PlayTest: Gaming Dengan HP 14-g008AU!

Author
David Novan
Reading time:
May 29, 2015

Lego Batman 3

Game ini boleh saja memiliki kesan kekanakan, berkat tema Lego yang biasanya dimainkan oleh anak-anak. Namun, permainan dari game ini sendiri harus diakui cukup seru dan menarik. Apalagi bila Anda memiliki pengalaman bermain Lego ketika masih kecil dahulu. Baik dari sisi graphics maupun banyaknya objek di dalam layar permainan, game ini sebenarnya cukup berat untuk dimainkan. Berikut permintaan hardware untuk memainkan game ini:

  • Prosesor: Intel Core 2 Duo E4300 atau AMD Athlon 64 X2 Dual Core 3800+
  • Graphics Card: NVIDIA GeForce 7600 GS atau AMD Radeon X1950 Pro
  • RAM: 2 GB
  • HDD: 10 GB

Hardware yang dimiliki notebook ini tampaknya cukup untuk menjalankan spesifikasi yang diminta oleh game ini. Ketika kami mencari opsi graphics terbaik dari sisi performanya, kami akhirnya menurunkan resolusi hingga 1280 x 720 dan beragam efek di tingkat rendah. Lengkapnya dapat Anda temukan di screenshot yang kami sertakan.

 

HP 14-g008AU HP 14-g008AU

Pengaruh opsi graphics yang kami gunakan ternyata tidak banyak berpengaruh pada tampilan permainannya. Game ini masih terlihat indah dengan beragam efek tampilannya, seperti semburan api dan riak air, ditambah efek cahaya yang cukup baik. Meskipun kualitas tampilannya tidak begitu mewah, dampak pada pengalaman bermainnya begitu besar. Performa game ini menjadi begitu baik, dengan frame rate sekitar 30 hingga 50 fps. Untuk game petualangan seperti ini, angka tersebut sangat terasa efeknya dan diterjemahkan dalam kenyamanan bermain.

 

HP 14-g008AU HP 14-g008AU

Playable?: Lego Batman 3 dapat berjalan dengan baik dan di saat bersamaan masih menunjukkan kualitas tampilan yang tinggi. Meskipun opsi graphics berada di tingkat rendah, game ini masih dapat dinikmati dan kenyamanan bermainnya terjamin.

Grid Autosports

Game balapan memiliki tipe permainan yang mengharuskan tidak adanya gangguan kinerja, terutama sampai terhenti sesaat. Hasilnya tentu saja akan membuat semua tikungan menjadi tempat Anda kehilangan kendali mobil. Permainan yang ditunjukkan pada Ori seharusnya tidak terjadi pada Grid. Berikut spesifikasi hardware yang dibutuhkan untuk menjalankan game ini:

  • Prosesor: Intel Core 2 Duo E6600 2,4 GHz atau AMD Athlon 64 X2 Dual Core 5400+
  • RAM: 2 GB
  • Graphics Card: GeForce 8600 GT atau Radeon HD 2600 XT
  • HDD: 15 GB

Jumlah RAM yang diminta untuk menjalankan game ini tampaknya mencukupi, tidak seperti Ori. Namun, untuk berjaga-jaga, kami menggunakan opsi graphics terendah terlebih dahulu. Ternyata, opsi tersebut memang yang paling tepat untuk memainkan game ini dengan tingkat frame rate terbaik. Ketika kami meningkatkan ke titik agak tinggi, seperti medium, kinerjanya terkena dampak cukup besar. Detail mengenai opsi yang kami gunakan dapat Anda temukan di screenshot.

HP 14-g008AU HP 14-g008AU HP 14-g008AU HP 14-g008AU

Hasil dari penggunaan opsi tersebut memang berhasil memunculkan tingkat frame rate yang baik, yaitu antara 30 hingga 55 fps. Namun, ketika kami memainkan game ini ternyata masalah yang sama dengan Ori kembali muncul! Penurunan kinerja yang besar kembali terjadi dan permainan seakan skip selama beberapa saat. Hasilnya tentu saja kami tidak dapat melakukan balapan dengan wajar.

 

HP 14-g008AU HP 14-g008AU

Bingung dengan masalah ini, kami akhirnya berkonsultasi dengan rekan kami di JagatReview. Ternyata, memori RAM kembali habis dilahap oleh game ini, padahal seharusnya ia mencukupi untuk memainkannya dengan baik. Setelah diusut, sejumlah RAM yang cukup besar digunakan untuk keperluan lain di notebook, yaitu untuk menyediakan memory video alias VRAM dari IGP-nya!

Game ini kehabisan resource memory yang dapat digunakan
Game ini kehabisan resource memory yang dapat digunakan

Playable?: Ternyata Grid juga mengalami nasib yang serupa dengan Ori. Masalah penurunan kinerja nan drastis kembali terjadi. Untuk game balapan, hal semacam ini sangat mengganggu gameplay dan kenyamanan bermain.

Tomb Raider

Petualangan mengenai masa awal tokoh utama wanita paling legendaris di dunia video game ini masih menjadi game yang enak dimainkan. Bukan hanya bentuk permainannya yang solid, game ini juga memperlihatkan beragam fitur yang menarik. Pada sisi lain, tampilan graphics-nya bukan hal yang dapat dianggap enteng. Game ini mampu memperlihatkan lingkungan yang hidup dan membingkai dengan baik daya tarik Lara Croft yang besar. Berikut permintaan hardware untuk menjalankan game ini:

  • Prosesor: Intel Core 2 Duo E6300 1,86 GHz atau AMD Athlon 64 X2 Dual Core 4000+
  • RAM: 1 GB
  • Graphics Card: GeForce 8600 GT atau Radeon HD 2600 XT
  • HDD: 12 GB

Faktor yang menjadi pokok masalah pada dua game sebelumnya tampaknya dapat dilalui dengan baik, yaitu RAM-nya. Perhatian utamanya kini berpusat pada sebesar apa kami dapat menaikkan kualitas graphics-nya. Untungnya, Tomb Raider terkenal sebagai game yang memiliki tingkat scaling tinggi. Mulai dari komputer dengan spesifikasi rendah sekalipun dapat memainkan game ini, dengan mengorbankan kualitas tampilannya. Untuk memainkan game ini, kami menggunakan opsi graphics seperti yang terlihat di screenshot.

 

HP 14-g008AU HP 14-g008AU

Ketika kami memainkan game ini, tampilan graphics-nya memang berada di tingkat yang cukup rendah. Hal itu penting untuk mempertahankan kenyamanan bermainnya. Setidaknya kami berhasil mendapatkan frame rate antara 25 hingga 40 fps. Meskipun terlihat rendah, game ini berjalan dengan sangat baik, mulai dari menjalankan beragam akrobat hingga bertempur dan Active Time Event yang membutuhkan refleks menekan tombol.

HP 14-g008AU

Tampilan dari jauh memang terlihat agak kasar. Akan tetapi, ketika kami mendapat kesempatan untuk bermain dengan kamera agak dekat, tampilan Lara masih terlihat cukup baik. Meskipun “hiasan” lumpur yang ada di badan Lara tidak begitu detail, tetapi pesonanya tetap dapat ditampilkan dengan baik.

HP 14-g008AU

Playable?: Kami berhasil membantu Lara menyelesaikan petualangannya dengan baik, tanpa adanya penurunan kinerja yang besar dan mampu mengganggu kenyamanan bermain. Bahkan pada daerah yang luas sekalipun, kami masih dapat bermain dengan baik dan tidak mengalami kesulitan untuk menggerakkan Lara.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…