Review Razer Naga Epic Chroma: Senjata Gamer RPG!

Author
David Novan
Reading time:
May 7, 2015

 

Ingin lebih banyak tombol bantuan di mouse? Naga Epic Chroma mewujudkannya!
Ingin lebih banyak tombol bantuan di mouse? Naga Epic Chroma mewujudkannya!

Masalah utama yang selalu membayangi gamer pecinta Role Playing Game atau RPG tidak perlu disangkal lagi adalah banyaknya tombol shortcut ketika bermain. Game berjenis ini boleh saja lebih banyak mengandalkan klik mouse untuk menjalankan karakter di dalam game, tetapi shortcut untuk mengeluarkan beragam magic atau skill ketika bertempur biasanya berada pada tombol angka di keyboard. Ketika Anda perlu menekan begitu banyak shortcut dengan fungsi berlainan yang bisa menentukan kemenangan, bantuan sekecil apapun dari perangkat yang Anda gunakan akan sangat berarti.

Fungsi inilah yang secara spesifik ditargetkan oleh Razer Naga Epic Chroma, mouse gaming dengan rentetan tombol di sisi ibu jari. Razer Naga Epic bukan hanya memberikan segelintir tombol saja, tetapi hingga 12 tombol dapat ditemukan di sini! Setiap tombolnya mewakili shortcut untuk tombol angka 1 hingga 0 plus “-” dan “=”. Jadi, melalui bantuan Naga Epic, Anda dapat menggunakan semua tombol shortcut tanpa perlu meregang jari untuk menekan shortcut angka 0 di keyboard sambil tetap menekan WASD untuk menghindar dari serangan musuh!

Bagian punggungnya agak tinggi
Bagian punggungnya agak tinggi

Hanya sekilas saja mungkin Anda merasa fungsi shortcut sebanyak itu di mouse terkesan berlebihan. Namun, untuk gamer yang sudah merasakan game MMORPG seperti World of Warcraft atau yang sejenis, fungsi semacam itu seperti hadiah dari surga. Sebab, game online tersebut memiliki begitu banyak skill yang dapat digunakan dan untuk beberapa kelas karakternya, setiap skill memanfaatkan efek yang dihasilkan dari penggunaan skill lain. Nah, permasalahannya tinggal apakah begitu banyak tombol di mouse dapat digunakan dengan efisien dan nyaman ketika berada di tengah pertarungan yang sengit?

Wired atau Wireless

Razer Naga Epic Chroma pada dasarnya adalah mouse gaming Wireless alias tanpa kabel. Jadi, Anda dapat dengan leluasa bermain game tanpa perlu merasa terganggu atau terbatasi dengan panjang kabel. Pada mode Wireless, Anda akan terhubung dengan Charger Station yang harus disambungkan melalui kabel USB ke komputer.

Naga Epic bisa menggunakan kabel dan nirkabel
Naga Epic bisa menggunakan kabel dan nirkabel
Docking Station selain mengisi baterai juga menjadi penerima sinyal nirkabel dari mouse
Docking Station selain mengisi baterai juga menjadi penerima sinyal nirkabel dari mouse

Biasanya, baterai yang ada di dalam Naga Epic dapat bertahan selama sekitar 20 jam ketika digunakan bermain. Waktu tersebut tentunya cukup lama bila Anda mengikuti siklus hidup manusia normal yang membutuhkan waktu tidur setidaknya hingga 8 jam setiap harinya. Kemudian, untuk mengisi kembali baterainya dibutuhkan waktu selama 5 jam. Jadi, sewajarnya Anda dapat mengisi baterai sambil tidur.

Cukup gunakan saklar di bawah mouse untuk mengubah nirkabel menjadi kabel
Cukup gunakan saklar di bawah mouse untuk mengubah nirkabel menjadi kabel

Akan tetapi, tidak semua gamer mengikuti siklus hidup tersebut. Ada pula gamer yang mampu bermain game nonstop selama lebih dari satu hari. Lalu, bagaimana bila baterainya keburu habis padahal Anda masih ingin bermain? Inilah uniknya Naga; Anda dapat mencabut kabel USB yang terhubung ke Charger Station dan menggunakannya langsung ke mouse! Semudah itu pula mouse gaming Wireless ini menjadi Wired.

Bentuk ujung kabel USB sengaja dibentuk supaya menyatu dengan badan mouse
Bentuk ujung kabel USB sengaja dibentuk supaya menyatu dengan badan mouse
Kabel diperkuat dengan anyaman serat
Kabel diperkuat dengan anyaman serat

Ukuran Tangan Menengah

Ukuran Naga sendiri sebenarnya tergolong tidak terlalu besar. Untuk gamer dengan ukuran telapak tangan besar, menggunakan Naga untuk pertama kalinya akan terkesan agak canggung. Apalagi bila ia menggunakannya untuk hal selain bermain game, seperti Browsing Internet. Ketika Anda ingin mengangkat mouse untuk menggesernya lebih jauh, seringkali pula ibu jari akan menekan tombol shortcut sebanyak 12 buah yang ada di sisi kiri mouse.

 

razer naga epic chroma jagatplay (8) razer naga epic chroma jagatplay (9) razer naga epic chroma jagatplay (10)

Ternyata, Naga membutuhkan metode penggunaan yang sedikit berbeda dengan mouse biasa. Sewajarnya, Anda memegang mouse dengan tiga jari di bagian atas, yaitu telunjuk untuk menekan tombol mouse1, jari tengah untuk mousewheel, dan jari manis untuk mouse2. Sedangkan ibu jari dan kelingking untuk mengapit mouse ketika digerakkan atau digeser. Naga meminta Anda untuk menggunakan dua jari saja di atas, yaitu telunjuk dan jari tengah; sedangkan jari manis mengapit pada lekukan yang ada di sisi kanan mouse dan kelingking pada permukaan karet di sisi paling luar mouse.

Mousewheel dilengkapi dengan karet anti slip
Mousewheel dilengkapi dengan karet anti slip

Tombol shortcut yang biasanya ada di mouse gaming dan berada di sisi ibu jari, yaitu mouse4 dan mouse5, dipindahkan ke bagian punggung mouse di belakang mousewheel. Meskipun tombol ini memang lebih sering digunakan ketika bermain game action, seperti shooter, tetapi fungsinya sebagai Back dan Forward ketika Browsing Internet cukup penting untuk memudahkan berselancar di dunia maya.

Dua tombol di punggung mouse mewakili mouse4 dan mouse5 yang biasanya ada di sisi ibu jari
Dua tombol di punggung mouse mewakili mouse4 dan mouse5 yang biasanya ada di sisi ibu jari
Lekukan di sisi kanan mouse untuk menopang jari manis dan kelingking
Lekukan di sisi kanan mouse untuk menopang jari manis dan kelingking
Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…

PlayStation

February 26, 2021 - 0

Review NBA 2K21 (Next-Gen): Nombok Dong! Nombok Dong!

Anda yang secara aktif mengikuti JagatPlay sepertinya sudah mengetahui bagaimana…
February 25, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Hardware): Si Bongsor yang Buas!

Berapa banyak dari Anda yang masih ingat soal kekhawatiran tidak…
February 20, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Software): Indah, Elegan, Cepat!

Diskusi terkait konsol generasi terbaru memang lebih banyak didominasi soal…
February 17, 2021 - 0

Menjajal BETA Guilty Gear Strive: Siap Menjadi yang Terbaik!

Seperti halnya posisi Codemasters di dunia game racing, nama Arc…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…