Review Pillars of Eternity: Salah Satu Pengalaman RPG Terbaik!

Reading time:
April 7, 2015
Pillars of Eternity jagatplay part 2 (160)

Lebih dari 77.000 gamer penggemar RPG Barat klasik di seluruh dunia tampaknya optimis bahwa Obsidian mampu memenuhi apa yang mereka inginkan. Proses pengembangan yang memakan waktu lama akhirnya terbayarkan setelah Pillar of Eternity resmi meluncur via portal digital milik Valve – Steam. Ia hadir sebagai sebuah oase di tengah keringnya game-game RPG dengan cita rasa klasik ala Baldur’s Gate. Sebagian besar game RPG raksasa yang keluar dari developer besar sekelas Bioware atau CD Projekt Red belakangan in, misalnya, lebih difokuskan pada sudut pandang third person dengan dunia dibangun dengan model tiga dimensi yang realistis. Obsidian dan Paradox Interactive memutuskan diri untuk menabrak pakem mainstream tersebut.

Hasilnya? Kesan pertama yang luar biasa. Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja cukup mengerti apa yang tengah kami bicarakan. Sudut pandang isometrik dengan visualisasi 2.5D hanyalah awal dari sensasi klasik yang ditawarkan Pillars of Eternity. Di dalamnya, ia membungkus diri dengan mekanisme gameplay yang kompleks, karakter dan kelas yang unik, dengan variasi musuh dan garis cerita yang siap untuk membuat banyak gamer pecinta RPG, untuk melupakan game yang lain, atau bahkan rutinitas hidup mereka untuk sementara waktu. Dunia fantasi dan sensasi lawas Pillars of Eternity tumbuh menjadi daya tarik yang begitu sulit untuk ditolak.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Pillars of Eternity ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai salah satu pengalaman game RPG terbaik yang pernah kami temui?

Plot

Petualangan Anda dimulai dengan menciptakan karakter Anda sendiri.
Petualangan Anda dimulai dengan menciptakan karakter Anda sendiri.

Seperti halnya game-game RPG Barat klasik di masa lalu, Anda akan berperan sebagai karakter racikan Anda sendiri. Dibuka dengan mode Character Creation, ada begitu banyak elemen yang perlu Anda perhatikan untuk membangun dasar dari cerita petualangan yang Anda jalani. Anda akan menentukan ras, varian ras, hingga kelas yang tentu saja, akan mempengaruhi gaya gameplay seperti yang akan Anda dapatkan selama puluhan jam ke depan.

Namun terlepas dari karakter apapun yang Anda ciptakan, semuanya bermula dari satu kisah yang sama. Anda hanyalah seorang petualang yang berusaha untuk menemukan hidup yang lebih baik di kota yang baru, bergerak bersama dengan rombongan karavan berisikan banyak orang sipil menuju Gilded Vale. Sayangnya, seperti yang bisa diprediksi, ia tidak berakhir baik. Diserang oleh para Bandits yang menewaskan hampir keseluruhan rombongan di tengah perjalanan, karakter utama terpaksa melarikan diri ke reruntuhan terdekat bernama Cilanth Lis. Usaha untuk bertahan hidup yang berakhir menjadi mimpi buruk yang baru.

Anda hanyalah seorang petualang yang berusaha mencari hidup lebih baik di Gilded Vale. Ikut dalam karavan, keputusan ini ternyata berujung maut.
Anda hanyalah seorang petualang yang berusaha mencari hidup lebih baik di Gilded Vale. Ikut dalam karavan, keputusan ini ternyata berujung maut.
Berhasil menyelamatkan diri dari pada Bandits, usaha Anda untuk menyelamatkan diri ke reruntuhan terdekat menjadi awal dari sebuah takdir besar.
Berhasil menyelamatkan diri dari pada Bandits, usaha Anda untuk menyelamatkan diri ke reruntuhan terdekat menjadi awal dari sebuah takdir besar.
Anda tiba-tiba punya kekuatan untuk berkomunikasi dengan jiwa, berbicara dengan mereka yang mati, melihat memori mereka yang hidup, hingga memanipulasi mereka.
Anda tiba-tiba punya kekuatan untuk berkomunikasi dengan jiwa, berbicara dengan mereka yang mati, melihat memori mereka yang hidup, hingga memanipulasi mereka.

Keluar dari Cilanth Lis, karakter Anda justru menjadi saksi mata dari fenomena supernatural bernama Biawac, bersama dengan “atraksi” begitu banyak orang asing yang terlihat berusaha menghidupkan sebuah mesin kuno. Companion Anda tewas seketika, namun anehnya, Anda tetap bertahan hidup. Mengelak dari kematian, Anda kini justru dibekali dengan kekuatan yang lebih aneh. Anda tiba-tiba bisa berbicara dengan jiwa mereka yang sudah mati, menelusuri ingatan dan masa lalu mereka yang hidup, dan memanipulasi mereka jika dibutuhkan. Sebagai gantinya? Suara-suara yang terus berbicara dengan Anda di dalam kepala tampaknya tak pernah ingin diam, melemparkan kewarasan Anda ke ambang batas. Anda kemudian dikenal sebagai “The Watcher” karena kemampuan baru ini.

Perjalanan baru pun dimulai. Tidak lagi berfokus untuk sekedar mencari hidup yang baru, Anda didorong untuk memahami takdir besar seperti apa yang sebenarnya menyelimuti hidup Anda yang baru. Dengan satu prioritas utama, mengembalikan diri Anda seperti dahulu. Namun Eora – dunia yang Anda tempati saat ini bukanlah tempat yang indah dan damai. Banyak fenomena aneh terjadi di sekitar region, termasuk yang paling menyakitkan – Hollowborn. Tidak sedikit anak-anak yang baru lahir memperlihatkan simtom layaknya mayat hidup, tidak menangis, dan hanya bernafas kosong tanpa reaksi. Sementara di region lain, perang politik dengan banyak agenda mengemuka, membuat kecurigaan dan konflik tak terelakkan.

Sementara di sisi lain, dunia berada dalam kondisi kisruh dan tidak stabil.
Sementara di sisi lain, dunia berada dalam kondisi kisruh dan tidak stabil.
Apa yang sebenarnya terjadi? Petualangan seperti apa yang harus Anda lewati?
Apa yang sebenarnya terjadi? Petualangan seperti apa yang harus Anda lewati?

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan karakter utama Anda? Peran apa yang harus dipikul seorang Watcher? Mampukah ia mengembalikan stabilitas region? Musuh seperti apa yang akan ia hadapi? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda nikmati dengan memainkan Pillars of Eternity ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…
August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…

PlayStation

November 11, 2022 - 0

Review Sonic Frontiers: Gaya Baru, Lumayan Seru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Sonic Frontiers ini? Mengapa kami…
November 10, 2022 - 0

Review Call of Duty – Modern Warfare II (Multiplayer): Seru yang Serupa!

Apa yang ditawarkan oleh mode multiplayer Call of Duty: Modern…
November 8, 2022 - 0

Wawancara dengan Eric Williams (God of War Ragnarok)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Game Director God of War Ragnarok…
November 3, 2022 - 0

Review God of War Ragnarok: Mitologi Penuh Aksi, Mitologi Penuh Hati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh God of War Ragnarok ini?…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…