Saham Capcom Kembali Dilirik Investor Dari Arab Saudi
Perusahaan investasi Saudi EGDC kembali meningkatkan kepemilikan saham di Capcom, memperkuat pengaruh Timur Tengah di industri game Jepang.
Gelombang investasi dari Timur Tengah ke industri game global kembali jadi sorotan. Setelah pada pertengahan April lalu Electronic Gaming Development Company (EGDC), perusahaan investasi asal Arab Saudi membeli saham Capcom sebesar 5%, kini mereka resmi meningkatkan kepemilikan sahamnya hingga mencapai 6,04%.
Berdasarkan laporan terbaru dari MarketScreener, langkah ini langsung mendorong EGDC masuk ke jajaran pemegang saham terbesar di Capcom, tepatnya di posisi keempat. Nilai investasinya sendiri diperkirakan mencapai sekitar $617 juta, menjadikannya salah satu investor asing paling berpengaruh di perusahaan asal Jepang tersebut.

Namun, EGDC bukan satu-satunya pemain dari Arab Saudi yang masuk ke ekosistem raksasa gaming itu. Ayar First Investment, firma investasi lain berbasis di Riyadh, juga diketahui memiliki saham besar di perusahaan ini, sekaligus memiliki saham pula di nama-nama besar seperti Nintendo, Nexon, dan Bandai Namco.
Secara struktural hanya Crossroad, perusahaan manajemen aset asal Jepang dan Capcom sendiri yang saat ini memiliki kepemilikan lebih besar dibanding EGDC. Hal ini menegaskan bahwa pengaruh investor luar, khususnya dari Timur Tengah, kini semakin kuat dalam menentukan arah kebijakan dari raksasa game dari Jepang itu.
Menariknya, EGDC sendiri berada di bawah naungan MiSK Foundation, organisasi yang didirikan oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Dari sini terlihat bahwa investasi di industri game bukan sekadar langkah bisnis biasa, melainkan bagian dari strategi lebih besar untuk diversifikasi ekonomi negara tersebut.
Pergerakan ini juga sejalan dengan tren sebelumnya. Pada Januari 2026, Ayar First Investment sempat mengambil alih sekitar 6,6% saham Capcom, menggantikan JP Morgan Chase. Di sisi lain, Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi juga telah aktif mengakuisisi berbagai aset gaming, termasuk Moonton melalui Savvy Games, hingga mengakuisisi Electronic Arts dengan nilai fantastis.
Dengan semakin besarnya keterlibatan investor Saudi, masa depan industri game global tampaknya akan mengalami perubahan. Pertanyaannya kini adalah bagaimana pengaruh ini akan berdampak pada arah bisnis, dan yang terpenting kreativitas dari perusahaan seperti Capcom di masa depan.
Nah, bagaimana menurut Anda mengenai semakin kuatnya posisi investor asal Saudi di badan kreator dari Street Fighter dan Resident Evil itu?










