Menjajal Evolve – Big Alpha: Potensial Tetapi Rapuh!

Reading time:
November 4, 2014
Evolve Big Alpha jagatplay (2)

Turtle Rock Studios memang sudah membuktikan diri sebagai developer yang mampu menghasilkan game multiplayer jempolan, seperti yang mereka tawarakn di seri pertama Left 4 Dead. Saling bahu-membahu, berusaha untuk bertahan hidup di tengah terjangan zombie yang berlari cepat, datang dalam jumlah masif, bersama dengan spesies lain yang tidak kalah mematikan, Left 4 Dead mengubah cara bagaimana sebuah game multiplayer kooperatif seharusnya dioperasikan. Dan kini, setelah penantian yang cukup lama, Turtle Rock Studios akhirnya memperkenalkan game terbaru mereka yang mendapatkan antisipasi sangat tinggi – Evolve. Seperti yang sempat mereka lakukan sebelumnya, Evolve juga hadir dengan mekanik yang cukup unik.

Pertempuran 5 orang, 4 tergabung sebagai manusia bernama “Hunter”, dan 1 orang lainnya berperan sebagai sang monster raksasa yang harus ditundukkan. Konsep inilah yang berusaha dijual oleh Evolve. Presentasi yang mereka lakukan di berbagai event gaming raksasa selama pertengahan tahun 2014 yang lau menghasilkan reaksi yang sangat positif, bahkan berhasil menjadikan Evolve sebagai game-game terbaik dari  beragam kategori. Setelah berhadapan dengan rasa penasaran yang cukup tinggi, kesempatan untuk menjajal semua klaim tersebut akhirnya tiba. Turtle Rock Studios menyelenggarakan sebuah event bernama “Big Alpha” yang memungkinkan banyak gamer yang sudah mendaftar terlebih dahulu, untuk bergabung dan mencicipi game yang satu ini. Tujuannya? Tentu saja memastikan server mereka siap pada saat rilis awal tahun 2015 mendatang, dan mengumpulkan feedback dari apa yang disukai dan tidak disukai oleh para gamer.

Memainkan game ini lebih dari 30 pertempuran, selama 5 jam lebih, bagaimana impresi pertama yang ditawarkan oleh Evolve? Apa saja yang kami sukai dan tidak sukai dari pengalaman pertama Evolve ini? Impresi singkat ini akan membantu Anda mendapatkan gambaran lebih jelas.

Berburu atau Diburu?

4 vs 1 - 4 orang yang berperan sebagai satu tim Hunters dan 1 orang ekstra sebagai monster - sang musuh utama, inilah pengalaman utaman yang ingin ditawarkan ole Evolve.
4 vs 1 – 4 orang yang berperan sebagai satu tim Hunters dan 1 orang ekstra sebagai monster – sang musuh utama, inilah pengalaman utaman yang ingin ditawarkan ole Evolve.

4 orang vs 1 monster, iniilah tagline utama inilah yang dipilih oleh Turtle Rock Studios untuk menjelaskan sensasi seperti apa yang ditawarkan oleh Evolve ini sendiri. Empat orang yang bergabung ke dalam satu tim, harus bertempur mati-matian melawan sebuah monster raksasa, yang juga punya kesempatan untuk berkembang lebih kuat seiring dengan waktu dan aktivitas yang ia lakukan. Pertempuran yang dilakukan untuk menjawab satu pertanyaan besar “Siapa yang sebenarnya diburu, dan siapa yang sebenarnya berburu?”.

Sebelum membahas lebih jauh mekanik gameplay utama dan pengalaman seperti apa yang Anda dapatkan ketika memainkan kedua sisi bertolak belakang ini, ada satu hal yang sudah membuat kami jatuh hati pada Evolve sejak pertama kali. Dengan ratusan ribu orang yang berusaha menikmati game ini, dengan preferensinya masing-masing, Evolve bisa berujung mimpi buruk jika permainan selalu berakhir dengan hasil beberapa gamer ternyata tidak menggunakan kelas Hunter atau bahkan monster, seperti yang ia harapkan selama ini. Turtle Rock Studios tampaknya sangat menyadari potensi bahaya yang satu ini, dan mengaplikasikan sebuah mekanik, yang menurut kami sangat cerdas. Sekaligus menjadi bukti bagaimana game ini dibangun dengan proses perencanaan yang matang.

Dengan preferensi masing-masing gamer, Evolve bisa jadi mimpi buruk jika setiap gamer ngotot berusaha mendapatkan peran yang paling ia favoritkan, apalagi jika menggunakan sistem
Dengan preferensi masing-masing gamer, Evolve bisa jadi mimpi buruk jika setiap gamer ngotot berusaha mendapatkan peran yang paling ia favoritkan, apalagi jika menggunakan sistem “siapa cepat dia dapat”. Untungnya, Turtle Rock Studios sudah mengantisipasi hal ini.
Jawabannya sederhana tetap sangat efektif: skala prioritas peran. Mekanik yang berjalan nyaris sempurna untuk memastikan Anda berada di match yang memang membutuhkan peran yang paling Anda inginkan.
Jawabannya sederhana tetap sangat efektif: skala prioritas peran. Mekanik yang berjalan nyaris sempurna untuk memastikan Anda berada di match yang memang membutuhkan peran yang paling Anda inginkan.

Anda bisa bayangkan apa yang terjadi jika 5 player yang bergabung di ruang yang sama ternyata semuanya lebih ahli memainkan sang monster, dan tidak pernah bisa menikmati Evolve jika dipaksa bermain sebagai Hunter? Jika mereka salah menawarkan mekanik, Evolve bisa berakhir menjadi ajang “lomba memilih” role dengan satu gamer berakhir mendapatkan monster yang memang ia inginkan, dan 4 lainnya berujung memainkan karakter yang tidak mereka kuasai. Dengan permainan yang selesai jika salah satu pihak tewas, Evolve akan sulit untuk dinikmati. Untungnya, Turtle Rock Studios memahami potensi masalah yang satu ini. Sebelum Anda memilih untuk bergabung di room tertentu, Anda akan diminta untuk menyusun kelima peran ini dalam sebuah skala prioritas, dengan posisi pertama sebagai peran yang paling diinginkan dan posisi kelima sebagai yang paling tidak diinginkan. Proses matchmaking yang terjadi akan berusaha menempatkan Anda di peran yang paling Anda favoritkan, bersama dengan gamer lain yang juga menyusun skala prioritas peran mereka yang berbeda. Sejauh yang kami mencicipinya, sistem ini sangat berhasil menjalankan tugasnya.

Tentu saja, selayaknya sebuah masa alpha, konten yang ditawarkan di masa ini sangat terbatas dibandingkan versi finalnya nanti.
Tentu saja, selayaknya sebuah masa alpha, konten yang ditawarkan di masa ini sangat terbatas dibandingkan versi finalnya nanti.

Dengan pertempuran 4 vs 1 seperti ini,  bisa diprediksi bahwa pertempuran akan berakhir jika salah satu pihak mampu “memusnahkan” pihak yang lain. Para Hunters didorong untuk membasmi sang monster dengan beragam kemampuan dan senjata yang mereka miliki. Sementara sang Monster bisa memenangkan pertempuran dengan dua cara, membunuh para Hunters atau menghancurkan sebuah power Relay yang hanya bisa diakses ketika Anda mencapai tahap evolusi terakhir. Tidak ada batasan waktu jelas, dan jalannya pertempuran akan sangat bergantung pada strategi masing-masing pihak. Turtle Rock Studios memang sempat mengklaim bahwa Evolve akan hadir dengan lebih banyak varian monster, Hunters, mode, dan peta di versi final nantinya. Masa alpha dengan pembatasan konten? Sesuatu yang tentu saja, sangat bisa dimengerti.

Puny Human!

Berperan sebagai Hunters, koordinasi akan menjadi kunci Anda untuk meraih kemenangan.
Berperan sebagai Hunters, koordinasi akan menjadi kunci Anda untuk meraih kemenangan.

Evolve memang menawarkan sensasi permainan yang sangat berbeda, ketika Anda berperan sebagai sang Hunters ataupun sang monster. Sebagai Hunters yang begitu rentan terhadap serangan, tidak hanya dari para monsters, tetapi juga makhluk liar yang Anda temui di sepanjang perjalanan, menjadi seuatu yang sangat rasional untuk menjadikan kerja sama sebagai elemen paling mendasar untuk memastikan diri menang. Merasa sok jago dan berusaha beraksi sendirian tanpa ada koordinasi yang baik, atau setidaknya memahami pergerakan tim yang lain, maka status Anda akan dengan mudah berubah, dari Hunters menjadi “Mangsa” dalam waktu yang sangat singkat.

Tergabung dalam tim 4 orang, Hunters yang terbagi menjadi empat job utama: Assault, Trapper, Medic, dan Support ini mengusung senjata dan skill yang berbeda, yang jika dikombinasikan dengan tepat, akan membuat kekuatan Hunters setara atau bahkan lebih berbahaya daripada si monsters sendiri. Assault seperti yang bisa diprediksi, memegang peran sebagai penghasil damage yang paling utama, sementara Support menjadi penyeimbang – dengan senjata untuk menyerang dan ability yang didesain untuk membantu tim bertahan hidup lebih lama. Trapper – seperti nama job yang ia usung – didesain untuk melacak pergerakan monsters dan membatasi ruang geraknya untuk memudahkan job yang lain beraksi. Sementara Medic menjadi tulang punggung utama untuk memastikan monster ini tidak menjadi bencana instan.

Setiap kelas hadir dengan senjata dan skill unik masing-masing, yang membuatnya memikul peran spesifik tertentu dalam pertempuran. Seperti Support misalnya, yang menjadi penyeimbang gerak ofensif dan defensif tim.
Setiap kelas hadir dengan senjata dan skill unik masing-masing, yang membuatnya memikul peran spesifik tertentu dalam pertempuran. Seperti Support misalnya, yang menjadi penyeimbang gerak ofensif dan defensif tim.
Kunci koordinasi tidak terletak pada seberapa cepat Anda melemparkan damage, tetapi seberapa efektif Anda menyuntikkan efek status dan melimitasi pergerakan sang monster, menjadikannya lebih rapuh.
Kunci koordinasi tidak terletak pada seberapa cepat Anda melemparkan damage, tetapi seberapa efektif Anda menyuntikkan efek status dan melimitasi pergerakan sang monster, menjadikannya lebih rapuh.

Menariknya lagi? Kunci untuk menundukkan sang monster ini tidak bergantung pada seberapa efektif Anda menghasilkan damage, tetapi lebih mengarah pada ketepatan Anda menggunakan skill dan senjata yang tepat, di situasi yang tepat pula. Oleh karena itu, sangat membutuhkan koordinasi. Kesempatan untuk melemparkan perangkap atau  tembakan yang lebih bersifat  meracuni dan menghasilkan status tersendiri bagi si Monster menjadi prioritas utama daripada sekedar menembak membabi buta dan berusaha membunuhnya secepat mungkin. Anda bisa menggunakan Tranquilizer Dart milik Medic untuk membuat monster bergerak lebih lambat dan melacaknya, Harpoon milik Trapper untuk mengunci pergerakan si monster selama beberapa saat, atau Invisibility milik Support, misalnya, untuk melarikan diri ketika terdesak. Kombinasi seperti inilah yang akan membuat para monster ini tidak berkutik, karena jika memaksa bertarung cepat dan bertukar damage, Hunters pasti jadi bulan-bulanan. Pastikan juga Anda selalu menjaga mobilitas tinggi, horizontal ataupun vertikal dengan jetpack yang ada, hanya untuk memastikan Anda tidak selamanya menjadi target.

Tenang saja, bentuk kecil bukan berarti Anda akan jadi sekedar  makanan bagi sang monster, Dengan jetpack yang ada, Anda kini punya sisi keuntungan di sisi mobilitas untuk mengalihkan, mengejar, atau menundukkan si monster.
Tenang saja, bentuk kecil bukan berarti Anda akan jadi sekedar makanan bagi sang monster, Dengan jetpack yang ada, Anda kini punya sisi keuntungan di sisi mobilitas untuk mengalihkan, mengejar, atau menundukkan si monster.
Trapper dan Medic adalah dua pemain kunci dalam tim, bukan damager seperti Assault.
Trapper dan Medic adalah dua pemain kunci dalam tim, bukan damager seperti Assault.

Sekilas pandang, Anda mungkin merasa Assault atau Support dengan tingkat damage tinggi akan menjadi pemimpin untuk Hunters dari Evolve, namun seiring permainan, Anda akan mulai memahami bahwa Medic dan Trapper lah yang akan menjadi kunci kemenangan Anda, dan sudah sepantasnya, ditangani oleh mereka yang sangat memahami peran tersebut. Apa pasal? Dengan tingkat mobilitas super tinggi yang memungkinkan ia menempuh jarak luas dalam waktu singkat, melacak dan mengurung sang monster secepat mungkin akan meningkatkan probabilitas kemenangan pastinya. Semakin jago Trapper Anda, semakin kecil pula kesempatan musuh Anda untuk punya kesempatan tumbuh dan menjadi ancaman yang sulit untuk ditundukkan. Dengan tubuh Anda yang kecil dan senjata Anda yang tidak memberikan banyak damage, kunci kemenangan setelahnya juga akan bergantung pada siapa yang lebih mampu bertahan hidup, yang terletak di punggung seorang Medic. Semakin tinggi kesempatan Anda hidup, semakin banyak damage yang bisa Anda lontarkan, semakin mudah Anda berburu. Oleh karena itu, usahakan Anda selalu mengikuti aksi Trapper dengan cermat dan melindungi Medic ketika bertempur terbuka.

Tidak hanya sekedar mengandalkan senjata dan skill yang ada, Anda juga bisa mendapatkan buff tertentu dengan membunuh binatang liar yang Anda temui di sepanjang perjalanan. Buff ini akan meningkatkan beragam status Anda, dari damage hingga efektivitas penggunaan bahan bakar di jetpack. Ia mungkin terdengar sepele, namun buff-buff ini cukup membantu aksi Anda berburu.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…