Review AC Unity – Dead Kings: Untung Saja Gratis!

Reading time:
January 16, 2015

Tambahan Konten yang Tidak Signifikan

Dead Kings merupakan DLC cuma-cuma yang dilemparkan Ubisoft bagi gamer ori AC Unity sebagai permintaan maaf atas rilis yang bermasalah.
Dead Kings merupakan DLC cuma-cuma yang dilemparkan Ubisoft bagi gamer ori AC Unity sebagai permintaan maaf atas rilis yang bermasalah.

Untuk sebuah DLC yang sempat direncanakan akan berbayar, dengan harga yang cukup tinggi, tentu saja menjadi sesuatu yang rasional bagi kita untuk mengantisipasi konten yang bermakna kuat untuk Dead Kings ini. Tidak harus menawarkan perubahan gameplay signifikan atau sejenisnya, sebuah cerita yang memperluas peran dan identitas Arno sebagai seorang Assassin saja seharusnya sudah cukup untuk memberikan justifikasi bagi gamer untuk melirik DLC yang satu ini. Namun apa yang akan Anda dapatkan? Sebuah kelegaan. Kelegaan yang muncul bukan karena DLC ini memenuhi semua harapan Anda, tetapi fakta bahwa Anda terhindar dari upaya Ubisoft untuk menarik uang lebih banyak tanpa konten yang sepadan. Ada kelegaan bahwa Anda bisa menikmati konten ini secara cuma-cuma, dengan perspektif yang lebih negatif.

Dari sisi konten, Dead Kings sangat terbatas. Kota kecil dengan sejumlah side mission, yang sayangnya harus diakui, tidak banyak menarik.
Dari sisi konten, Dead Kings sangat terbatas. Kota kecil dengan sejumlah side mission, yang sayangnya harus diakui, tidak banyak menarik.
Untungnya, nilai jual utamanya - kualitas visualisasi dan detail apik masih dipertahankan.
Untungnya, nilai jual utamanya – kualitas visualisasi dan detail apik masih dipertahankan. “Potongan” kota ini hadir dengan landmark yang cukup berkesan.

Dengan kota yang lebih kecil dan konten side mission yang lebih sedikit, AC Unity – Dead Kings ini masih menawarkan nilai jual yang sudah menjadi kekuatan di seri utamanya. Kualitas visualisasi mumpuni dan tata cahaya yang memanjakan mata masih Anda temukan di sini, apalagi dengan beberapa detail landmark yang ada. Namun dari sisi konten, Anda tidak bisa banyak berharap lebih. AC Unity – Dead Kings ini bisa dibilang sebagai pot peleburan antara beragam nilai jual Unity di dalam satu misi yang sama. Anda masih akan berhadapan dengan misi yang berfokus pada aksi stealth, menguntit target tertentu, bertempur terbuka, dan tentu saja – segudang puzzle yang bisa diselesaikan dengan sedikit memeras otak. Side mission tambahan yang ditawarkan juga tidak memberikan nilai tambah yang signifikan. Dead Kings masihlah Assassin’s Creed Unity yang Anda kenal, hanya dengan setting dan cerita yang berbeda.

Ubisoft terilhat berusaha menawarkan sesuatu yang baru lewat sistem lentera.
Ubisoft terilhat berusaha menawarkan sesuatu yang baru lewat sistem lentera.
Lentera bisa dinyalakan dalam waktu terbatas untuk mengusir binatang-binatang kecil yang mengganggu aksi Arno ketika berpetualang di terowongan bawah tanah atau makam.
Lentera bisa dinyalakan dalam waktu terbatas untuk mengusir binatang-binatang kecil yang mengganggu aksi Arno ketika berpetualang di terowongan bawah tanah atau makam.
Ia juga jadi sumber mekanik puzzle baru. Sayangnya, terlepas dari semua yang ia tawarkan, lentera ini tidak memberikan kontribusi yang signifikan untuk melahirkan pengalaman Unity yang berbeda.
Ia juga jadi sumber mekanik puzzle baru. Sayangnya, terlepas dari semua yang ia tawarkan, lentera ini tidak memberikan kontribusi yang signifikan untuk melahirkan pengalaman Unity yang berbeda.

Ubisoft memang terlihat berupaya untuk menawarkan sesuatu yang baru lewat konsep Lantern. Dengan misi yang lebih berfokus pada sosok Arno yang kini dipaksa untuk berpetualang di terowongan bawah tanah dan makam yang gelap, ia kini akan dilengkapi dengan sebuah lentera sebagai sumber cahaya. Namun bukan sekedar untuk cahaya, lentera juga bisa dihidupkan atau dimatikan secara manual untuk mengusir beragam binatang kecil yang mungkin menghalangi gerak jalan utama Anda, seperti tikus, serangga, hingga kelelawar. Lentera ini juga jadi ujung tombak beberapa mekanisme puzzle terbaru, dari sekedar menyalakan sumber cahaya dalam runtut tertentu, hingga mencari jalan alternatif agar memastikan lentera Anda tidak jatuh ke dalam air. Sebuah mekanisme sederhana yang sayangnya, tidak berkontribusi banyak. Lentera ini tidak memberikan dampak apapun.

Satu-satunya hal keren dari Dead Kings ini? Sambut sang Guillotine Gun - perpaduan antara kapak raksasa dan senjata mortar mobile!
Satu-satunya hal keren dari Dead Kings ini? Sambut sang Guillotine Gun – perpaduan antara kapak raksasa dan senjata mortar mobile!
Ready?
Ready?
BOOM!
BOOM!

Sementara dari sisi aksi Arno, tidak banyak hal juga yang bisa Anda harapkan. Satu-satunya yang keren dari DLC ini adalah hadirnya senjata baru yang lebih mematikan untuk Anda gunakan – Guillotine Gun. Persepsi Anda salah besar jika Anda membayangkan sebuah senjata dengan ujung tajam untuk memenggal kepala musuh yang sayangnya, tidak diperkenankan di gameplay AC Unity. Guillotine Gun adalah perpaduan kapak dua tangan dan sebuah senjata mortar mobile, layaknya grenade launcher untuk mencederai musuh dalam skala besar secara instan. Desain yang keren dan fungsi yang menyenangkan untuk digunakan adalah nilai jual senjata ini. Namun jika Anda berharap sebuah sensasi historis Revolusi Perancis yang lebih rasional, eksistensi senjata ini justru kian menjauhkan AC Unity dari kesan tersebut.

DLC baru ini justru menghadirkan varian musuh - Raiders yang lebih mudah.
DLC baru ini justru menghadirkan varian musuh – Raiders yang lebih mudah.
Semua senjata yang sudah Anda kumpulkan di petualangan originalnya membuatnya kian mudah.
Semua senjata yang sudah Anda kumpulkan di petualangan originalnya membuatnya kian mudah.

Tambahan konten yang tidak signifikan ini kian diperparah dengan tantangan yang juga tidak sebanding. Varian musuh baru di AC Unity: Dead Kings, para Raiders yang diposisikan sebagai penjarah makam justru tampil jauh lebih mudah dibandingkan musuh-musuh yang Anda hadapi di seri Unity original. Hadir dengan jumlah HP yang lebih kecil dan aksi block yang jarang, Anda bisa membunuh setiap dari Raiders ini secara instan tanpa mengalami kesulitan berarti. Tantangan ekstra baru muncul jika mereka hadir dalam jumlah banyak dan menyerang Anda dengan serangan yang timing Counter-nya, memang jauh lebih pendek daripada varian musuh Arno yang lain. Satu yang pasti, tidak ada seru-serunya membunuh para “penduduk” yang hadir seolah tanpa perlawanan ini.

“Untung saja gratis!”, reaksi ini tampaknya pantas untuk menjelaskan sensasi seperti apa yang bisa Anda dapatkan dari Dead Kings ini.

Jadi apa yang bisa ditarik dari AC Unity – Dead Kings ini? Bahwa ini adalah usaha Ubisoft untuk mendapatkan ekstra uang yang gagal. Penambahan pengalaman yang tidak signifikan, konten yang tidak banyak berubah, cerita yang terkesan dipaksakan, tidak ada satupun elemen yang akan membuat Anda jatuh hati dengan DLC yang satu ini. Jika ada satu komentar yang bisa keluar dari DLC ini? “Untung saja gratis!”. Karena jika Anda harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan hal seperti ini? Ada begitu banyak game indie atau lawas yang lebih pantas untuk menerima “sumbangan” uang Anda tersebut.

Dua Bulan Setelahnya..

Apa kabar petualangan Arno setelah dua bulan rilis?
Apa kabar petualangan Arno setelah dua bulan rilis?

Pertanyaan lain yang juga memancing rasa penasaran tentu berkisar pada seberapa efektif proses perbaikan yang dilakukan oleh Ubisoft untuk Assassin’s Creed Unity ini. Memainkannya di Playstation 4, beberapa patch berukuran besar memang sudah sempat dilontarkan, termasuk yang berukuran lebih dari 6 GB beberapa waktu yang lalu. Size Dead Kings sendiri berkisar 8 GB, data yang cukup besar untuk sebuah game yang sebenarnya bisa diselesaikan di bawah 3 jam, jika Anda termasuk gamer yang lebih senang mengejar cerita utama. Lantas, bagaimana sensasi Unity setelah kami kembali ke Paris? Apakah ada perbaikan yang signifikan seperti yang selama ini dijanjikan?

Sayangnya, semua jawaban ini harus berakhir dengan kata “Tidak”, terutama dari sensasi kami mencicipi Dead Kings hingga selesai. Framerate mungkin terasa lebih stabil, namun tetap mengalami penurunan yang membuat permainan tidak nyaman ketika memosisikan Arno di tengah pertempuran atau aksi tertentu. Masalah-masalah klasik AC Unity seperti gerak para NPC yang tidak realistis, seperti berjalan di atas tumpukan barrel atau muncul di permainan tiba-tiba, masih terlihat. Salah satu yang paling menyedihkan adalah munculnya beberapa glitch dalam permainan. Kami sempat bertempur melawan salah satu musuh yang memutuskan untuk diam dan sekedar melihat, ketika kapak Guillotine Gun kami bersarang di leher teman-temannya. Agak mengecewakan melihat bahwa masalah masalah seperti ini masih muncul setelah beragam klaim yang dilemparkan Ubisoft selama beberapa bulan terakhir ini.

Serangkaian masalah ternyata belum diselesaikan, termasuk bug dan glitch yang mempengaruhi permainan. NPC bergerak di luar batas normal? Yups, masih ada.
Serangkaian masalah ternyata belum diselesaikan, termasuk bug dan glitch yang mempengaruhi permainan. NPC bergerak di luar batas normal? Yups, masih ada.
Hal lebih
Hal lebih “sederhana” seperti HUD overlap bahkan masih ditemui!

Dua bulan setelahnya, dan mereka juga masih belum punya formula yang tepat untuk menawarkan sensasi Assassin’s Creed yang berbeda. Dead Kings masih soal membuka peta, menyelesaikan side mission yang masih berkisar soal membuntuti atau membunuh orang, dan konklusi cerita yang tidak kuat. Jika mereka ingin mengembalikan supremasi Assassin’s Creed sebagai salah satu game open world terbaik di pasaran, Ubisoft punya banyak pekerjaan rumah yang besar. Assassin’s Creed Victory akan jadi ajang pembuktian, sebuah medan perang yang menarik untuk diikuti di tahun 2015 ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…