Menjajal Evolve – Big Alpha: Potensial Tetapi Rapuh!
Bersenang-senang Sebagai Monster

Untuk Anda yang tidak senang bekerja sama dengan orang lain untuk sebuah mekanik gameplay kooperatif yang mungkin terdengar mainstream, Anda selalu punya kesempatan untuk berperan sebagai sang monster. Terbagi menjadi beberapa varian, yang di alpha ini baru disediakan dua: Goliath dan Kraken, setiap monster akan hadir dengan gerakan spesial unik yang juga menuntut Anda untuk mengembangkan gaya bermain yang berbeda satu sama lain. Dan tentu saja, pengalaman yang Anda dapatkan, tentu saja, akan berbeda dengan apa yang Anda dapatkan ketika berperan sebagai Hunters.


Memulai “hidup” sebagai seorang monster lemah yang mudah untuk ditundukkan, Anda dituntut untuk terus berburu binatang lain di dalam hutan dan mengonsumsi mereka untuk mendapatkan jumlah energi yang cukup dan bervolusi untuk menjadi varian yang lebih kuat. Tentu saja, Anda akan dibekali dengan kemampuan lain bernama – Smell, yang membuat Anda bisa mencium dan melacak posisi beragam objek, tidak hanya para binantang lain yang bisa dimakan, tetapi para Hunters yang tengah berburu Anda. Terlepas dari ukurannya yang super besar dibandingkan binatang lain yang ada, para monsters juga akan dibekali dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Anda bisa melompat jauh ke depan secara instan dengan mengorbankan sejumlah stamina yang ada, dan memanjat hampir sebagian besar terrain yang ada. Dengan ekstra stealth untuk mengaburkan jejak kaki agar tidak bisa dilacak oleh Trapper, monster ini cukup “pintar” untuk bertahan hidup. Intinya, Anda punya alternatif untuk lari dari para Hunters, jika Anda merasa, Anda tidak cukup kuat untuk bertarung secara terbuka. Tentu saja, selama Anda sudah menguasai cara bermain monster itu sendiri.


Kebebasan untuk menciptakan monster seperti apa yang Anda inginkan, ini juga menjadi salah satu daya tarik Evolve. Setiap monsters akan dibekali dengan empat jenis skill yang berbeda, yang masing-masing memiliki tiga level yang diasosiasikan dengan peningkatan damage dan range. Di awal permainan dan untuk setiap evolusi yang berhasil Anda lakukan hingga maksimal tiga kali evolusi, Anda akan mendapatkan tiga ekstra skill point untuk didistribusikan ke skill tree yang ada. Memilih untuk mengaktifkan empat skill namun dengan level yang rendah, atau berfokus hanya pada satu skill dan memaksimalkannya, Anda bisa membangun sebuah monster yang pas dengan gaya Anda bermain. Seiring dengan frekuensi Anda bermain sebagai monster, hanya tinggal waktu hingga formula yang tepat bisa Anda nikmati.


Sebagai monster, ada dua alternatif cara untuk memenangkan pertempuran: menghabisi para Hunters secara total atau menghancurkan power Relay ketika Anda sudah mencapai tingkat evolusi ketiga. Menghabisi para Hunters memang bukan pekerjaan mudah. Tidak hanya sekedar menundukkan mereka, Anda harus memastikan bahwa mereka memang berakhir menjadi mayat dan tidak bisa lagi dihidupkan oleh karakter yang lain untuk memastikan kemenangan. Jika ada satu karakter saja yang tersisa, maka karakter Hunter yang tewas akan hidup kembali dalam jarak waktu 2 menit, dengan bar health yang kini lebih pendek. Dua kali tewas, dan para Hunters tidak akan bisa lagi respawn. Jika misi yang satu ini masih terasa terlalu sulit, Anda bisa berfokus menghancurkan Power Relay yang ada.


Dengan proses pertempuran 4 vs 1, konsep yang satu ini mungkin terdengar berat sebelah dan seolah-olah memosikan sang monster sebagai target mudah. Namun pada kenyataannya, ada formula-formula yang harus dikuasai untuk memastikan masa hidup yang lebih panjang dan kesempatan untuk memenangkan pertempuran yang lebih tinggi. Pertama? Tentu saja mengenal karakter setiap Hunter, terutama senjata dan skill yang bisa mereka akses untuk menundukkan Anda. Kedua? Menghimpun armor. Health para monster mungkin panjang, namun mereka tidak bisa beregenerasi dengan mudah. Cara terbaik untuk melindungi diri adalah dengan terus memangsa monster lain dan mengumpulkan armor untuk meminimalisir damage yang bisa diterima. Ketiga? Bunuh Medic, selalu bunuh Medic terlebih dahulu. Keempat? Bereksperimen dengan perk yang Anda dan pada akhirnya, memilih gaya yang memang cocok untuk Anda optimalkan. Kelima dan yang paling terpenting? Lari bukan berarti kalah dan Anda selalu punya kesempatan untuk membalikkan keadaan.

Sejauh yang kami nikmati, sayangnya, kekuatan para monster ini belum lah seimbang. Sangat mudah untuk menghabisi tim Hunters jika Anda setidaknya sudah memiliki serangan Slam dan api di level maksimal ketika berperan sebagai Goliath. Rajin melompat kesana kemari, melakukan slam, melompat kembali sembali menyemburkan api ke bawah, menikmati damage over time, mengulang lagi karena cooldown skill yang cepat (apalagi jika Anda menggunakan perk cooldown skill yang lebih cepat), mengulang, dan Anda akan menang dalma waktu singkat. Sejauh ini, tidak ada satupun tim Hunters yang kami temui, yang bisa memberikan perlawanan balik cukup signifikan melawan strategi yang satu ini. Monster yang terus melompat cepat dan mengakses skill bergantian akan jadi target mematikan yang bahkan sulit untuk dibidik, alih-alih dibunuh. Turtle Rock Studios punya pekerjaan berat untuk memastikan Hunters, setidaknya, punya cara untuk memberikan limitasi lebih kuat pada strategi seperti ini.
Haruskah Bersama Teman?

Ini mungkin menjadi pertanyaan yang paling penting. Jika Anda bermain sebagai Hunters yang menuntut Anda untuk bekerja sama dengan anggota tim yang lain, bukankah menjadi sesuatu yang sangat rasional untuk memastikan Anda bermain bersama dengan orang-orang yang sudah Anda kenal sebelumnya, daripada orang asing yang tidak pernah Anda kenal di dunia maya lewat proses matchmaking? Apakah ini berarti Anda tidak akan punya kesempatan untuk menang jika Anda bermain bersama orang lain? Untuk Anda yang sempat ragu, kami bisa meyakinkan bahwa Anda tetap bisa menikmati game ini secara optimal walaupun harus bekerja sama dengan orang asing sebagai Hunters.


Dengan skala prioritas peran yang bisa dipilih, maka bisa dipastikan bahwa sebagian besar gamer yang bergabung ke dalam tim Hunter, memang memainkan peran yang paling ia favoritkan paling utama dan kedua, dengan asumsi bahwa mereka sudah menguasai peran tersebut secara maksimal. Dengan asumsi seperti ini, dengan metode komunikasi yang juga bisa dilakukan secara teks maupun suara, Anda tidak akan kesulitan membangun koordinasi serangan yang dibutuhkan. Bermain bersama teman dan “menggila” bersama tentu saja akan membuat pengalaman Evolve jauh lebih menyenangkan dan seru, namun tidak lantas menjadi sebuah syarat utama yang tidak bisa diakali. Seperti halnya game-game kooperatif multiplayer lain seperti DOTA 2 misalnya, Anda tidak tetap bisa menikmatinya tanpa masalah. Jika Anda termasuk gamer yang benci dengan konsep seperti ini, Anda selalu punya kesempatan untuk berperan sebagai sang monster dan bermain solo.









