Preview Assassin’s Creed Unity: Dunia Indah Penuh Limitasi!

Reading time:
November 14, 2014
Assassin's Creed® Unity_20141113220806

Gamer mana yang tidak menantikan kehadiran Assassin’s Creed Unity di tahun 2014 ini? Setelah performa Black Flag yang berhasil menciptakan pengalaman bermain yang cukup inovatif dan adiktif di saat yang sama, antisipasi terhadap seri terbaru – Unity tentu saja tinggi. Apalagi Ubisoft selama ini mengklaimnya sebagai seri perdana untuk platform generasi terbaru dengan optimalisasi perangkat keras yang lebih maksimal. Performa Playstation 4, Xbox One, dan PC yang lebih kuat dan absennya rilis di platform generasi sebelumnya berarti kesempatan untuk menciptakan sebuah dunia Assassin’s Creed yang baru tanpa lagi menahan diri. Menjadikan Revolusi Perancis sebagai setting utama, kesempatan untuk mencicipi Assassin’s Creed Unity secara langsung akhirnya tiba. Namun sayangnya, impresi pertama yang ia tawarkan ternyata tidak se-luar biasa yang dibayangkan.

Kesan Pertama

Sebagai sebuah game yang diklaim ditujukan untuk platform generasi terbaru, Assassin’s Creed Unity memang tampil cukup memesona secara visual, terutama dari kualitas desain kota dan tata cahaya yang ia tawarkan. Klaim bahwa ia akan menawarkan setting paling luas dan padat di sepanjang sejarah franchise ini terbukti nyata. Paris terlihat menawan dengan landmark-landmark ikoniknya yang dipresentasikan dengan penuh detail, di tengah siraman cahaya yang terasa begitu halus dan tepat. Ditambah dengan kesempatan untuk menjelajahi sisi interior banyak bangunan yang ada, AC Unity menawarkan sebuah dunia yang belum pernah ada di seri Assassin’s Creed sebelumnya. Apalagi Ubisoft juga menyuntikkan ribuan NPC untuk mewakili kondisi Revolusi Perancis yang lebih tepat.

Namun sayangnya, keputusan ini ternyata berakhir menjadi bencana tersendiri. Dunia luas, dengan ekstra ruang interior, dan ribuan NPC yang bisa dimuat dalam satu layar berarti memaksa PC atau konsol melakukan proses rendering yang tidak ringan. Sebagai hasilnya, framerate menjadi indikator yang tidak bisa dipastikan. Diklaim berjalan di 30fps 900p, AC Unity versi PS4 yang menjadi basis preview kami ini, berjalan tidak stabil. Kami bahkan sempat mengalami permainan yang patah-patah karena framerate super rendah ketika memasuki Notre Dame untuk pertama kalinya. Ubisoft juga terbukti tidak melakukan pemograman yang mumpuni untuk AI para NPC dan musuh yang ada. Beberapa glitch seperti penduduk kota yang melayang atau AI musuh yang tidak mengenali Anda sebelum terlalu dekat jadi catatan tersendiri.

Bagian yang paling buruk? Ubisoft seolah kehilangan akal sehat mereka. Ada beberapa peti berisikan harta karun yang menuntut Anda untuk mengunduh aplikasi mobile AC Unity supaya bisa dibuka. Ubisoft juga menyuntikkan mekanisme microtransactions untuk membeli senjata, equipment, dan proses upgrade. Sebuah praktik yang tentu saja sangat disayangkan, mengingat harga jualnya yang sudah masuk dalam kategori harga sebuah game AAA. Membayar penuh dan masih berhadapan dengan microtransactions? Tidak ada hal lagi yang lebih menyebalkan bagi seorang gamer.

Ubisoft juga menyuntikkan beberapa mekanik gameplay eksplorasi dan pertempuran yang baru, selain beragam equipment yang kini akan mempengaruhi kemampuan Arno – sang karakter utama secara langsung. Salah satu yang paling signifikan adalah kemampuan untuk melakukan parkour untuk turun, dan tidak hanya naik. Namun seperti masalah yang kami sebut sebelumnya, sistem ini juga belum sempurna. Tidak jarang parkour turun Anda justru berakhir membuat diri Anda tersangkut atau melahirkan gerakan yang terlihat absurd. Sistem pertempuran untungnya, terasa lebih sempurna dan menantang dibandingkan seri-seri sebelumnya. Bagian terbaiknya mengakar pada luas wilayah yang kini juga diakomodasi oleh segudang side mission yang bahkan cukup membuat Anda sibuk tanpa henti, melupakan sang cerita utama.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review nantinya, izinkan kami melemparkan screenshot di bawah ini untuk membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran. Semoga saja, sebelum proses review meluncur nanti, Ubisoft sudah siap dengan patch kedua untuk setidaknya, menyelesaikan beberapa masalah yang harus diakui, cukup mencederai pengalaman bermain yang seharusnya lebih menggugah. Patch it fast, Ubisoft!

PS: Klik Gambar untuk Memperbesar!

Assassin's Creed® Unity_20141113173847 Assassin's Creed® Unity_20141113174753 Assassin's Creed® Unity_20141113220918 Assassin's Creed® Unity_20141113221436 Assassin's Creed® Unity_20141113230544 Assassin's Creed® Unity_20141113231026 Assassin's Creed® Unity_20141114000953 Assassin's Creed® Unity_20141114003916 Assassin's Creed® Unity_20141114004328 Assassin's Creed® Unity_20141114091158 Assassin's Creed® Unity_20141114132806 Assassin's Creed® Unity_20141114142459 Assassin's Creed® Unity_20141114142552 Assassin's Creed® Unity_20141114144449 Assassin's Creed® Unity_20141114145111 Assassin's Creed® Unity_20141114162202
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…