NetEase Sebut Ananta Siap Bersaing Dengan Open World Anime Game Lain
NetEase menegaskan Ananta bukan open world RPG anime biasa, tekankan simulasi kehidupan kota modern yang menarik sebagai kekuatan utamanya.
Ketika iklim persaingan industri game semakin ketat saja setiap tahunnya, genre open world kini berada di dalam posisi yang unik. Hampir setiap publisher besar memiliki proyek open world mereka sendiri, mulai dari RPG fantasi hingga petualangan futuristik. Namun bukannya menghindari pasar yang semakin padat tersebut, NetEase justru melihatnya sebagai bukti bahwa permintaan pemain terhadap pengalaman dunia terbuka masih sangat besar.
Sentimen itu muncul pada sesi laporan keuangan kuartal pertama 2026, ketika Vice President NetEase, Zhipeng Hu, membahas strategi perusahaan untuk menghadapi persaingan di genre open world melalui Ananta, game yang sebelumnya dikenal dengan nama Project Mugen.

Menurut Hu, banyaknya game open world yang bermunculan bukanlah pertanda pasar mulai jenuh. Sebaliknya, hal tersebut menunjukkan bahwa potensi genre tersebut masih sangat besar dan memiliki basis pemain yang terus berkembang. Karena itulah NetEase tidak ingin sekadar bersaing memperebutkan pemain yang sama, melainkan berusaha memperluas pasar melalui konsep yang berbeda.
Dari sinilah Ananta tampaknya mengambil jalur yang cukup unik. NetEase menegaskan bahwa proyek ini tidak dirancang sebagai action RPG tradisional maupun game anime open world pada umumnya. Sebaliknya, perusahaan itu memposisikannya sebagai sebuah urban life simulation yang berfokus pada pengalaman hidup di dalam kota modern.
Konsep tersebut tampaknya digunakan NetEase sebagai pembeda utama dibanding banyak kompetitor yang masih mengandalkan tema fantasi, sci-fi, atau petualangan epik sebagai fondasi gameplay mereka. Pada Ananta, aktivitas sehari-hari seperti berbelanja, bersosialisasi, menjelajahi lingkungan sekitar, dan berinteraksi dengan kehidupan kota akan menjadi bagian penting dari progres permainan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa NetEase ingin menciptakan pengalaman open world yang terasa lebih dekat dengan kehidupan modern. Jika selama ini genre tersebut identik dengan menyelamatkan dunia atau menghadapi ancaman besar, Ananta justru mencoba menjadikan rutinitas perkotaan sebagai inti dari permainan dan perkembangan karakter.

Menariknya, Hu juga menegaskan bahwa Ananta tidak dikembangkan sebagai produk yang hanya menyasar komunitas penggemar style anime. Arah visual, struktur gameplay, dan pendekatan naratifnya dirancang untuk menjangkau pasar yang lebih luas secara global. Dengan kata lain, NetEase tampaknya ingin menjadikan Ananta sebagai franchise mainstream yang mampu menembus pasar di luar segmen pemain anime dan gacha tradisional.
Mengenai jadwal rilis, NetEase sebut tengah memfokuskan seluruh perhatian pada proses penyempurnaan konten. NetEase secara terbuka menyatakan bahwa mereka lebih memilih meluangkan waktu lebih lama demi memastikan kualitas akhir benar-benar solid, dibanding memaksakan peluncuran yang terburu-buru.
Kepercayaan diri tersebut tampaknya bukan tanpa alasan. Hingga saat ini, Ananta dikabarkan telah mengumpulkan lebih dari 17 juta pre-registration secara global. Angka tersebut menunjukkan tingginya rasa penasaran pemain terhadap proyek yang sejak awal mencuri perhatian berkat visual kota modern yang hidup dan mobilitas karakter yang dinamis.
Bagaimana menurut Anda mengenai arah yang diambil Ananta ini? Apakah Anda setuju bahwa konsep simulasi kehidupan kota cukup menarik untuk membedakannya dari deretan game open world lain yang sudah ada?










