5 Tips Manfaatkan Uang Lebaran untuk Gaming!

Reading time:
July 20, 2015
money1

Hari Idul Fitri sudah lewat, hari kemenangan yang diperjuangkan selama proses puasa yang tidak mudah selama 30 hari sebelumnya menjadi sesuatu yang berakhir manis. Hari yang fitri ini mengalir lewat banyak simbol untuk menggambarkan posisi hati yang kembali suci. Kebahagiaan diproyeksikan lewat kumpul keluarga, pakaian baru, hingga hidangan masakan dan minuman yang tidak mudah ditemui di hari-hari biasa. Namun bagi kelompok tertentu, apalagi anak-anak dan remaja yang masih belum bisa menyokong hidupnya sendiri, Lebaran juga berarti satu hal. Benar sekali, ekstra uang “angpao” dari keluarga dekat maupun jauh. Ini menjadi momen terbaik untuk mendapatkan sedikit “penghasilan tidak terduga” dari berbagai arah.

Ada sedikit rasa puas ketika melihat bahwa tabungan yang sudah Anda berusaha kumpulkan tiba-tiba mendapatkan suntikan dana “fantastis” dalam hanya 1-2 hari saja. Tidak mengherankan pula, jika banyak yang melihat momen tahunan seperti ini sebagai saat yang paling tepat untuk mulai berbelanja, menjadikan apa yang selama ini sekedar dalam batas mimpi menjadi sesuatu yang bisa terwujud secara realistis. Bagi gamer, uang instan ini bisa diarahkan ke begitu banyak produk yang selama ini, mungkin sudah menjadi incaran. Pertanyaannya kini, apa yang harus Anda lirik dan mana yang harus Anda jauhi? Jawaban dari pertanyaan inilah yang hendak menjadi fokus JagatPlay kali ini.

Anda termasuk gamer yang memiliki dana uang lebaran yang cukup masif untuk disalurkan menjadi kegiatan berbelanja produk-produk game? Ada hal yang harus Anda perhatikan, tentu saja:

  1. Konsol atau PC?

console vs pc

Pertanyaan yang mungkin sering mengemuka, ketika uang berada dalam jumlah yang memadai dan gaming menjadi yang terpenting, adalah produk seperti apa yang harus Anda incar. Apakah Anda harus menciptakan PC dengan performa di atas rata-rata untuk memfasilitasi ragam fungsi yang lebih banyak? Atau Anda harus memilih Playstation 4, Xbox One, ataupun Nintendo Wii U? Salah kaprah terbesar dari pertanyaan ini adalah banyaknya orang yang menjawab “PC” hanya karena berdasarkan pada kemampuan kasar yang ia miliki. Jadi, apa yang harus dipikirkan?

Jawaban terpasti tidak terletak pada “performa”, “fleksibilitas”, dan omong kosong klasik yang mungkin sudah sering Anda dengar didebatkan di forum-forum ternama, dengan masing-masing pihak fanboy yang melemparkan argumen yang menyanjung produk pilihan mereka. Lantas apa? Jawaban termudah untuk pertanyaan ini adalah dengan melemparkan pertanyaan  lainnya “Gua mau main game apa?” ke diri Anda sendiri. Jika list Anda dipenuhi dengan game-game third party yang dirilis hampir di semua platform yang ada, maka PC adalah pilihan terbaik yang bisa Anda dapatkan. Namun jika jawaban Anda mengarah pada “Uncharted 4” atau “Horizon: New Dawn” di tahun depan, maka Playstation 4 tentu jadi satu-satunya solusi. Jika ia berakhir menjadi “Quantum Break”, maka Xbox One. Jika ia berakhir menjadi “Xenoblade Chronicles X”, maka Wii U.

Pertanyaannya kini, Anda sendiri mau main game apa? Inilah yang seharusnya menjadi dasar pertimbangan Anda ketika berbelanja.

  1. Ori atau Bajakan?

call of duty big red one

Jika Anda sudah memantapkan pilihan untuk memilih PC atau konsol, maka Anda juga harus memikirkan matang soal budget gaming Anda SETELAH platform tersebut tiba di tangan. Apa pasal? Tidak sedikit kekeliruan terjadi karena gamer yang langsung pergi membeli PC atau konsol idamannya setelah uang yang ia kumpulkan cukup tanpa memikirkan konsekuensi selanjutnya. Pertanyaan krusial lainnya, apakaah budget Anda selanjutnya akan bisa memfasilitasi kebutuhan gaming Anda, terutama jika Anda mau tidak mau harus berkutat dengan game original?

Ini yang mungkin terjadi jika Anda memutuskan untuk membeli Playstation 4, Xbox One, atau Nintendo Wii U sebagai platform gaming utama. Hasil tabungan jerih payah Anda selama dua atau tiga tahun terkahir mungkin sudah cukup untuk memboyong konsol ini ke rumah. Tapi sudahkah Anda memikirkan dana yang harus dikeluarkan untuk mencicipi game-game di platform tersebut, mengingat tidak ada di antara ketiganya yang bisa memainkan game bajakan saat ini? Ini berarti, Anda harus mengeluarkan uang sekitar 450-650 ribu Rupiah untuk bisa menikmati game-game terbaru yang ada. Jangan sampai keputusan Anda membeli platform tertentu justru berakhir menjadi bumerang, dimana Anda terpaksa Anda harus memainkan satu game yang sama – berulang-ulang, setidaknya hingga Anda punya dana untuk membeli game baru lainnya.

Jika Anda tidak punya dana untuk membeli game original sama sekali, maka Anda punya dua pilihan. Anda bisa mengandalkan PC yang lebih fleksibel untuk urusan tersebut, namun tetap tidak bisa mejamin Anda akan selalu bisa menikmati game-game teranyar, apalagi dengan kebutuhan untuk terus online dan sistem anti bajakan yang lebih efektif. Atau Anda bisa melirik Playstation 3, Xbox 360, dan Wii dengan game bajakan yang tersedia dengan sangat mudah di pasaran. Namun perlu diingat, opsi terakhir ini juga riskan. Mengapa? Karena dengan peralihan banyak developer ke konsol generasi saat ini, bukan perkara mudah untuk mendapatkan game baru di ketiga konsol tersebut.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…