Review Hotline Miami 2 – Wrong Number: Brutal dan Menyenangkan!

Reading time:
March 12, 2015

Brutal, Menantang, Menyenangkan!

Seperti seri pertamanya, Hotline Miami 2 tetap diposisikan sebagai game top down shooter.
Seperti seri pertamanya, Hotline Miami 2 tetap diposisikan sebagai game top down shooter.

Secara garis besar, Hotline Miami 2: Wrong Number memang tidak memperlihatkan perbedaan yang begitu kentara jika dibandingkan dengan seri pertamanya. Ia tetap tampil sebagai game top down shooter yang brutal dan menantang, di saat yang sama.

Cerita akan terbagi ke dalam serangkaian chapter terpisah yang masing-masing akan berfokus pada karakter tertentu. Walaupun menawarkan varian musuh, setting, atau garis cerita yang mungkin  berbeda, inti permainan tetaplah sama. Tiba di satu lantai permainan, “membersihkan”-nya dari semua musuh yang ada sembari memastikan diri selamat, lanjut ke tempat selanjutnya, melakukan hal yang sama, hingga sebuah tulisan “Level Clear” muncul dan voila! Anda baru saja menyelesaikan satu level game ini.

Inti permainan masih berkisar
Inti permainan masih berkisar “membersihkan” setiap lantai dari musuh yang ada sembari bertahan hidup, berulang, hingga tulis “Level Clear” terpampang jelas di layar kaca.
Bunuh atau dibunuh, tidak ada solusi lain di Hotline Miami 2!
Bunuh atau dibunuh, tidak ada solusi lain di Hotline Miami 2!

Terdengar sederhana? Tunggu dulu! Sebelum Anda berpikir bahwa inti permainan game ini akan mudah untuk dikuasai, Anda harus bersiap melawan rasa frustrasi yang kuat. Apa pasal? Karena game ini tidak mengenal kata belas kasihan. Bukan, kita tidak tengah membicarakan visualisasi brutal penuh darah dan gerakan finisher-nya yang akan melemparkan potongan tubuh  ke segala arah. Kita tengah membahas bagaimana game ini akan mendorong Anda hingga ke ujung batas kesabaran. Tidak ada kesempatan kedua di sisi aksi Hotline Miami. Sederhana, ini hanya soal bunuh atau dibunuh dan Dennaton Games harus diakui berhasil memproyeksikan sensasi tersebut dengan sangat baik.

Semuanya hanya butuh satu peluru dan satu kali pukulan untuk tewas, baik musuh ataupun karakter yang Anda gunakan. Hanya perlu satu pukulan bisbol atau satu peluru shotgun untuk memaksa siapapun untuk langsung bercengkerama dengan malaikat kematian. Dengan posisi musuh yang terus bergerak dan kuantitas musuh yang cukup masif untuk setiap lantai yang ada, Anda dipaksa untuk bergerak dengan penuh kehati-hatian dan mengembangkan runtut strategi tertentu agar selamat. Sekedar berjalan dan bergaya layaknya Rambo? Tidak akan berhasil di Hotline Miami 2 ini! Salah saja langkah, maka akan ada peluru dari arah yang tidak terduga bersarang di kepala. Hasilnya? Anda harus mengulang progress kembali dari lantai yang sama, mau berapapun musuh yang sempat Anda bunuh sebelumnya.

Hanya butuh satu pukulan senjata tajam atau peluru untuk membunuh siapapun di game ini, termasuk Anda.
Hanya butuh satu pukulan senjata tajam atau peluru untuk membunuh siapapun di game ini, termasuk Anda.
Desain level yang lebih terbuka kini menuntut Anda untuk lebih waspada mengingat ancaman bisa datang dari setiap sudut.
Desain level yang lebih terbuka kini menuntut Anda untuk lebih waspada mengingat ancaman bisa datang dari setiap sudut.

Yang menarik? Berbeda dengan Hotline Miami pertama, desain setiap level di Hotline Miami 2 kini lebih luas dan terbuka. Musuh  bergerak dan berpatroli di daerah-daerah yang tidak bisa lagi bisa Anda lihat, memberikan ancaman kematian jika Anda salah saja melangkah. Beberapa mungkin merespon dengan bergerak cepat jika Anda tidak sengaja menghasilkan suara yang keras. Memang ada kontrol ekstra yang memungkinkan Anda untuk melihat sedikit lebih jauh dari sudut pandang karakter, namun tidak selalu bisa menjangkau semua ancaman yang mengintai di setiap sudut. Tidak hanya prajurit dengan senapan mesin dan melee, ada beberapa varian musuh “super” lain yang butuh effort lebih untuk ditundukkan. Tidak ada celah untuk error, proses trial akan jadi jawaban bagi Anda untuk menyelesaikan setiap level yang ada. Bermain, belajar soal posisi musuh dan strategi posisi, mati, dan mengulang. Itupun jika Anda tidak mengalami kehancuran mental terlebih dahulu.

Varian karakter kini juga diperluas, dengan masing-masing membawa ciri khas mereka sendiri. Seperti ketika Anda tengah terlibat dalam aksi The Fans yang terdiri dari lima anggota utama ini. Masing-masing karakter seperti Alex and Ash, dan Mark misalnya punya pendekatan yang berbeda untuk menetralisir setiap ancaman yang ada. Alex and Ash diposisikan sebagai dua serangkai – satu membawa chainsaw yang siap untuk mengeluarkan isi perutu musuh manapun, sementara yang lain membawa senjata range di belakang.

Varian karakter yang Anda gunakan akan berujung pada pendekatan gameplay berbeda. Sebagai contoh? Mark dari The Fans dengan topeng beruangnya yang diperkuat dengan dual-machine gun.
Varian karakter yang Anda gunakan akan berujung pada pendekatan gameplay berbeda. Sebagai contoh? Mark dari The Fans dengan topeng beruangnya yang diperkuat dengan dual-machine gun.
Sementara karakter lain seperti Evan memilih pendekatan non-lethal dengan hanya bersenjatakan senjata tumpul untuk melumpuhkan.
Sementara karakter lain seperti Evan memilih pendekatan non-lethal dengan hanya bersenjatakan senjata tumpul untuk melumpuhkan. Melawan musuh dengan senjata mesin?

Sementara Mark hadir dengan dual machine-gun yang siap untuk membabat siapapun dengan cepat. Tidak hanya The Fans, beberapa karakter dengan garis ceritanya sendiri menawarkan paket tantangan berbeda. Sebagai contoh? Evan the Writer yang memilih pendekatan lebih “manusiawi” dengan tidak membunuh korbannya. Hasilnya? Ia hanya bisa menggunakan senjata melee tumpul, tanpa senjata tajam atau senapan api. Menggunakan senjata melee saja melawan para musuh yang tetap membawa senapan mesin di setiap sudut? Otak Anda akan berpikir keras dan mental Anda akan remuk karena tulisan “Restart” yang terus Anda eksekusi.

Bahkan menu Pause bergaya VHS-nya sendiri sudah terasa keren!
Bahkan menu Pause bergaya VHS-nya sendiri sudah terasa keren!

Pendekatan visual yang ditempuh oleh Hotline Miami 2 memperkuat tema yang mereka usung, membuat pengalaman bermainnya yang sudah menyenangkan karena mekanik gameplay menjadi kian sempurna. Mereka tidak menahan diri untuk memvisualisasikan brutalitas dari setiap aksi yang Anda lakukan, dari usus yang teburai, kepala yang menggelinding di sekitar ruangan, hingga tubuh yang berakhir menjadi dua. Permainan warna setting dengan darah yang menjadi genangan dimana-mana membuat Hotline Miami 2 begitu luar biasa. Memang ia terlihat begitu piksel, namun Anda bisa merangkai dengan jelas, mengimajinasikan apa yang tengah terjadi sebenarnya. Bahkan menu Pause-nya sendiri terhitung sangat keren!

Tetap, Salah Satu OST Terbaik di Industri Game!

Hotline Miami 2 menawarkan kombinasi OST yang pantas disebut sebagai salah satu yang terbaik di industri game!
Hotline Miami 2 menawarkan kombinasi OST yang pantas disebut sebagai salah satu yang terbaik di industri game!

Di tengah kombinasi gameplay, cerita, karakter, dan brutalitas yang begitu menyenangkan, Hotline Miami 2 masih punya satu senjata andalan yang tetap dipertahankan dari seri pertamanya. Benar sekali, ia memuat rangkaian soundtrack yang pantas dikategorikan sebagai salah satu yang terbaik di industri game. Alunan musik tekno dengan atmosfer tahun 1980-an yang begitu kentara mengalun, mengiringi setiap aksi ayunan pemukul bisbol Anda dan peluru yang keluar dari moncong shotgun Anda. Seolah berpadu sempurna dengan darah dan isi tubuh yang bertebaran di ruangan, Anda seolah tengah dibawah masuk ke dalam “kegilaan” Hotline Miami 2 sendiri.

Beberapa musik berhasil menghasilkan atmosfer yang cukup untuk membuat bulu kuduk merinding, memproyeksikan atmosfer yang apa yang tengah Anda lihat di layar dengan tepat. Dengan paduan sound effect lain seperti dering telepon dari “Richard”, ada perasaan bahwa Anda sebenarnya tengah digiring untuk masuk ke dalam sisi psikotik yang terkunci di dalam mental Anda sendiri. Bagian terbaiknya? Begitu manis dan luar biasanya semua OST ini, mereka tidak akan membuat telinga Anda jenuh sama sekali, terlepas dari fakta bahwa Hotline Miami 2 akan menuntut Anda untuk mengulang sesi yang sama berulang kali karena tingkat kesulitan  yang ada. It’s really that good..

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…