Review Heroes of the Storm (Alpha): Ini Baru MOBA Beda!

Reading time:
November 13, 2014

Microtransactions

Blizzard bukan yayasan sosial. Mereka tentu menyediakan micro-transactions sebagai kompenasi dari pola distribusi free to play yang mereka rencanakan.
Blizzard bukan yayasan sosial. Mereka tentu menyediakan micro-transactions sebagai kompenasi dari pola distribusi free to play yang mereka rencanakan.

Sebagai sebuah game yang rencananya akan didistribusikan sebagai sebuah proyek free to play, Blizzard tentu saja tetap butuh mendulang uang dari Heroes of the Storm ini. Developer ini bukanlah sebuah yayasan sosial yang menginvestasikan uang dan waktu mereka tanpa mengharapkan balasan yang setimpal. Pertanyaannya kini tentu saja satu – seberapa efektif mekanisme microtransactions yang akan disuntikkan oleh game yang satu ini? Apakah ia memuat sistem League of Legends yang menuntut Anda membeli karakter yang sering Anda gunakan atau seperti DOTA 2 yang sekedar menjual barang-barang kosmetik atau tiket online? Jawabannya, kombinasi antara keduanya – namun lebih cenderung ke League of Legends.

Tidak semua karakter terbuka dan dirotasi secara acak dalam hitungan minggu. Tertarik dengan satu karakter? Anda bisa membelinya dengan uang nyata atau gold in-game.
Tidak semua karakter terbuka dan dirotasi secara acak dalam hitungan minggu. Tertarik dengan satu karakter? Anda bisa membelinya dengan uang nyata atau gold in-game.
Dat Tyrael..
Dat Tyrael..

Sistem distribusi hero acak setiap beberapa minggu sekali akan memungkinkan Anda untuk tetap menikmati game ini secara cuma-cuma. Namun untuk Anda yang sudah jatuh hati pada karakter tertentu dan tidak tersedia di masa acak tersebut, terlepas dari sekedar desain atau karena kemampuannya untuk memfasilitasi gaya unik permainan Anda, Anda punya opsi untuk membelinya secara permanen. Anda bisa membelinya dengan menggunakan uang nyata atau mengumpulkan Gold in-game yang bisa didapatkan dalam jumlah cukup signifikan ketika menang, menyelesaikan quest harian, atau mengalami kenaikan level. Jumlah yang dibutuhkan cukup tinggi dan hampir mustahil dicapai dari hanya sekedar mengumpulkan uang dari menyelesaikan pertandingan. Hero termahal saat ini berada di kisaran 10.000 Gold – dengan beberapa fase kenaikan level bisa menghadiahkan Anda 1.000 – 2.000 Gold. Sementara menyelesaikan pertempuran hanya akan menghadiahi Anda 20-30 Gold. Butuh waktu memang.

Tidak hanya karakter dan alternatif kostum mereka, Anda juga bisa membeli beragam mount keren untuk Anda tunggangi.
Tidak hanya karakter dan alternatif kostum mereka, Anda juga bisa membeli beragam mount keren untuk Anda tunggangi.

Namun tidak hanya karakter unik yang bisa Anda buka secara permanen, sistem microtransactions ini juga diterapkan untuk Anda yang ingin membeli alternatif kostum setiap karakter dan beragam variasi Mount keren yang bisa Anda tunggangi dalam pertarungan in-game. Tidak main-main, Blizzard mendesain setiap alternatif kostum ini dengan desain super keren dengan Mount yang tidak kalah garang. Setelah berhadapan dengan banyak game MOBA di luar DOTA 2 dan LOL yang harus diakui, gagal untuk membuat kami berniat mengeluarkan isi dompet, Heroes of the Storm menjadi sedikit yang berhasil menggoda insting gamer kami. Desain dan keunikan setiap karakter yang ada, sulit untuk ditolak.

Kesimpulan

Heroes of the Storm - jagatplay (11)
eroes of the Storm, walaupun masih berada di masa alpha, mampu membuktikan diri sebagai salah satu pesaing di dalam genre MOBA yang harus “ditakuti”. Kemampuannya untuk menawarkan pengalaman yang berbeda dengan DOTA 2 dan League of Legends, dunia yang meleburkan semua franchise raksasa milik Blizzard, dan pertarungan yang terus memacu adrenalin Anda tanpa henti membuatnya sulit untuk ditolak. Saran kami? Sebelum Anda skeptis hanya karena ia tidak mengusung sistem item atau uang, Anda harus menjajal sendiri game ini dan membuktikan apa yang tengah kami bicarakan. Ini baru MOBA yang BEDA!

Luar biasa, kata yang satu ini pantas untuk menggambarkan pengalaman yang ditawarkan oleh Heroes of the Storm ini, walaupun ia masih berada di masa alpha. Setelah harus berkutat dengan game MOBA tidak kreatif dan tidak inovatif yang secara jelas meniru DOTA 2 dan League of Legends, Heroes of the Storm tampil seperti sebuah oase yang sudah lama kita nantikan – sebuah game MOBA yang benar-benar unik, sebuah konsep yang tidak pernah ditempuh sebelumnya, namun dengan hasil akhir yang sangat manis. Tidak hanya dari keunikan tiap karakter yang tetap menjunjung identitas franchise originalnya, Blizzard juga mampu menciptakan sebuah game MOBA yang memang lebih berfokus pada pengalaman bertempur satu sama lain daripada farming – sembari memastikan pengalaman setiap pertandingan yang ada, berbeda. Salah satu mekanik terbaik game ini adalah fakta bahwa setiap map datang dengan identitasnya sendiri dan mampu menawarkan beragam alternatif skenario yang bisa terjadi, sulit diprediksi, dan seru. Ditambah dengan sistem microtransactions yang juga bisa disimpulkan cukup rasional, Heroes of the Storm adalah kekuatan baru dalam dunia MOBA yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Salah satu kelemahan paling kentara adalah efek visual skill yang berlebihan. Di tengah panasnya pertempuran, Anda bahkan kehilangan arah apa yang tengah terjadi, dimana posisi karakter Anda, dan apa yang harus Anda lakukan.
Salah satu kelemahan paling kentara adalah efek visual skill yang berlebihan. Di tengah panasnya pertempuran, Anda bahkan kehilangan arah apa yang tengah terjadi, dimana posisi karakter Anda, dan apa yang harus Anda lakukan.

Sayangnya, ada satu kekurangan yang menjadi catatan tersendiri di impresi kami yang satu ini – efek visual yang muncul. Memainkan sebuah game MOBA dengan kualitas detail karakter yang baik adalah sebuah anugerah, namun dengan efek serangan yang terlalu bombastis? Mimpi buruk. Dengan pertempuran 5 vs 5 yang sering terjadi, efek skill yang muncul setiap kali hal ini terjadi boleh terbilang sedikit berlebihan. Lompatan cahaya di sana-sini, dengan ekstra ledakan, bunyi, dan percikan yang ada, tidak hanya membuat PC Anda tiba-tiba berteriak keras karena harus melakukan proses rendering semua efek tersebut, tetapi juga membuat mata Anda kewalahan. Sulit untuk melihat dengan jernih apa yang tengah terjadi dan apa yang harus Anda lakukan. Kami bahkan sempat sulit untuk mendeteksi dimana sebenarnya posisi karakter kami karena efek-efek ini.

Namun terlepas dari kekurangan ini, Heroes of the Storm, walaupun masih berada di masa alpha, mampu membuktikan diri sebagai salah satu pesaing di dalam genre MOBA yang harus “ditakuti”. Kemampuannya untuk menawarkan pengalaman yang berbeda dengan DOTA 2 dan League of Legends, dunia yang meleburkan semua franchise raksasa milik Blizzard, dan pertarungan yang terus memacu adrenalin Anda tanpa henti membuatnya sulit untuk ditolak. Saran kami? Sebelum Anda skeptis hanya karena ia tidak mengusung sistem item atau uang, Anda harus menjajal sendiri game ini dan membuktikan apa yang tengah kami bicarakan. Ini baru MOBA yang BEDA!

Sayangnya, Blizzard sendiri masih belum memberikan kepastian kapan Heroes of the Storm ini akan memasuki masa open beta atau target rilis yang ada. Heroes of the Storm saat ini hanya tersedia via sistem undangan lewat Battle.net.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…