Review God of War 3 Remastered: Kembali Mengakhiri Dunia!

Reading time:
July 15, 2015
God of War™ III Remastered_20150714144105

Proses Remastered memang bukan sesuatu yang asing lagi di industri game. Terlepas dari kritik banyak gamer yang melihatnya sekedar sebagai usaha developer dan publisher untuk mendapatkan uang super cepat, data tampaknya menunjukkan bahwa produk seperti ini masih laku di pasaran. Mengusung kualitas visualisasi dan framerate yang biasanya, lebih baik, game-game Remastered membuka kesempatan bagi gamer yang belum pernah menjajal game yang sama di platform generasi sebelumya untuk menikmatinya dalam kualitas lebih optimal. Alih-alih tenggelam, di tengah produk konsol generasi saat ini yang masih sepi, produk serupa justru terus berdatangan.

Salah satu yang terbaru muncul dari Sony Santa Monica dan salah satu masterpiece mereka di era Playstation 3 dahulu – God of War 3. Sebuah keputusan yang cukup absurd sebenarnya, karena mereka memutuskan untuk tidak membawa dua seri pertamanya ke Playstation 4 dan hanya berfokus pada seri ketiga. Tidak bisa dipungkiri memang, dinobatkan sebagai salah satu game eksklusif terbaik di generasi terdahulu, gamer yang beralih dari konsol kompetitor ke Playstation 4 akhirnya bisa merasakan sendiri pesona game yang satu ini. Menjanjikan kualitas visualisasi dan framerate yang lebih baik, Sony Santa Monica juga menyuntikkan Photo Mode di dalam seri Remastered ini.

Lantas, apa yang ia tawarkan? Apakah perjalanan untuk kembali mengakhiri dunia ini memang pantas untuk dijajal lagi? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Asing untuk Pendatang Baru

Keputusan untuk hanya melakukan proses Remastered di God of War 3 dan tidak dua seri sebelumnya memang mengundang tanda tanya besar.
Keputusan untuk hanya melakukan proses Remastered di God of War 3 dan tidak dua seri sebelumnya memang mengundang tanda tanya besar.

Keputusan untuk menghadirkan hanya seri ketiga di dalam proses Remastered memang terhitung sangat absurd. Apa pasal? Karena Sony Santa Monica sebenarnya sudah sempat melakukan proses Remastered untuk dua seri pertama – God of War dan God of War II dari Playstation 2 ke Playstation 3 via God of War Collection yang dirilis November 2009 silam. Yang perlu mereka lakukan sebenarnya “hanya” membawak kedua seri ini ke Playstation 4, dan memberikan gamer pengalaman yang lebih lengkap bagi gamer sekaligus alasan valid, mengapa God of War pantas menyandang predikat sebagai salah satu game action hack and slash terbaik yang pernah ada. Namun sayangnya, mereka hanya melakukan proses Remastered untuk God of War 3 saja.

Konsekuensinya? Bagi gamer yang beralih dari konsol Xbox 360 dan Nintendo Wii ke Playstation 4, God of War 3 Remastered ini akan terasa sangat membingungkan. Bayangkan saja, perjalanan Anda langsung dibuka dengan aksi Kratos dan Gaia yang tengah memanjat ke Gunung Olympus, sembari bertarung melawan para dewa-dewa yang juga tidak gentar. Hanya beberapa menit berselang, Anda langsung dilempar ke dalam gameplay dan tutorial tanpa ada kesempatan untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Sony Santa Monica memang mengembangkan God of War sebagai trilogi dan menjadikan ceritanya berkesinambungan dari satu seri ke seri lainnya, sehingga agak canggung bagi gamer untuk tiba-tiba melompat ke tengah seri tanpa ada informasi latar belakang sama sekali.

Sony Santa Monica mengembangkan God of War sebagai trilogi dengan satu garis cerita berkesinambungan. Bayangkan betapa membingungkannya, jika Anda menonton film, dan langsung melompat ke film terakhir trilogi tanpa mencicipi dua seri sebelumnya.
Sony Santa Monica mengembangkan God of War sebagai trilogi dengan satu garis cerita berkesinambungan. Bayangkan betapa membingungkannya, jika Anda menonton film, dan langsung melompat ke film terakhir trilogi tanpa mencicipi dua seri sebelumnya.
Re-cap yang tidak optimal, gamer yang baru beralih konsol ke Playstation 4 dan hendak mencicipi salah satu game hack and slash terbaik sepanjang sejarah ini akan berakhir dengan lebih banyak kebingungan.
Re-cap yang tidak optimal, gamer yang baru beralih konsol ke Playstation 4 dan hendak mencicipi salah satu game hack and slash terbaik sepanjang sejarah ini akan berakhir dengan lebih banyak kebingungan.

Hal ini juga tampaknya tidak dipikirkan dengan matang oleh Sony Santa Monica ketika merilis God of War 3 Remastered ini ke pasaran. Terlepas dari fakta bahwa besar kemungkinan konsumen mereka belum pernah mencicipi franchise ini sebelumnya, God of War 3 Remastered benar-benar hadir tanpa konten ekstra, bahkan untuk membantu gamer yang asing menangkap garis cerita dengan lebih baik, lebih lengkap, dan lebih tepat. Memang, ada sedikit re-cap di awal permainan, namun tidak akan cukup untuk membuat Anda mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan Kratos, mengapa ia membenci Zeus, perjalanan seperti apa yang sudah ia tempuh untuk akhirnya tiba di Olympus, dan darimana ia mendapatkan semua kekuatan yang ia miliki sejak awal – seperti Icarus Wings, misalnya. Ia hadir dengan informasi yang minim, memaksa gamer yang awam untuk mencari informasi dan mengisi kekosongan tersebut sendiri. Prioritas yang dipertanyakan dan disayangkan, tentu saja.

Pengalaman Visual yang Lebih Baik

Seperti halnya game-game Remastered pada umumnya, ia hadir dengan perbaikan sisi visual dan framerate.
Seperti halnya game-game Remastered pada umumnya, ia hadir dengan perbaikan sisi visual dan framerate.

Tentu saja, sebuah game tidak pantas mendapatkan predikat sebagai proyek “Remastered” tanpa menawarkan perbaikan visual sama sekali. Game-game seperti Metro 2033 bahkan menawarkan penggunaan engine baru dan perbaikan mekanik gameplay lewat produk Redux mereka yang memesona. God of War 3 Remastered memang tidak sampai pada tahap tersebut. Seperti halnya banyak produk Remastered lain, nilai jualnya terletak pada implementasi tekstur definisi tinggi, resolusi lebih baik, dan framerate yang lebih nyaman untuk dinikmati. Satu yang pasti, ia menyempurnakan pengalaman epik yang sudah melekat kuat pada franchise ini.

Menikmati game ini di 1080p/60fps, sudah pasti lebih nyaman.
Menikmati game ini di 1080p/60fps, sudah pasti lebih nyaman.
Detail tajam yang terlihat jelas di karakter-karakter utama.
Detail tajam yang terlihat jelas di karakter-karakter utama.
Begitu juga dengan tata cahaya yang ada.
Begitu juga dengan tata cahaya yang ada.

Pesona tersebut mungkin tidak terlihat di awal permainan. Namun seiring dengan progress yang ada, dimana Anda bertemu dengan lebih banyak karakter dan menyelami dunia God of War 3 yang lebih luas, maka Anda bisa melihat “kerja nyata” Sony Santa Monica. Semua detail tampil lebih baik dan tajam, dengan tekstur – terutama karakter yang kini terlihat jauh lebih baik dibandingkan versi generasi sebelumnya. Efek cahaya, tata cahaya, dan bayangan juga disempurnakan. Walaupun harus membiasakan diri kembali dengan kamera yang terpaku dan tidak bisa diganti, memainkan God of War 3 di resolusi 1080p/60fps masihlah se-epik yang dibayangkan.

Walaupun demikian, Anda masih akan melihat model karakter dengan resolusi rendah di beberapa titik permainan. Terutama menyangkut musuh atau setting yang dianggap tidak terlalu penting.
Walaupun demikian, Anda masih akan melihat model karakter dengan resolusi rendah di beberapa titik permainan. Terutama menyangkut musuh atau setting yang dianggap tidak terlalu penting.
Efek serangan yang juga masih terasa kaku.
Efek serangan yang juga masih terasa kaku.

Walaupun demikian, seperti halnya produk Remastered lainnya, Anda akan bertemu dengan banyak setting dan karakter “tidak penting” yang masih terlihat menggunakan tekstur resolusi rendah. Tidak terasa kentara memang, namun menjadi bukti jelas, bahwa Sony Santa Monica memang memberikan prioritas tersendiri bagi model karakter dan lingkungan tertentu saja.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…