10 Hal yang Mungkin Tidak Anda Ketahui dari DOTA 2!

Reading time:
June 9, 2015
dota-2-feat-image

Jangan pernah menganggap remeh sebuah mod. Jika dieksekusi dengan sangat baik, mampu menawarkan sesuatu yang inovatif, serta secara konsisten menerima feedback dari pada penikmatnya, maka bukan tidak mungkin ia akan tumbuh menjadi “raksasa” industri game yang tidak pernah Anda prediksi sebelumnya. Tidak percaya? Maka Defense of the Ancients, atau yang lebih dikenal sekedar sebagai – DOTA adalah bukti paling nyata. Lahir dari modifikasi Warcraft 3, kompleksitas dan kayanya atmosfer kompetitif yang ia tawarkan bahkan cukup untuk melahirkan genre tersendiri – Multiplayer Online Battle Arena atau MOBA. Alih-alih tenggelam dan hilang begitu saja, eksistensi DOTA justru semakin kuat di industri game.

Menggandeng sang otak utama – IceFrog, Valve melahirkan DOTA  2 – sebuah seri dengan visual dan fitur lebih baik. Menariknya lagi? Ia mengusung salah satu mekanisme free to play terbaik di industri game, yang secara tidak memaksa, justru berhasil mendorong partisipasi aktif komunitasnya untuk terus mempopulerkan game yang satu ini. Cukup aktif, hingga mereka bisa melahirkan sebuah kompetisi internasional yang berpotensi berujung pada total hadiah lebih dari USD 15 juta – atau sekitar 200 Milyar Rupiah, sebuah angka yang tidak pernah bisa dibayangkan muncul dari sebuah kompetisi game. Satu yang hal yang terus mendorong gamer untuk terus kembali mengakar pada satu hal yang sama – pengalaman gameplay yang selalu berbeda.

Bahkan untuk seorang gamer (seperti kami) yang sudah menghabiskan lebih dari 2.000 jam permainan sembari menonton beragam pertandingan internasional dan terus berusaha mengupdate berita soal DOTA 2, game ini tidak pernah berhenti mengejutkan. 2.000 jam ternyata tidak cukup untuk membuka semua misteri yang ada. Selalu ada strategi gameplay baru, selalu ada build item yang lebih efektif, selalu ada kombo serangan kerjasama yang lebih mematikan, dan selalu ada gaya permainan yang mengagumkan dari para professional. Menariknya lagi? Bahkan masih ada banyak rahasia, baik dari sisi gameplay maupun cerita yang tidak pernah Anda sadari. Point terakhir inilah yang akhirnya mendorong kami untuk membuat artikel yang mungkin, hanya bisa dinikmati para penggemar DOTA 2 ini.

Lantas, dari semua hal yang terjadi di DOTA 2, apa saja hal-hal yang mungkin tidak Anda ketahui? Inilah 10 Hal yang Mungkin Tidak Anda Ketahui dari DOTA 2 versi JagatPlay!

  1. Octarine Core Bekerja di Semua Spell, Tidak Hanya Tipe Magic!

octarine core

Patch 6.84 boleh dibilang sebagai gebrakan fantastis di DOTA 2. Mengapa? Karena setelah stagnan untuk waktu yang cukup lama dan lebih berfokus pada balancing beberapa hero di elemen terkecil, 6.84 menawarkan banyak hal baru. Beberapa mungkin mengingatnya sebagai festival “Aghanim Scepter” – item di dalam game yang mampu memperkuat, memodifikasi efek, hingga menambahkan varian serangan spell baru bagi beberapa hero spesifik yang mengenakannya. Namun, IceFrog menambahkan banyak item baru. Salah satu yang cukup “mahal” dan menarik perhatian adalah Octarine Core – yang memiliki efek Lifesteal dari damage yang dikeluarkan spell. Ada kesalahpahaman bahwa OC hanya berlaku untuk jenis spell magic, namun ternyata ia juga berlaku untuk spell physical dan pure di hero manapun. Ini berarti, OC memberikan efek lifesteal juga untuk jenis serangan seperti Glaive dari Luna ataupun Cleave dari Sven. Kerennya lagi? Ketika dipadukan dengan item penyembuh damage physical seperti Helm of Dominator, Mask of Madness, atau Vladmir’s Offering, efeknya akan bekerja bersamaan. Item build OC menjadi relevan, apalagi mengingat efeknya yang mampu mengurangi waktu cooldown spell.

  1. Alchemist is the Little Guy

alchemist-toxic-siege-armor-wallpaper

Menempati porsi foto karakter di bagian bawah layar, tidak mengherankan jika banyak gamer yang langsung menyimpulkan bahwa salah satu karakter “farmer” paling efektif di DOTA 2 – Alchemist merupakan sosok besar dan bulky yang mereka lihat di depan mata. Sebuah kesalahpahaman yang bisa dimengerti. Padahal sosok Alchemist sebenarnya justru adalah si tokoh kecil yang duduk di atas, dan bukannya si karakter badan besar yang kita kendalikan. Sementara si karakter besar tersebut adalah seorang Ogre, yang bahkan tidak memiliki nama resmi hingga saat ini. Ketika memicu serangan Ultimate – Chemical Rage, sang alchemist memberikan sejenis minuman pada sang Ogre untuk mengubahnya menjadi lebih kuat.

  1. Death Ward Deny

witch-doctor

Sudah berapa sering Anda menggunakan Witch Doctor di pertandingan DOTA 2? Dengan statusnya sebagai salah satu support dengan kemampuan yang fleksibel, untuk ofensif maupun defensif, Witch Doctor adalah alternatif hero tipe Intel yang cukup diminati. Apalagi di tengah pertempuran besar, ia bisa saja melemparkan Death Ward – serangan ultimate mematikannya yang akan langsung menyerang hero terdekat, atau bahkan memantul jika Anda memiliki Aghanim di dalam slot equipment. Namun berapa banyak dari Anda yang tahu bahwa Death Ward ternyata bisa dikendalikan! Benar sekali, adalah kesalahpahaman yang umum bahwa Death Ward bekerja secara otomatis dan memburu hero musuh terdekat. Padahal sebenarnya, Anda bisa melakukan klik kiri pada Death Ward dan memintanya untuk menyerang hero spesifik yang Anda inginkan, termasuk Anda sendiri atau hero teman yang lain jika Anda butuh melakukan deny! Benar sekali, Anda bisa melakukannya! Mind-blown!

  1. Nama Asli Nyx Ternyata…. Bukan Nyx!

nyx-assassin

Di DOTA pertama, ia mungkin lebih dikenal sebagai Nerubian Assassin. Namun permasalahan hak cipta dengan Blizzard tentu membuat Valve tidak bisa mengusung nama yang sama di DOTA 2. Sebagai gantinya, mereka memanggilanya sebagai Nyx Assassin. Dengan nama yang begitu jelas terpampang di layar, tentu menjadi hal yang rasional untuk mengindentifikasi hero berbentuk kumbang dengan kemampuan invisibility ini sebagai “Nyx”. Namun tahukah Anda, bahwa namanya ternyata bukan Nyx! Nyx adalah dewi yang disembah oleh pembunuh bertubuh kumbang ini, dan mereka membunuh atas nama Nyx. Hal ini terbukti dari percakapan di dalam game yang sering muncul dari mulut Nyx Assassin, mengomentari bagaimana aksi dan keberhasilan mereka merupakan wujud berkat dari Nyx. Seperti namanya, Nyx Assassin merupakan pembunuh yang bergerak atas nama Nyx.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…
June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…