Review D4 – Dark Dreams Don’t Die: Bukan Game Detektif Biasa!

Reading time:
June 11, 2015
D4 jagatplay (2)

Seperti tren-tren yang terjadi di game-game yang sempat disebut “eksklusif” untuk Xbox One sebelumnya, seperti Dead Rising 3 dari Capcom dan Ryse: Son of Rome dari Crytek, sebuah game lainnya akhirnya ikut hijrah ke PC. Walaupun tidak seheboh nama-nama lainnya, mungkin karena posisinya sebagai game yang mengandalkan Kinect sebagai kontroler utama, D4: Dark Dreams Don’t Die dari Access Games akhirnya menjajal peruntungannya di platform yang kian populer ini. Ia dirilis dengan segudang fitur, termasuk framerate 60fps dengan tetap mempertahankan visualisasi cell shading-nya yang khas.

Berita baiknya? Ia bukanlah port yang terhitung asal-asalan. Memainkan game ini selama beberapa jam, kami sendiri tidak menemukan masalah apapun.Tidak ada crash ataupun bug yang mengganggu selama periode tersebut. Walaupun interfacenya sendiri masih terasa seperti Kinect, Access Games pantas mendapatkan apresiasi tersendiri atas komitmen mereka untuk mengimplementasikan fungsi keyboard dan mouse yang berjalan dengan baik dan responsif. Game ini bisa dimainkan tanpa masalah walaupun sistem kontrolnya sedikit berubah, dengan menjadikan mouse yang Anda miliki sebagai ujung tombak permainan. Walaupun harus diakui, beberapa puzzle menantang yang seharusnya menyulitkkan pengguna Kinect, menjadi terasa terlalu mudah ketika dicicipi di versi PC ini.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh D4: Dark Dreams Don’t Die ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah bukan game detektif biasa? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda!

Plot

Anda akan berperan sebagai seorang detektif bernama David Young.
Anda akan berperan sebagai seorang detektif bernama David Young.

D4: Dark Dream Don’t Die berfokus pada aksi David Young – seorang pria paruh baya yang sempat menjalani karir sebagai sala satu polisi terbaik di Boston. Namun Young akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri setelah sebuah bencana menimpa keluarganya. Sang istri yang ia cintai – Little Peggy harus tewas di tangannya dalam sebuah kasus yang terkait dengan obat-obatan terlarang variasi baru bernama “Real Blood”. Young kini hanya berfokus untuk mencari kebenaran atas nama istrinya.

Ia harus kehilangan sang istri tercinta - Little Peggy, disinyalir berkaitan dengan obat-obatan bernama
Ia harus kehilangan sang istri tercinta – Little Peggy, disinyalir berkaitan dengan obat-obatan bernama “Real Blood”.
Young sendiri tidak banyak mengingat kejadian itu. Ingatannya hilang, namun ia
Young sendiri tidak banyak mengingat kejadian itu. Ingatannya hilang, namun ia “bangun” dengan sebuah kemampuan aneh – kembali ke masa lalu.

Namun bukan sekedar keadilan yang ia minta. Seusai kejadian yang tampak begitu kabur di pikirannya tersebut, Young tiba-tiba kehilangan ingatan akan masa lalu dan bangun dengan sebuah kekuatan supranatural yang misterius. Dengan hanya menyentuh sebuah benda yang berasosiasi dengan pengalaman atau memori kuat yang disebut sebagai “Memento”, Young bisa kembali menelusuri kembali masa lalu. Fokus mencari keadilan berubah menjadi usaha untuk mengubah masa lalu. Apapun ia lakukan untuk memastikan istri tercintanya – Little Peggy tidak harus melewati nasib yang telah menghancurkan hatinya tersebut. Apalagi Little Peggy sempat meminta Young untuk mencari sesuatu yang berhubungan “D” sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Satu-satunya clue yang diberikan Little Peggy sebelum menghembuskan nafas terakhir hanyalah
Satu-satunya clue yang diberikan Little Peggy sebelum menghembuskan nafas terakhir hanyalah “D”.
Misinya bukan lagi sekedar mencari keadilan, tetapi berjuang untuk mengubah masa lalu untuk menghidupkan kembali si istri tercinta.
Misinya bukan lagi sekedar mencari keadilan, tetapi berjuang untuk mengubah masa lalu untuk menghidupkan kembali si istri tercinta.

Melewati begitu banyak proses investigasi, sebuah clue yang tampaknya bisa mengarah kuat pada misteri yang ia cari akhirnya muncul. Seorang terpidana dengan kasus yang berhubungan erat dengan “Real Blood” tiba-tiba menghilang di tengah penerbangan 117 menuju Boston setelah sebuah petir hebat menyambar. Apalagi di dalam pesawat tersebut, ada begitu banyak karakter eksentrik lainnya yang memiliki nama depan “D”, yang bisa jadi menjadi sosok yang disebut oleh Little Peggy selama ini.

Kepingan clue yang ia cari dipercaya berada di pesawat 117 menuju Boston.
Kepingan clue yang ia cari dipercaya berada di pesawat 117 menuju Boston.
Mampukah Young menemukan jawaban atas misteri
Mampukah Young menemukan jawaban atas misteri “D”? Apakah ia akan berhasil mengubah masa lalu?

Lantas, apa yang terjadi dengan investigasi yang dilakukan oleh Young? Siapa sebenarnya “D” yang disebut oleh Little Peggy? Lantas, bagaimana juga caranya saksi utama yang dicari Young menghilang begitu saja dari pesawat? Semua jawaban tersebut bisa Anda temukan dengan memainkan D4: Dark Dreams Don’t Die ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…