Roblox Kembali Dinodai Dengan Kasus Predator Anak di Inggris
Seorang pria berumur 19 tahun di Inggris divonis 28 bulan penjara setelah terbukti melakukan grooming terhadap remaja yang ia temui lewat Roblox.
Kasus baru kembali menyeret nama Roblox ke sorotan publik setelah hilangnya remaja asal New York di akhir Januari lalu. Kali ini, seorang pria berusia 19 tahun di Inggris dijatuhi hukuman 28 bulan penjara. Carlo Tritta, asal Hampshire, dinyatakan bersalah atas berbagai tuduhan termasuk perilaku tidak senonoh serta komunikasi seksual dengan anak di bawah umur yang ia kenal melalui platform tersebut.
Dilansir dari laporan BBC, kasus ini bermula dari pertemuan pelaku dengan korban berusia 14 tahun di Roblox pada tahun 2024. Setelah membangun kepercayaan, pelaku memindahkan komunikasi ke layanan pesan pribadi, guna mulai melakukan tindakan grooming dengan mengirim pesan seksual dan berinteraksi secara tidak pantas.
Situasi ini akhirnya terungkap pada Agustus 2025 setelah ibu korban menyadari kejanggalan dan melaporkannya ke pihak berwenang. Tak berhenti di situ, bukannya merasa takut dengan keterlibatan aparat berwajib, proses hukum terhadapnya justru memperlihatkan peningkatan agresi pelaku.
Dalam upaya menghentikan kasus, ia melakukan perjalanan jauh ke rumah korban, merusak kamera keamanan, bahkan sampai membobol properti sang korban. Ia juga diketahui sempat memberikan hadiah kepada korban, termasuk makanan dan ponsel rahasia untuk menjaga komunikasi tetap tersembunyi.
Kasus ini kembali menambah daftar panjang kontroversi yang membayangi Roblox dalam beberapa tahun terakhir. Platform ini memang kerap dikritik karena celah keamanan yang memungkinkan perilaku predator terjadi, bahkan sampai diblokir oleh pemerintah Rusia karena ancaman keamanan untuk anak.
Menanggapi kasus ini, pihak Roblox menegaskan bahwa mereka memiliki kebijakan ketat terhadap eksploitasi anak serta sistem keamanan untuk membatasi interaksi berisiko. Mereka juga menyatakan terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum guna meningkatkan perlindungan penggunanya.
Di sisi lain, keluarga korban menilai langkah tersebut masih belum cukup. Ibu korban secara terbuka menyebut platform seperti Roblox berbahaya jika tidak diawasi ketat, terutama karena sifatnya yang populer di kalangan anak-anak namun tetap dapat diakses oleh orang dewasa dengan niat buruk.
Bagaimana menurut Anda mengenai kembali adanya kontroversi di platform Roblox, yang sekali lagi kembali melibatkan keamanan anak?










