Review D4 – Dark Dreams Don’t Die: Bukan Game Detektif Biasa!

Reading time:
June 11, 2015

Interactive Story yang “Jepang Banget”

Berbeda dengan game-game interactive story racikan developer Barat yang biasanya gelap dan serius, D4 yang lahir dari tangan Access Games - developer Jepang menawarkan daya tarik berbeda.
Berbeda dengan game-game interactive story racikan developer Barat yang biasanya gelap dan serius, D4 yang lahir dari tangan Access Games – developer Jepang menawarkan daya tarik berbeda.

Jika ada satu genre yang bisa dilemparkan untuk menyederhanakan dan menggambarkan keseluruhan pengalaman yang ditawarkan oleh D4 ini, maka ia bisa disejajarkan dengan serangkaian game interactive story yang selama ini Anda temukan lewat proyek-proyek racikan Telltale Games (The Walking Dead, Game of Thrones, Tale of Borderlands) dan Quantic Dreams (Heavy Rain, Beyond: Two Souls). Berbeda dengan game third person lain yang biasanya menuntut Anda beraksi secara aktif, game-game seperti ini biasanya menjadikan cerita sebagai daya tarik paling utama. Bedanya? D4 akan menjadi sebuah proyek yang menarik, mungkin karena pada dasarnya, ia dikembangkan oleh developer Jepang yang harus diakui, selalu unik.

Salah satu perbedaan yang paling signifikan adalah pendekatan yang ia tawarkan. Jika game-game seperti The Walking Dead, Life is Strange, atau Heavy Rain berjuang untuk memicu perasaan Anda dengan tema serius dan berat lewat sekuens cerita yang mungkin menyayat nilai moral dan hati, D4 datang dengan alur yang lebih “nyeleneh”. Ini adalah sebuah game yang meminta Anda untuk berperan sebagai seorang detektif yang mampu kembali ke masa lalu, sebuah pendekatan unik yang terasa lebih ringan. Apalagi ia diselipi dengan humor dan beragam karakter yang bisa dibilang akan terlalu “aneh” untuk bisa muncul di sebuah game racikan developer Barat. Ia berhasil menciptakan sebuah identitas yang lain daripada yang lain.

Penuh humor, nyeleneh, dan gila, tiga kata ini tampaknya cukup mendeksripsikan hal tersebut.
Penuh humor, nyeleneh, dan gila, tiga kata ini tampaknya cukup mendeksripsikan hal tersebut.
Sebuah pendekatan yang mungkin akan membuat developer Barat berpikir keras berkali-kali sebelum mewujudkannya.
Sebuah pendekatan yang mungkin akan membuat developer Barat berpikir keras berkali-kali sebelum mewujudkannya.
D4 secara bergerak dalam alur linear. Ini berarti tidak ada cabang cerita, sekecil apapun di dalamnya. Konsep seperti ini diterapkan untuk mendukung garis merah cerita utama.
D4 secara bergerak dalam alur linear. Ini berarti tidak ada cabang cerita, sekecil apapun di dalamnya. Konsep seperti ini diterapkan untuk mendukung garis merah cerita utama.

Namun sayangnya, secara gameplay, ia tampil sederhana. Game-game interactive story biasanya datang dengan cabang berita yang muncul sebagai konsekuensi dari pilihan, terlepas dari apakah ia menawarkan alternatif ending yang berbeda atau tidak. D4 tampil lebih lugas dan linear. Anda memang bisa berinteraksi dengan banyak karakter di dalamnya, memberikan respon dari pertanyaan, hingga menyelesaikan quest-quest kecil yang disematkan di dalamnya, namun ia tidak akan mempengaruhi jalan cerita seperti apa yang Anda dapatkan. Pengalaman yang Anda dapatkan bersama dengan gamer lain akan kurang lebih serupa. Pilihan yang bisa dimengerti mengingat tema yang ia usung, apalagi ketika perjalanan waktu juga erat kaitannya dengan aksi dan konsekuensi. Tidak adanya cabang cerita memberikan sebuah alur yang lebih konsisten.

Berbasis point and click, progress cerita akan berlanjut jika Anda berhasil mengumpulkan objek tertentu atau berhasil memicu event yang dibutuhkan.
Berbasis point and click, progress cerita akan berlanjut jika Anda berhasil mengumpulkan objek tertentu atau berhasil memicu event yang dibutuhkan.
Akan ada sesi QTE ketika Anda terlibat dalam sekuens aksi yang semuanya bisa diselesaikan dengan hanya mengandalkan mouse saja.
Akan ada sesi QTE ketika Anda terlibat dalam sekuens aksi yang semuanya bisa diselesaikan dengan hanya mengandalkan mouse saja.
Beberapa karakter juga menawarkan side quest yang tidak akan berpengaruh apapun untuk jalur cerita utama. Namun ia menawarkan reward berupa pakaian dan credits.
Beberapa karakter juga menawarkan side quest yang tidak akan berpengaruh apapun untuk jalur cerita utama. Namun ia menawarkan reward berupa pakaian dan credits.

Secara gameplay, seperti halnya game interactive story pada umumnya, interaktivitas pada objek menjadi kunci untuk membuka progress cerita. Cita rasa game Kinect mengalir kuat di sini, dimana segala pergerakan dan aksi Young didefinisikan dari ikon interaktif yang bisa ia picu, dari mengambil, mendorong, mengubah posisi karakter, hingga terlibat dalam aksi QTE yang sebagian besarnya hanya akan menuntut Anda menggerakkan mouse ke arah tertentu. Tidak ada aktivitas aktif dengan keyboard layaknya game third person yang biasa Anda nikmati. Game akan bergerak dari satu titik ke titik lainnya dan progress akan muncul begitu Anda berhasil memicu event tertentu lewat rangkaian aksi tersebut. Beberapa karakter di dalam akan menawarkan side quest yang berbeda dari side quest utama, namun sama sekali tidak berpengaruh pada arah cerita yang Anda dapatkan. Namun, ia akan memberikan reward tertentu.

Siapa yang mengira bahwa sebuah game Interactive Story seperti ini ternyata juga bisa dikombinasikan dengan sistem modifikasi tampilan karakter? D4 membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di otak kreatif developer Jepang. Untuk setiap objek dan wilayah yang berhasil Anda eksplorasi, atau bahkan side quest yang Anda selesaikan, Anda akan mendapatkan “mata uang” khusus bernama Credits yang bisa digunakan di dalam game. Dengan mengunjungi Amanda – karakter wanita aneh yang bersikap seperti layaknya kucing – Anda bisa menggunakan Credits ini untuk membeli serangkaian makanan dan tentu saja, pakaian. Untuk urusan terakhir ini, Anda tidak hanya bisa mendadani David Young, tetapi juga karakter lainnya, termasuk Amanda sendiri. Namun bukan berarti, kosmetik ini tidak punya pengaruh apapun dalam permainan.

Credits yang Anda dapatkan dari side-quest atau item bisa Anda belanjakan di Amanda - karakter wanita aneh yang punya sikap seperti kucing. Ia menjual beragam resource  dan pakaian, tentu saja.
Credits yang Anda dapatkan dari side-quest atau item bisa Anda belanjakan di Amanda – karakter wanita aneh yang punya sikap seperti kucing. Ia menjual beragam resource dan pakaian, tentu saja.
Tidak hanya mengubah penampilan Young, modifikasi tampilan fisik ini juga akan berpengaruh pada tiga elemen utama eksplorasi Young: Stamina, Life, dan Vision.
Tidak hanya mengubah penampilan Young, modifikasi tampilan fisik ini juga akan berpengaruh pada tiga elemen utama eksplorasi Young: Stamina, Life, dan Vision.
Anda juga bisa mendandani karakter lain, seperti Amanda misalnya!
Anda juga bisa mendandani karakter lain, seperti Amanda misalnya!

Benar sekali, beberapa pakaian akan memberikan buff permanen pada tiga status utama David Young – Stamina, Vision, dan Life. Berbeda dengan game serupa racikan developer Barat, aksi Anda di D4 akan ditentukan oleh tiga elemen utama ini. Untuk setiap aksi Anda di dalam game, dari sekedar membuka pintu hingga berbicara dengan NPC lain, Stamina Anda akan berkurang dalam jumlah tertentu. Sementara Life akan berfungsi sebagai benteng damage, jikalau Anda lalai menyelesaikan sekuens QTE  dalam event yang ada. Di sisi lain, Vision sendiri berfungsi alat bantu yang akan secara otomatis memberikan highlight pada objek yang bisa diakses. Vision sendiri bisa dipulihkan dengan mencari minuman, seperti  halnya makanan untuk Stamina. Pengaturan ketiga resource ini menjadi sesuatu yang krusial, walaupun tidak akan sampai pada titik membuat Anda frustrasi.

Stamina akan digunakan ketika berinteraksi dengan beragam objek yang ada.
Stamina akan digunakan ketika berinteraksi dengan beragam objek yang ada.
Sementara Vision akan memperlihatkan objek yang bisa Anda picu.
Sementara Vision akan memperlihatkan objek yang bisa Anda picu.

Satu yang menarik, D4 juga berhasil membuat proses investigasi yang dilakukan Young tidak berujung monoton. Walaupun pada intinya adalah mencari clue yang bisa memicu progress cerita selanjutnya, Anda akan disibukkan dengan ekstra aktivitas lain yang biasanya terselimuti sebagai bagian dari side-quest. Ada beragam mini-game, dari sekedar menebak quiz soal penerbangan, menyelesaikan puzzle berbasis kabel listrik, hingga sekedar membersihkan kaca jendela berdebu ketika Anda berusaha mencari clue. Sentuhan-sentuhan kecil yang walaupun jelas didesain untuk Kinect, namun tidak terasa canggung untuk tetap bisa dinikmati dengan mouse.

Ia juga memuat variasi mini-game untuk memastikan pengalaman yang tidak terasa monoton.
Ia juga memuat variasi mini-game untuk memastikan pengalaman yang tidak terasa monoton.
D4 jagatplay (85)
Di tengah terjangan game serupa racikan developer Barat yang hadir dengan tema serius, ia menawarkan sesuatu yang unik dan berbeda dengan “cita rasa” Jepang yang begitu kental. Kompleksitas, misteri, dan kegilaan di ruang yang sama.

Dengan semua pesona tersebut, dilengkapi dengan musik dan dialog yang juga pantas diacungi jempol, D4 benar-benar menunjukkan tajinya sebagai game interactive story yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Di tengah terjangan game serupa racikan developer Barat yang hadir dengan tema serius, ia menawarkan sesuatu yang unik dan berbeda dengan “cita rasa” Jepang yang begitu kental. Kompleksitas, misteri, dan kegilaan di ruang yang sama.

Berhasil Memancing Rasa Penasaran

Jika ada satu hal yang berhasil dilakukan D4 adalah memancing rasa penasaran Anda.
Jika ada satu hal yang berhasil dilakukan D4 adalah memancing rasa penasaran Anda.

“Perjalanan Waktu” adalah salah satu konsep tersulit di dunia science fiction. Satu langkah salah saja dari sang penulis cerita, dan ia tidak mempertimbangkan Butterfly Effect dan beragam konsekuensi yang muncul dari aksi David Young, cerita D4 akan runtuh secara instan. Ia tidak akan lagi terasa “logis” dan bisa dimengerti jika tidak dieksekusi dengan baik. Untungnya, jika ada satu hal yang berhasil dilakukan oleh Access Games adalah menjadikan detail seperti ini sebagai salah satu nilai jual utama. Perjalanan waktu David Young terasa memuaskan, bukan karena fakta bahwa Anda bisa memicunya secara aktif, namun karena semua pecahan puzzle cerita tersebut perlahan namun pasti terungkap, menempati posisinya masing-masing secara sempurna. Sebagai contoh? Seperti ketika Anda pertama kali menaiki pesawat 117 untuk menyelidiki tersangka yang hilang tersebut. Secara tiba-tiba, hampir semua penumpang di kabin pesawat Anda seperti mengenal Anda, sempat bertemu Anda – walaupun Anda sendiri tidak mengingat soal mereka sama sekali. Apakah ini karena efek amnesia di awal? Atau karena konsekuensi lain? Rasa penasaran tersebut terjawab manis.

Konsep perjalanan waktu yang dieksekusi dengan baik.
Konsep perjalanan waktu yang dieksekusi dengan baik.
Ia dipenuhi dengan banyak karakter aneh yang akan membuat Anda terus bertanya-tanya.
Ia dipenuhi dengan banyak karakter aneh yang akan membuat Anda terus bertanya-tanya.

Lewat dukungan karakter-karakter unik dengan tampilan yang cukup “gila”, D4 juga berhasil memacing rasa penasaran dan naluri Anda sebagai detektif untuk terus menggali informasi, setidaknya untuk mendapatkan kejelasan soal identitas mereka dan peran mereka di dalam cerita yang sebenarnya. Apalagi, mengingat sebagian dari mereka juga muncul dengan nama “D”, seperti yang disebut oleh Little Peggy. Maka Anda berhadapan dengan seorang polisi tua dengan luka besar di wajahnya, seorang fashion designer yang terus berbicara dengan mannequin yang ia bawa, seorang wanita penakut yang terus panik, seorang pramugara bertubuh bongsor yang tampaknya bisa menghancurkan apapun, dan seorang pria berkulit hitam super tinggi yang terus memandangi Anda dari jauh. Aura misteri yang kentara terus memancing Anda untuk bergerak dan mengetahui siapa sebenarnya setiap dari mereka, walaupun tidak banyak berkontribusi pada cerita utama yang ada.

Dirilis secara episodik seperti game bergenre sama pada umumnya, Anda akan menginginkan lebih - setidaknya untuk mendapatkan konklusi cerita yang sebenarnya.
Dirilis secara episodik seperti game bergenre sama pada umumnya, Anda akan menginginkan lebih – setidaknya untuk mendapatkan konklusi cerita yang sebenarnya.

Tidak hanya itu saja, D4: Dark Dreams Don’t Die yang dirilis saat ini juga masih diposisikan sebagai sebuah “Season Pertama” – yang berarti mengindikasikan bahwa ia akan terus mendapatkan tambahan konten di masa depan untuk melengkapi cerita yang ada. Bertemu dengan cerita super menggantung? Bersiaplah!

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…