Review Resident Evil – Revelations 2: Petualangan Baru Muka Lama!

Reading time:
March 5, 2015
Resident Evil Revelations 2 - episode 1 jagatplay (1)

Apa yang sebenarnya diiinginkan Capcom dengan franchise survival horror andalannya – Resident Evil? Pertanyaan yang menghantui banyak penggemar seri lawasnya ini seolah tidak pernah terjawab. Di satu sisi, mereka merilis game sekelas Resident Evil 6 dengan cita rasa action yang terlampau kuat. Namun di sisi lain, mereka juga seolah terlihat hendak kembali ke cita rasa klasik lewat Resident Evil HD Remaster, yang secara mengejutkan, ternyata sukses besar di pasaran. Di luar dua nama besar ini, Resident Evil sebenarnya masih punya satu lagi seri yang boleh dibilang, berhasil melebur keduanya di ruang yang sama dan mengeksekusinya dengan begitu baik. Benar sekali, kita tengah membicarakan seri Revelations yang pertama kali muncul di 3DS beberapa tahun yang lalu. Kesuksesan sang seri pertama akhirnya mendorong Capcom mengembangkan sebuah seri sekuel dan akhirnya, melepasnya ke pasaran.

Namun berbeda dengan seri pertamanya, Resident Evil: Revelations 2 ditawarkan pertama kali dalam bentuk digital dan mengusung sistem rilis secara episodik ala game-game interactive story seperti The Walking Dead, Game of Thrones, atau Life is Strange. Dirilis secara mingguan, setiap episode akan memuat gameplay sekitar 1,5-2 jam dengan porsi cerita yang terus bergerak. Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja cukup mengerti apa yang ditawarkan seri yang satu ini. Secara visual, Revelations 2 memang tidak terlihat memesona. Untuk PC di setting terbaik pun, Anda masih menemukan tekstur resolusi rendah dan detail yang tidak bisa disejajarkan dengan game-game yang memang dibangun untuk platform generasi terbaru.

Lantas bagaimana dengan sisi gameplay yang ada? Kami cukup merasa beruntung untuk setidaknya menunggu episode 2 sebelum menyimpulkan seperti apa atmosfer game yang satu ini. Mengapa? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Dengan begitu banyaknya kasus bio-terrorism yang terjadi dunia RE, sebuah organisasi nirlaba bernama Terra Save berkomitmen untuk mencegah dan memerangi setiap darinya.
Dengan begitu banyaknya kasus bio-terrorism yang terjadi dunia RE, sebuah organisasi nirlaba bernama Terra Save berkomitmen untuk mencegah dan memerangi setiap darinya.

Semakin banyak seri Resident Evil yang meluncur ke pasaran, semakin banyak pula “organisasi” yang harus Anda ingat, beserta dengan perannya. Setidaknya hal inilah yang kami rasakan di awal pengenalan Resident Evil Revelations 2 ini.

Revelations 2 mengambil setting antara Resident Evil 5 dan Resident Evil 6. Dunia kini mulai mengerti soal bahaya bio-terrorism yang mengancam eksistensi manusia sebagai sebuah ras. Di tengah ketidakmampuan pemerintah dan politisi untuk memberikan rasa aman untuk penduduknya, lahirlah sebuah organisasi bernama – Terra Save – yang memang difokuskan untuk memerangi kejahatan ini. Mengikuti event yang terjadi di versi film RE Degenerations, Claire Redfield merupakan salah satu ujung tombak Terra Save. Bersama dengan Moira – anggota baru yang juga merupakan anak Barry Burton, nasib Claire kembali terjebak di sebuah malam yang seharusnya berjalan damai tanpa rintangan.

Acara makan malam yang seharusnya berjalan damai berakhir mimpi buruk. Claire Redfield - anggota ujung tombak Terra Save dilumpuhkan dan diculik  bersama dengan Moira.
Acara makan malam yang seharusnya berjalan damai berakhir mimpi buruk. Claire Redfield – anggota ujung tombak Terra Save dilumpuhkan dan diculik bersama dengan Moira.
Keduanya terbangun di dalam sebuah fasilitas misterius dengan sebuah gelang aneh terpasang.
Keduanya terbangun di dalam sebuah fasilitas misterius dengan sebuah gelang aneh terpasang.
Prioritas saat ini adalah menyelamatkan diri dan mencari jalan keluar.
Prioritas saat ini adalah menyelamatkan diri dan mencari jalan keluar.

Secara mendadak, markas Terra Save diserang oleh kelompok bersenjata tidak dikenal yang membawa Claire dan Moira keluar dalam kondisi tidak sadar. Ketika terbangun, mereka berdua menemukan dirinya terpenjara di sebuah fasilitas misterius yang terlihat tua dan kotor, dengan sebuah gelang terpasang di tangan mereka. Tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, gelang ini juga dapat berubah warna untuk merefleksikan emosi sang pengguna. Bersama dengan Moira, Claire berusaha mencari jalan keluar dari mimpi buruk ini. Beragam makhluk menyeramkan yang berusaha membunuh mereka seolah kian menegaskan fakta bahwa mereka kini tengah terjebak di fasilitas eksperimen yang entah digawangi oleh siapa. Namun ternyata jalan keluar adalah hal terakhir yang bisa mereka dapatkan. Claire dan Moira terjebak di tengah pulau antah berantah, dengan sinyal radio yang bahkan diragukan, bisa mencapai siapapun.

Menghilang berbulan-bulan, Barry akhirnya bergerak mencari Moira dengan clue yang begitu minim.
Menghilang berbulan-bulan, Barry akhirnya bergerak mencari Moira dengan clue yang begitu minim.
Ia ditemani seorang anak perempuan misterius yang tampaknya sudah menghuni pulau yang sama untuk waktu yang cukup lama - Natalia.
Ia ditemani seorang anak perempuan misterius yang tampaknya sudah menghuni pulau yang sama untuk waktu yang cukup lama – Natalia.
Siapa yang sebenarnya menjadi dalang di balik semua misteri ini? Siapa pula orang yang menamakan dirinya sebagai
Siapa yang sebenarnya menjadi dalang di balik semua misteri ini? Siapa pula orang yang menamakan dirinya sebagai “The Overseer”

6 bulan setelah event tersebut, Barry yang tidak pernah menyerah mencari sang anak kesayangan akhirnya tiba di pulau yang sama. Bersama dengan seorang anak misterius yang menyambutnya di dermaga – Natalia, Barry berusaha menyusuri kembali jejak Moira dan Claire, termasuk berhadapan dengan serangkaian makhluk yang menjadi teror mereka. Apalagi Natalia sendiri mengaku bahwa ia sempat bertemu dengan Moira, walaupun percaya, bahwa ia kini sudah tewas karena kejadian terakhir yang menimpanya. Berita buruknya? Mereka tidak sendiri. Barry akhirnya mengetahui bahwa seorang wanita yang menamakan dirinya sebagai “The Overseer” terus membangun komunikasi dengan Claire dan Moira dan ditengarai sebagai alasan di balik nasib buruk yang menimpa keduanya.

WHAT THE..
WHAT THE..

Mampukah Claire, Barry, Natalia, dan Moira menyelamatkan diri dari pulau ini? Apa yang sebenarnya tengah terjadi di neraka dunia yang satu ini? Efek apa yang sebenarnya dihasilkan gelang yang terpaksa mereka kenakan? Siapa pula “The Overseer”? Semua jawaban ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan RE: Revelations 2 ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…