PlayTest: Gaming Dengan HP 14-g008AU!

Author
David Novan
Reading time:
May 29, 2015
feat-image-low
HP 14-g008AU!

Notebook HP 14-g008AU merupakan perangkat mobile berbasis AMD yang dipasarkan bukan hanya untuk kepentingan pengguna dinamis, tetapi juga untuk bermain game. Bila dilihat dari sisi tampilan luarnya saja, notebook ini terlihat begitu modis dan indah. Begitu mengetahui dukungan prosesor dan graphics card yang notabene cukup kuat di dalamnya barulah terlihat bahwa ia bukan hanya sekadar untuk menjalankan program Word atau Excell belaka. Apalagi dengan pertimbangan harga yang ditawarkan untuk notebook ini berkisar di 4 jutaan Rupiah!

Untuk mengetahui lebih dekat mengenai kekuatan di balik notebook ini, berikut konfigurasi hardware yang kami gunakan ketika melakukan PlayTest kali ini:

  • Prosesor: AMD A8 – 6410
  • Graphics Card: Radeon R5 Graphics (IGP)
  • RAM: 2 GB
  • HDD: 500 GB
  • Monitor: 14′ dengan resolusi native 1366 x 768

Konfigurasi dari notebook ini sendiri ternyata dapat Anda ubah sesuka hati, tergantung dari budget yang ada. Bila dilihat dari kacamata gamer, kebebasan seperti ini tentunya sangat membantu. Alasan utamanya tentu saja berada pada keinginan gamer untuk selalu meningkatkan kemampuan komputer yang digunakannya. Apalagi game saat ini perkembangannya begitu pesat dan di saat bersamaan meningkatkan permintaan spesifikasi komputer untuk menjalankannya.

Pada PlayTest kali ini, kami menggunakan beberapa game yang cukup menarik, yaitu Ori and The Blind Forest, Grid Autosports, Lego Batman 3, Tomb Raider, dan Counter-Strike: Global Offensive (CS GO). Konfigurasi hardware yang dimiliki notebook ini tampaknya akan berjuang cukup keras untuk dapat memainkan semua game tersebut dengan kualitas graphics yang cukup tinggi. Satu poin yang cukup mengkhawatirkan adalah penggunaan memori RAM di 2 GB; titik yang cukup rendah untuk memainkan game saat ini.

Ori and The Blind Forest

Bila dilihat sekilas saja, Ori tidak terlihat seperti game yang mengancam hardware. Game ini hanya menggunakan graphics 2D, memiliki gameplay platformer tanpa kemampuan untuk mengubah sudut pandang, serta memiliki fitur sederhana. Namun, tipe permainan seperti ini menitik beratkan pada tingkat frame rate tinggi supaya Anda dapat dengan tepat melompat, menyerang, dan menghindari serangan musuh. Berikut spesifikasi minimum yang dibutuhkan untuk menjalankan Ori:

  • Prosesor: Intel Core 2 Duo E4500 2,2 GHz atau AMD Athlon 64 X2 Dual Core 5600+
  • RAM: 4 GB
  • Graphics Card: GeForce GT 240 atau AMD Radeon HD 6570
  • HDD: 8 GB

Hanya dari sisi kebutuhan RAM saja langsung terlihat bahwa Ori bukan game yang enteng. Terlebih lagi game ini tidak menyediakan opsi untuk mengatur tingkat detail graphics seperti game 3D. Pada bagian Option, kami hanya dapat mengubah resolusi permainan saja. Perhatian utama kami sebenarnya terletak pada kemampuan notebook ini untuk menjalankan permainan dengan lancar tanpa tersendat. Sebab, faktor itu yang menentukan kenyamanan bermain.

HP 14-g008AU

Pada layar menu utama ketika kami memulai permainan saja langsung terlihat efek dari kurangnya memori terhadap permainan. Karena didorong oleh rasa takut akan menemui permainan dengan tingkat frame rate sangat rendah, kami langsung mengubah resolusi ke titik terendah, yaitu 640 x 480. Meskipun tulisan di layar menu langsung pecah, tetapi tampilan graphics di dalam permainan sendiri tidak begitu terpengaruh. Keindahan latar belakang 2D Ori masih tetap mempertahankan kualitasnya.

Kegiatan yang membutuhkan presisi cukup sulit dilakukan
Kegiatan yang membutuhkan presisi cukup sulit dilakukan

Lalu, bagaimana dengan pengalaman bermainnya sendiri? Ternyata Ori berjalan dengan terbata-bata ketika kami memainkannya. Tingkat frame rate dari game ini sendiri sebenarnya masih masuk akal, yaitu antara 25 hingga 60 fps. Namun, efek dari kurangnya memori RAM langsung terlihat ketika kami bergerak cepat dan layar bergeser ke latar belakang berikutnya. Hampir setiap saat permainan tersedak dan berhenti sesaat hingga akhirnya ia berjalan normal kembali.

Cutscene menerima hantaman paling telak
Cutscene menerima hantaman paling telak

Playable?: Ori ternyata tidak dapat dijalankan dengan baik oleh notebook ini. Baik RAM maupun VRAM yang dimiliki notebook ini tidak dapat mengakomodir permainan yang mulus; satu faktor yang menjadi penentu kenyamanan permainan bertipe platformer.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

July 28, 2021 - 0

Review Scarlet Nexus: Gila Bercampur Seru!

Selama bukan sesuatu yang mereka adaptasikan dari anime populer misalnya,…
June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…
June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…