Review Grey Goo: Obat Rindu Penggemar Genre Strategi Klasik!

Reading time:
January 26, 2015

Multiplayer?

Anda bisa memainkan game ini secara multiplayer, baik online via Steam ataupun LAN.
Anda bisa memainkan game ini secara multiplayer, baik online via Steam ataupun LAN.

Jika Anda membaca sebagian besar review Grey Goo di luar, maka Anda akan bertemu dengan pujian yang melayang di sana sini terkait pengalaman bermain dengan orang lain yang seru dan menyenangkan, terlepas dari isu balancing yang jadi catatan. Lantas, bagaimana dengan impresi kami sendiri? Sayangnya, mimpi buruk. Jangan salah, bukan karena masalah gameplay yang sudah kami jelaskan di atas, cukup memenuhi rasa rindu kami akan game RTS klasik yang berkualitas. Catatan berasal dari proses matchmaking yang justru mengundang lebih banyak rasa frustrasi daripada keseruan. Memiliki game ini sejak tiga hari yang lalu via Steam, proses matchmaking online hanya berhasil menemukan 1 musuh saja – dalam format pertempuran 1 vs 1. Padahal kami sudah melakukan set option ke yang paling umum. Apakah karena komunitas Grey Goo ini sendiri masih sepi? Ataukah servernya dibagi per region? Kami sendiri tidak bisa melakukan apapun selain menatap layar kosong matchmaking selama puluhan menit tanpa hasil. Anda bisa melihat screenshot di bawah, bagaimana kami sudah menunggu 16 menit tanpa hasil.

16 menit tanpa hasil? :((
16 menit tanpa hasil? :((

Berita baiknya? Anda tetap bisa menikmati game ini secara LAN dan bertarung melawan teman-teman satu jaringan Anda untuk menghabiskan waktu, misalnya. Dengan kompleksitas, gaya bermain, dan beragam arah tech upgrade yang bisa Anda uji di setiap faksi, arah pertempuran akan sulit untuk diprediksi. Tidak jelas apakah fitur yang satu ini tersedia hanya untuk gamer yang membeli versi original, atau gamer bajakan punya akses terhadapnya atau tidak.

Kesimpulan

Grey Goo jagatplay (52)
Ada kerinduan yang sangat mendalam untuk membangun sebuah markas, menyusun lineup pasukan, dan mulai menghajar markas lain secara membabi buta. Diperkuat kualitas visualisasi ciamik dan identitas tiga faksi yang ditawarkan cukup berbeda, Grey Goo seolah merangkul memori masa lalu Anda – perasaan nostalgia akan game-game racikan Westwood di masa lalu. Anda akan jatuh hati padanya.

 

Sebuah oase di tengah padang kering game strategi berkualitas, kalimat yang satu ini tampaknya sangat pantas untuk menjelaskan sensasi yang ditawarkan oleh Grey Goo. Di tengah menjamurnya genre MOBA,  pertumbuhan game strategi konvensional yang sempat mengalami masa keemasannya di masa lalu memang sedikit mengkhawatirkan. Ada banyak hal yang membuat Grey Goo begitu istimewa di tengah terjangan tren seperti ini. Anda tetap bisa mencicipi sensasi game strategi klasik, namun dengan tampilan visual yang lebih indah, apalagi pendekatan cut-scene sinematik dengan CGI yang begitu melekat di franchise game RTS di masa lalu. Perbedaan gameplay yang cukup signifikan ketika Anda menggunakan tiga faksi berbeda: Human, Beta, dan Goo juga jadi catatan tersendiri. Beberapa inovasi diluncurkan dan tampil begitu menarik. Salah satunya? Semua unit yang Anda masukkan ke dalam hutan akan tampil stealth, tidak terlihat dan mampu menyerang. Fitur yang bisa dikombinasikan untuk keuntungan strategis tertentu.

Walaupun demikian, ada beberapa catatan yang pantas untuk dicatat dari game yang satu ini. Pertama, tentu saja konten campaign yang boleh terhitung minim, dengan garis cerita yang berakhir cukup klise. Kedua, adalah tingkat kesulitan yang ada. Butuh waktu ekstra untuk benar-benar mempelajari ritme permainan yang cukup berbeda dengan game strategi lain ini, apalagi ketika Anda menggunakan Goo. Butuh waktu mengulang beberapa kali (setidaknya yang kami rasakan di Skirmish), sebelum Anda benar-benar bisa menentukan skala prioritas tersendiri. Ketiga adalah Epic Unit yang sayangnya, tidak meninggalkan kesan yang mendalam.

Namun terlepas dari semua kekurangan tersebut, Grey Goo adalah game strategi dengan cita rasa klasik yang sudah lama kita nantikan. Ada kerinduan yang sangat mendalam untuk membangun sebuah markas, menyusun lineup pasukan, dan mulai menghajar markas lain secara membabi buta. Diperkuat kualitas visualisasi ciamik dan identitas tiga faksi yang ditawarkan cukup berbeda, Grey Goo seolah merangkul memori masa lalu Anda – perasaan nostalgia akan game-game racikan Westwood di masa lalu. Anda akan jatuh hati padanya.

Kelebihan

Unit menjadi hidden ketika memasuki hutan dan tidak bisa diserang dari luar. Nice!
Unit menjadi hidden ketika memasuki hutan dan tidak bisa diserang dari luar. Nice!
  • Kualitas visual yang cukup baik
  • Tiga faksi yang butuh tiga pendekatan berbeda
  • Goo!!
  • Cita rasa game RTS klasik
  • Cut-scene CGI sinematik di campaign
  • Sistem stealth ketika memasuki hutan

Kekurangan

Butuh proses trial dan error berkali-kali sebelum Anda bisa menemukan ritme permainan dan prioritas  bangunan.
Butuh proses trial dan error berkali-kali sebelum Anda bisa menemukan ritme permainan dan prioritas bangunan.
  • Campaign per faksi yang pendek
  • Epic Unit dengan impact yang terasa kecil
  • Masalah multiplayer
  • Butuh proses trial dan error berkali-kali
  • Jumlah map sangat terbatas

Cocok untuk gamer: penggemar genre RTS klasik, pencinta produk Westwood di masa lalu

Tidak cocok untuk gamer: yang lebih menggemari pendekatan MOBA

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…