Nvidia DLSS 5 Dapat Dukungan Director Kingdom Come Deliverance 2
Ketika Nvidia DLSS 5 tengah menuai kritik dari gamer, Game Director Kingdom Come Deliverance 2 maju dan berikan dukungannya terhadap teknologi itu.
Saat Nvidia umumkan teknologi grafik berbasis Generative AI terbaru mereka pada pertengahan Maret lalu, DLSS 5, tidak sedikit yang pihak yang mengkritiknya, sebutkan teknologi itu tidak jauh berbeda dengan filter AI untuk ‘mempercantik’ gambar yang telah lama ada di pasaran. Meski pemain besar seperti Capcom dan Bethesda telah berikan dukungannya akan teknologi itu, tetapi tampaknya sentimen komunitas tetap condong negatif.
Kini, dukungan baru datang dari Daniel Vávra selaku game director dari Kingdom Come: Deliverance 2. Melalui komentarnya di media sosial, Vávra menanggapi demo DLSS 5 yang menampilkan perubahan pada karakter di Starfield, dan menyebut teknologi tersebut memang terlihat “sedikit aneh di awal”, tetapi memiliki potensi besar di masa depan.

Ia bahkan menegaskan bahwa kritik dari sebagian pihak tidak akan menghentikan perkembangan teknologi ini. Menurutnya, teknologi ini adalah langkah besar yang jauh melampaui sekadar efek kecil seperti fitur motion smoothing pada TV.
Vávra juga menyoroti potensi DLSS 5 dalam mengubah cara developer bekerja. Ia membayangkan teknologi ini bisa dilatih untuk menyesuaikan gaya visual tertentu atau bahkan wajah karakter spesifik, yang pada akhirnya bisa mengurangi kebutuhan akan teknik mahal seperti ray tracing.
Meski demikian, respons komunitas sejauh ini masih terbelah. Sebagian gamer menganggap hasil visual DLSS 5 terlihat tidak natural, sementara yang lain melihatnya sebagai masa depan grafis game. Muncul pula kekhawatiran developer akan semakin malas membangun gamenya, karena adanya bantuan AI untuk ‘mempercantik’ game.
DLSS 5 sendiri merupakan evolusi dari teknologi upscaling berbasis AI milik NVIDIA, yang kini mampu menghasilkan pencahayaan dan material fotorealistik secara real-time. Teknologi ini memanfaatkan data frame seperti warna dan motion vectors, lalu diproses oleh model AI untuk menciptakan visual yang lebih detail dan konsisten.
Bagaimana menurut Anda sendiri mengenai teknologi ini?










