik Yunani, yang akhirnya dipresentasikan ASUS sendiri sebagai logo dari beragam perangkat yang mengusung nama ini. Dengan dua mata burung hantu yang menjadi highlight utama, ASUS memulai langkah pertamanya. Salah satu yang menjadi produk andalan utama – sebuah mouse gaming bernama Claw.

Tidak hanya mouse gaming – Strix Claw saja yang akhirnya berkesempatan untuk dijajal oleh JagatPlay di kesempatan review ini. Kami juga mengkombinasikannya dengan dua buah mouse pad terpisah – Glide Speed dan Glide Control yang juga hadir dari jajaran produk Strix untuk mendapatkan pengalaman yang lebih optimal. Jadi review kali ini akan membahas ketiga produk yang dijual secara terpisah tersebut.

Desan dan Fitur

Strix Claw hadir dengan bentuk yang cukup konvensional. Dibalut warna hitam, kesan elegan juga mengalir dari sisi kosmetiknya yang tidak berlebihan.
Strix Claw hadir dengan bentuk yang cukup konvensional. Dibalut warna hitam, kesan elegan juga mengalir dari sisi kosmetiknya yang tidak berlebihan.

Dengan bentuk konvesional dan warna hitam yang menyelimutinya, kesan elegan mengalir kuat dari Strix Claw ini. Ukuran yang cukup proporsional dengan bahan plastik sebagai material utama membuatnya tidak terlihat begitu mencolok sebagai sebuah mouse gaming, apalagi dalam kondisi tidak terkoneksi dengan PC Anda. Namun tenang saja, Anda yang memimpikan sebuah peripheral yang mampu mendukung identitas Anda sebagai seorang gamer, Strix Claw hadir dengan fitur kosmetik yang cukup untuk memastikan fungsi tersebut berjalan. Terkoneksi ke PC, dan Anda akan menemukan beberapa LED berwarna orange yang tersemat di beberapa bagian mouse, termasuk logo kerennya di bagian belakang mouse. Logo berbentuk tak ubahnya mata burung hantu yang mengawasi Anda dari kegelapan tercermin di sana.

Strix sendiri dalam bahasa Roma / Greek klasik berarti burung hantu. Dan ASUS menciptakan sebuah logo yang cukup untuk merepresentasikan identitas tersebut.
Strix sendiri dalam bahasa Roma / Greek klasik berarti burung hantu. Dan ASUS menciptakan sebuah logo yang cukup untuk merepresentasikan identitas tersebut.
Hadir layaknya sebagian besar mouse gaming saat ini, ada ekstra tiga tombol disematkan di bagian kiri mouse.
Hadir layaknya sebagian besar mouse gaming saat ini, ada ekstra tiga tombol disematkan di bagian kiri mouse.

Sementara dari desain secara keseluruhan, Strix Claw mengusung jumlah tombol yang hampir sama dengan sebagian besar mouse gaming yang tersebar di pasaran saat ini. Dua buah tombol klik standar, sebuah scroll wheel di bagian tengah, dua tombol kecil di bagian tengah untuk mengatur tingkat sensitivitas mouse secara instan, dan tiga ekstra tombol di bagian kiri yang bisa dimaksimalkan untuk beragam fungsi sesuai dengan kebutuhan Anda. Strix Claw memang didesain untuk tampil ergonomis bagi gamer yang menjadikan tangan kanan sebagai tangan gaming utama mereka. Nyaman, Anda juga tidak akan merasa sensas canggung ketika berusaha mengakses semua tombol yang berada dalam jangkauan jari Anda ini.

Lantas spesifikasi seperti apa yang akan diusung oleh Asus Strix Claw ini? Berikut adalah spesifikasi yang mereka sertakan di situs resmi mereka:

  • 5000 DPI high-precision, gaming-tuned optical sensor
  • True 1:1 tracking and angle-snap-free capability
  • Instant DPI switches with four DPI stages and additional DPI clutch
  • Three independently programmable buttons
  • Right-handed ergonomics
  • Japanese-made Omron D2F-01F switches
  • Angled braided-fiber cable
  • Software and plug-and-play hardware modes

Asus Strix Claw, Seberapa Nyaman?

Asus Strix Claw, Seberapa Nyaman?
Asus Strix Claw, Seberapa Nyaman?

Pada akhirnya, kenikmatan menggunakan sebuah peripheral gaming tidak selalu mengakar pada seberapa efektif dan kaya fitur yang ia sandang, namun pada seberapa mampu ia menawarkan kenyamanan untuk mengakomodasi gerakan tangan Anda yang intens selama menjalani beberapa jam sesi gaming. Untuk urusan yang satu ini, Strix Claw memperlihatkan tajinya. Desainnya terhitung sangat ergonomis untuk memastikan gesture tangan Anda berada di posisi terbaik, terlepas dari preferensi gaya grip Anda. Ia memang mengusung nama “Claw” di dalamnya, namun percayalah, ia juga tetap akan sama nyamannya digunakan untuk Anda – gamer PC yang lebih terbiasa untuk Palm Grip. Sayangnya, ada sedikit kekurangan dari pemilihan bahan plastik yang menutupi mouse ini secara keseluruhan. Bagian kedua sisinya agak terasa licin, apalagi ketika Anda tengah yang tengah dipacu adrenalin tinggi, menggenggam mouse ini terlalu kuat. Seandainya saja mereka menyuntikkan sedikit ekstra bahan karet di kedua sisi untuk meminimalisir efek tersebut.

Walaupun mengusung nama
Walaupun mengusung nama “Claw” di dalamnya, Strix Claw menawarkan desain ergonomis super nyaman untuk mengakomodasi kebutuhan gaming Anda, terlepas gaya grip yang menjadi preferensi Anda – claw ataupun palm.
Bahan plastik sebagai material utama menjadi catatan tersendiri. Grip mudah terasa licin, apalagi dengan absennya bahan karet untuk meminimalisir efek tersebut di kedua sisi.
Bahan plastik sebagai material utama menjadi catatan tersendiri. Grip mudah terasa licin, apalagi dengan absennya bahan karet untuk meminimalisir efek tersebut di kedua sisi.
Dengan Omron Switch yang ia usung sebagai teknologi utama, tidak ada keraguan soal performa yang ia usung.
Dengan Omron Switch yang ia usung sebagai teknologi utama, tidak ada keraguan soal performa yang ia usung.

Tombol yang ditawarkan juga hadir dalam posisi yang nyaman untuk diakses, tanpa ada rasa canggung sama sekali. Scroll Wheel yang diusung juga bisa diandalkan untuk proses navigasi cepat, apalagi ketika Anda melakukan browsing, tanpa memperlihatkan masalah sama sekali. Dengan Omron Switch yang dijadikan sebagai basis teknologi untuk kedua tombol kliknya, Anda tidak perlu mencemaskan soal daya tahan atau seberapa akurat Strix Claw mentranslasikan input perintah Anda sebagai sebuah aksi di dalam video game. Secara performa keseluruhan, tidak ada celah yang akan membuat Anda meragukan seberapa baiknya Strix Claw ini berfungsi, tentu saja ketika memainkan fungsi sesuai dengan perannya sendiri. Dengan beragam pilihan tingkat sensitivitas yang bisa diakses dengan mudah, Anda bisa menyesuaikan diri dengan genre apapun yang tengah Anda hadapi.

Asus juga menawarkan dua varian mouse dari jajaran
Asus juga menawarkan dua varian mouse dari jajaran “Strix” – Glide Speed dan Glide Control untuk memaksimalkan penggunaan mouse Anda. Tentu saja sebagai produk yang dijual terpisah.
Anda bisa melihat perbedaan tekstur yang jelas di antara kedua varian mouse pad. Speed seperti namanya menawarkan kecepatan, sementara Control mendukung presisi gerakan.
Anda bisa melihat perbedaan tekstur yang jelas di antara kedua varian mouse pad. Speed seperti namanya menawarkan kecepatan, sementara Control mendukung presisi gerakan.

Berbicara dengan tingkat sensitivitas, ASUS sebenarnya menawarkan solusi ekstra bagi Anda yang memang membutuhkan tingkat presisi yang lebih tinggi, apalagi jika berfokus pada genre gaming tertentu. Tidak hanya mouse, mereka juga menawarkan dua varian mousepad – Glide Speed dan Glide Control. Seperti mousepad kebanyakan, Glide Speed didesain dengan bahan yang memastikan gesekan seminim mungkin pada permukaan mouse, menghasilkan gerakan yang lebih cepat, halus, bebas hambatan. Sementara Glide Control yang hadir dengan permukaan lebih keras menawarkan akurasi gerakan yang lebih tinggi. Dengan ukuran yang sama dan luas permukaan yang cukup untuk memfasilitasi gerakan mouse yang Anda cepat dan mungkin membutuhkan ruang cukup banyak, kedua mousepad ini menjadi pendukung performa Strix Claw yang maksimal.

Walaupun ada catatan sendiri yang kembali mengakar pada material plastik utamanya. Dengan tanpa adanya kesempatan untuk memodifikasi berat yang ada, Strix Claw mungkin akan terasa sebagai mouse yang cukup ringan, apalagi jika Anda termasuk gamer PC yang cukup sensitif dengan masalah yang satu ini. Desain ergonomisnya yang lebih ditekankan pada gamer tangan kanan juga membuat mouse ini tidak akan nyaman digunakan untuk gamer kidal yang lebih mengandalkan tangan kiri mereka.

Dengan minimnya opsi untuk mengatur berat, Strix Claw ini mungkin akan terasa ringan bagi beberapa gamer, apalagi dengan bahan plastik yang ia usung.
Dengan minimnya opsi untuk mengatur berat, Strix Claw ini mungkin akan terasa ringan bagi beberapa gamer, apalagi dengan bahan plastik yang ia usung.
Tidak ada keraguan soal performanya ketika dijajal untuk gaming. Mengkombinasikannya dengan dua varian mouse pad yang ada untuk genre yang berbeda terbukti menghasilkan pengalaman bermain yang lebih mantap.
Tidak ada keraguan soal performanya ketika dijajal untuk gaming. Mengkombinasikannya dengan dua varian mouse pad yang ada untuk genre yang berbeda terbukti menghasilkan pengalaman bermain yang lebih mantap.

Kami tentu saja menjadikan dua game dari dua genre untuk menguji tidak hanya mouse Strix Claw ini, tetapi juga kedua versi mousepad Glide yang ditawarkan oleh ASUS – DOTA 2 untuk MOBA dan Call of Duty: Advanced Warfare untuk FPS, tentu saja. Seperti yang kita tahu, game seperti DOTA 2 memang sangat menggantungkan diri pada seberapa cepat dan efektif Anda untuk beradaptasi dengan kondisi pertarungan yang ada, dimana kesadaran pada apa yang terjadi di map menjadi kunci utama. Kombinasi Strix Claw dan Glide Speed memastikan hal tersebut berjalan maksimal. Akurasi gerakan mouse yang tinggi, minim kesalahan, dan permukaan Glide Speed yang cukup licin mengakomodasi kebutuhan tersebut. Sementara untuk Call of Duty: Advanced Warfare yang sangat bergantung pada akurasi gerakan kecil mouse yang Anda lontarkan, kombinasi Strix Claw dan Glide Control menjadi pasangan ternyaman untuk tangan kami. Headshot cepat dengan gerakan mouse yang terkontrol? Tentu saja bisa. Secara garis besar, Strix Claw menjalankan tugasnya sebagai mouse gaming dengan sangat baik di sini.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…