Review Assassin’s Creed Unity: Tidak Seburuk yang Dibicarakan!

Reading time:
November 17, 2014
Assassin's Creed® Unity_20141113220806

Ubisoft memang tengah diterpa badai besar karena kesalahan besar mereka sendiri. Bagaimana tidak? Terlepas dari fakta bahwa ia menjadi salah satu seri game yang paling diantisipasi tahun ini, Ubisoft justru menawarkan rilis penuh masalah untuk produk terbarunya – Assassin’s Creed Unity. Proyek yang diposisikan sebagai sebuah seri peralihan ke generasi terbaru ini memang memperlihatkan potensi yang begitu luar biasa dari serangkaian trailer dan screenshot yang dirilis selama beberapa bulan terakhir ini. Sayangnya, harus dicederai dengan serangkaian masalah teknis yang terjadi di ketiga platform rilis yang ada – Playstation 4, Xbox One, dan tentu saja – PC. Sesuatu yang tentu saja, sangat disayangkan.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah mendapatkan sedikit gambaran akan apa yang ditawarkan oleh Assassin’s Creed Unity ini. Terlepas dari semua masalah teknis – seperti framerate yang tidak stabil, bug dan glitch yang mengganggu permainan, hingga mekanik yang dipertanyakan, atmosfernya sebagai sebuah game untuk platform generasi terbaru memang mengalir kentara. Desain kota Paris yang ramai dan padat, konten kekejaman masa lampau yang diperlihatkan secara eksplisit, hingga salah satu kualitas tata cahaya terbaik yang pernah ditawarkan sebuah video game. Semua nilai jual yang sebenarnya cukup untuk membuat Assassin’s Creed Unity tampil memesona untuk standar sebuah game action.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Assassin’s Creed Unity ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tidak seburuk yang dibicarakan? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Anda berperan sebagai Arno Dorian - seorang Assassin yang beraksi di tengah momen historis penting dunia - Revolusi Perancis.
Anda berperan sebagai Arno Dorian – seorang Assassin yang beraksi di tengah momen historis penting dunia – Revolusi Perancis.

Revolusi Perancis, sebagian besar dari Anda yang sempat mengikuti pelajaran sejarah di sekolah dengan seksama tentu tidak asing lagi dengan kata yang satu ini. Tidak lagi tahan dengan pemerintahan kerajaan yang korup dan tidak pernah peduli dengan kondisi hidup rakyatnya, penduduk Perancis memutuskan untuk mengambil tindakan radikal di akhir era abad 17. Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan, ketiga prinsip inilah yang akhirnya mendorong rakyat untuk meruntuhkan kekuasan Monarki yang dikala itu dikuasai oleh Raja Louis XIV. Perancis tengah mengalami sebuah pergolakan hebat untuk menjadi sebuah negara Republik, sebuah negara demokrasi.

Di tengah kekacauan inilah, Arno Dorian beraksi dalam kegelapan. Namun tidak hanya didorong oleh pada prinsip teguh organisasi Assassin tempat ia bernaung, Arno membangun sebuah jalan untuk misi balas dendam pribadi. Kehilangan sang ayah di usia yang sangat muda, Arno juga harus berhadapan dengan tragedi melihat tewasnya sang ayah angkat yang juga begitu menyayanginya –   De la Serre. Berada di tempat kejadian dan dituduh sebagai pembunuh, Arno dijebloskan ke dalam penjara Bastille. Di sana ia bertemu dengan seorang Assassin lain yang menjadi mentor untuk melatih kemampuannya bertarung. Berselang tahun, kesempatan Arno untuk membebaskan diri akhirnya tiba. Revolusi Perancis meletus dan Arno muncul sebagai salah satu tahanan yang berhasil kabur dari penjara Bastille selama event historis tersebut.

Tidak hanya mengikuti hidupnya sebagai seorang Assassin, Arno juga mengejar sebuah misi balas dendam pribadi atas kematian sang ayah angkat.
Tidak hanya mengikuti hidupnya sebagai seorang Assassin, Arno juga mengejar sebuah misi balas dendam pribadi atas kematian sang ayah angkat.
Belajar tentang masa lalunya yang mengakar pada kubu Assassin, Arno justru berhadapan dengan fakta bahwa wanita yang paling ia cintai - Elise adalah seorang Templar.
Belajar tentang masa lalunya yang mengakar pada kubu Assassin, Arno justru berhadapan dengan fakta bahwa wanita yang paling ia cintai – Elise adalah seorang Templar.

Belajar tentang latar belakangnya sebagai keluarga seorang Assassin, Arno harus berhadapan dengan mimpi buruk yang lebih menyedihkan. Elise de la Serre, wanita yang ia cintai, sekaligus anak dari ayah angkat yang menjadi motivasi balas dendamnya ternyata adalah seorang Templar. Konflik ribuan tahun lalu yang terus mengakar ini akhirnya membuat keduanya tidak bisa bersatu. Mengambil jalan yang berbeda, berada di bendera yang saling berlawanan, Arno Dorian tidak pernah berhenti berusaha untuk menebus kesalahannya. Mencari tahu siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas kematian De la Serre menjadi sebuah misi pribadi yang terus ia kejar, terlepas dari posisinya sebagai seorang Assassin.

Investigas mengarah pada fakta bahwa ada kekuatan luar yang menjadi setir di belakang bergeraknya Revolusi Perancis. Templar kah? Assassin kah?
Penyelidikan Arno mengarah pada fakta bahwa ada kekuatan luar yang menjadi setir bergeraknya Revolusi Perancis. Templar kah? Assassin kah?
Aksi Anda juga akan melibatkan beberapa karakter historis ikonik seperti Napoleon Bonaparte ini misalnya.
Aksi Anda juga akan melibatkan beberapa karakter historis ikonik seperti Napoleon Bonaparte ini misalnya.

Perlahan namun pasti, semua investigasi yang dilakukan Arno mengarah pada satu sosok yang identitas dan keberadaannya masih begitu misterius. Namun kharisma dan misi yang ia dimiliki oleh sang tokoh antagonis utama ini berhasil mengikat begitu banyak Templar kuat lainnya, yang tidak ragu untuk memengaruhi kondisi politik Perancis yang tengah kacau untuk sebuah misi “suci” yang masih dipertanyakan. Di tengah perjalanan ini pula, Arno bertemu dengan beberapa tokoh historis yang tentu tidak akan asing lagi bagi Anda, termasuk Napoleon Bonaparte di dalamnya.

Lantas, siapa sebenarnya dalang dari semua kekacauan ini, termasuk tewasnya De la Serre? Apakah Arno dan Elise akan bersama? Bagaimana konflik historis antara Assassin dan Templar ini akan berakhir? Jawaban dari semua pertanyaan tersebut bisa Anda jawab dengan memainkan Assassin’s Creed Unity ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…